Special Plan: Tirta Bhagasasi susun SOTK isi jabatan sesuai kompetensi
Perumda Tirta Bhagasasi Optimalkan Struktur Organisasi Melalui Analisis Kompetensi
Special Plan – Kabupaten Bekasi mencatatkan perkembangan signifikan dalam tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) melalui inisiatif strategis dari Perumda Tirta Bhagasasi. Perusahaan milik pemerintah daerah ini secara resmi memulai proses penyusunan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) sebagai fondasi penting dalam pengisian jabatan. Langkah ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap pegawai ditempatkan pada posisi yang sesuai dengan kompetensi dan keahlian yang dimilikinya.
Prinsip The Right Man in the Right Place
Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi, Reza Luthfi Hasan, menjelaskan bahwa pengisian jabatan tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Setiap posisi harus diisi oleh individu yang memiliki kapasitas, kompetensi, serta kemampuan mengelola beban kerja yang sesuai.
“Pengisian jabatan harus berdasarkan kapasitas, kompetensi maupun beban kerja masing-masing sumber daya manusia. Jabatan harus diisi oleh orang yang tepat,” tegas Reza Luthfi Hasan saat memberikan keterangan di Cikarang pada hari Minggu.
Reza menambahkan bahwa kegiatan kick off dan awareness analisis jabatan serta penyusunan SOTK merupakan langkah awal dari pembenahan organisasi yang lebih komprehensif. Target penyelesaian kegiatan ini ditargetkan dapat tuntas dalam beberapa bulan ke depan. Menurutnya, setiap individu yang nantinya menempati jabatan tertentu harus mampu memberikan kontribusi kinerja terbaik bagi kemajuan perusahaan secara keseluruhan.
Harapan Dewan Pengawas dan Plt. Direktur Usaha
Ketua Dewan Pengawas Perumda Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi, Ani Gustini, menyampaikan harapannya agar penyusunan SOTK baru dapat diselesaikan dalam waktu yang telah ditetapkan. SOTK yang baru ini akan menjadi dasar penempatan pegawai yang kompeten pada setiap posisi yang tersedia.
“Penyusunan SOTK juga penting untuk mencegah tumpang tindih tugas antarbagian atau divisi sekaligus memperkuat tata kelola sebagai BUMD milik Pemerintah Kabupaten Bekasi,” jelas Ani Gustini.
Sementara itu, Plt. Direktur Usaha Lilie Subali menekankan bahwa ketepatan dalam mengisi jabatan turut menentukan kinerja perusahaan secara menyeluruh. Hal ini mencakup aspek pelayanan publik maupun lini usaha sesuai dengan perencanaan bisnis yang telah ditetapkan pada periode tahun 2023 hingga 2027.
“Perusahaan dalam business plan 2023-2027 menargetkan jumlah sambungan langganan atau pelanggan hingga akhir 2027 sebanyak 569.405 sambungan langsung. Posisi saat ini mencapai 360.000 lebih sambungan pelanggan,” urai Lilie Subali.
Pertumbuhan Pelanggan Sektor Industri
Perusahaan juga mencatatkan perkembangan positif dalam penambahan pelanggan dari sektor industri sepanjang tahun 2025 hingga 2026. Meskipun secara kuantitas penambahan masih relatif kecil dibandingkan dengan pelanggan rumah tangga dan niaga, sektor industri memberikan kontribusi yang signifikan.
Persentase penambahan pelanggan sektor industri memang masih kecil, namun keuntungan yang dihasilkan berlipat ganda dibandingkan dengan pelanggan rumah tangga maupun niaga. Tahun ini diharapkan dapat dimaksimalkan lagi penambahan pelanggan sektor industri untuk mendukung pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan.
Pencanangan melalui kick off yang diisi dengan workshop pada hari Jumat yang lalu menjadi titik awal implementasi dari prinsip the right man in the right place. Prinsip ini menempatkan pegawai sesuai dengan kompetensi yang dimiliki, sehingga setiap individu dapat bekerja secara optimal di bidangnya masing-masing.
Kekompakan dan soliditas seluruh pegawai juga menjadi hal yang harus tetap terjaga selama proses penyusunan SOTK berlangsung. Dengan demikian, perusahaan dapat mencapai tujuannya untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan efisiensi operasional secara menyeluruh.
