Vokalis Rian D’Masiv konsumsi kencur untuk jaga daya tahan pita suara
Daftar Isi
Rian D’Masiv dan Ritual Kencur yang Menjaga Pita Suara di Tengah Padatnya Tur Asia
Ayobantudonasi.com – Menjaga kualitas vokal bukan sekadar urusan teknik bernyanyi di atas panggung. Bagi penyanyi yang harus tampil berhari-hari di berbagai kota dengan jarak tempuh ribuan kilometer, kesehatan pita suara menjadi garis hidup profesional. Rian Ekky Pradipta, vokalis utama grup D’MASIV, telah lama menyadari hal itu melalui satu kebiasaan sederhana yang diwariskan ibunya sejak masa kecil: mengonsumsi kencur secara rutin setiap hari.
Kencur, rempah berbentuk umbi kecil yang lazim ditemukan di dapur Nusantara, bagi Rian bukan sekadar bumbu masakan. Ia menjadi bagian dari protokol perawatan vokal pribadi yang dijaga ketat selama bertahun-tahun. Kebiasaan ini lahir dari nasihat sang ibu ketika Rian masih kanak-kanak, dan hingga kini tidak pernah ia tinggalkan, terutama menjelang jadwal konser yang padat.
Warisan Dapur yang Menjadi Perisai Vokal
Rian menceritakan bahwa cara ia mengonsumsi kencur sangat sederhana: umbi dikupas, lalu dimakan langsung tanpa diperas atau diolah lebih lanjut. Tidak ada resep rumit di baliknya, hanya kedisiplinan harian yang diingatkan oleh ibunya sejak dulu.
“Itu sebenarnya dari muda sih, maksudnya dulu malah aku makannya kencur. Kencur yang cuma dikupas terus dimakan langsung, jadi enggak diperas gitu. Biasanya mama yang selalu ingatkan untuk bawa kencur.”
Pernyataan itu diucapkan Rian ketika ditemui di sela sebuah acara di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, pada hari Rabu. Nada bicaranya ringan, seolah membicarakan kebiasaan makan harian biasa, padahal di baliknya tersimpan strategi perlindungan organ vokal yang menentukan kelangsungan karier panggungnya.
Belajar dari Kesalahan Masa Lalu
Kedisiplinan mengonsumsi kencur kupas itu tidak muncul dari ruang hampa. Rian mengakui bahwa di masa lalu ia pernah bersikap ceroboh terhadap kesehatan tenggorokan. Kebiasaan minum es secara berlebihan membuat pita suaranya kerap meradang dan mudah terserang infeksi. Pengalaman tidak menyenangkan itulah yang mengubah sikapnya secara total.
“Dulu tuh aku agak lumayan bandel. Bandelnya itu maksudnya minum es gitu, jadi tenggorokannya gampang sakit, gampang radang. Sejak itu aku mulai (konsumsi kencur rutin) dan sekarang udah hampir enggak pernah.”
Sejak titik balik tersebut, Rian tidak lagi mengalami radang tenggorokan berulang. Ia juga meninggalkan teh manis dan beralih ke teh tawar atau air putih, langkah kecil yang berdampak besar pada kondisi mukosa faring dan laring.
Riders Panggung: Protokol Kesehatan di Balik Tirai
Menjelang rangkaian tur internasional bertajuk “Asia Home Run”, seluruh personel D’MASIV merombak total kebiasaan konsumsi di belakang panggung. Mereka menerapkan daftar permintaan khusus, atau riders, yang memuat item-item bernuansa kesehatan. Menu di balik tirai kini berpusat pada air putih hangat, susu, minuman susu probiotik, buah potong, kencur, serta ramuan madu dicampur jeruk nipis. Es dan minuman dingin secara tegas dikecualikan demi menjaga kualitas vokal dan menekan risiko radang tenggorokan.
Langkah yang lebih lanjut lagi, Rian mengusulkan agar tabung oksigen kecil turut disertakan dalam daftar riders. Alasannya pragmatis: ketika jadwal manggung beruntun mencapai empat hari tanpa jeda, dengan perpindahan lokasi dari Bekasi ke Jakarta, lalu melompat ke Bali dan berlanjut ke Gresik, tubuh personel berada pada titik kelelahan ekstrem. Oksigen di belakang panggung menjadi jaring pengaman darurat.
“Ada, ada oksigen juga karena kan biasanya kalau kita kayak kemarin-kemarin tuh kan pernah, manggungnya 4 hari berturut-turut, terus jaraknya tuh kayak jauh-jauh dari Bekasi, Jakarta, Bali, lanjut ke Gresik gitu ya, jadi harus dijaga banget kan ada oksigen di belakang panggung, terus ada air putih, pasti.”
Asia Home Run: Lima Kota, Satu Musim
Seluruh persiapan protokol kesehatan tersebut dirancang untuk menopang rangkaian tur lintas wilayah Asia yang akan dijalani D’MASIV pada akhir 2026. Tur dimulai pada 4 Oktober di SUB Live, Taipei. Perjalanan berlanjut ke TIDES, Hong Kong, pada 1 November 2026, kemudian ke Capitol Theatre, Singapura, pada 9 November 2026, dan Megastar Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 20 November 2026. Puncak rangkaian dijadwalkan di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada 5 Desember 2026.
Bagi grup yang tumbuh dari Ciledug, Tangerang, dan telah menapaki panggung nasional selama lebih dari satu dekade, tur Asia Home Run menandai ekspansi geografis terbesar dalam karier mereka. Jarak antar-kota yang dilalui mencapai ribuan kilometer, dengan perbedaan zona waktu, iklim, dan kondisi udara yang menuntut adaptasi fisiologis cepat. Dalam konteks itulah, kebiasaan sederhana seperti mengunyah sepotong kencur kupas di balik tirai, atau meneguk segelas air hangat sebelum naik panggung, menjadi bukan lagi ritual belaka melainkan infrastruktur keselamatan vokal yang sama pentingnya dengan tuning instrumen.
Di balik setiap notasi yang keluar dari mikrofon di atas panggung Taipei, Hong Kong, Singapura, Kuala Lumpur, hingga Senayan, tersimpan disiplin harian yang dimulai dari nasihat seorang ibu di dapur rumah kecil di Ciledug, bertahun-tahun silam.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Vokalis Rian D Masiv konsumsi kencur?
Vokalis Rian D Masiv konsumsi kencur is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Vokalis Rian D Masiv konsumsi kencur matter?
Vokalis Rian D Masiv konsumsi kencur matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.