Siti Fauziah dorong UMKM tingkatkan daya saing melalui kurasi produk
UMKM Diminta Tingkatkan Daya Saing Lewat Kurasi Produk di Karanganyar
Siti Fauziah dorong UMKM tingkatkan daya – Karanganyar, Jawa Tengah menjadi lokasi strategis untuk kegiatan pembinaan dan kurasi produk ekonomi kreatif yang bertujuan mempersiapkan peluncuran Pasar Jadoel Reborn Sapta Tirta Pabelan. Acara yang berlangsung pada Sabtu, 11 Juli tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan termasuk pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas ekonomi kreatif, serta masyarakat setempat. Kehadiran Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, dalam kegiatan ini menunjukkan pentingnya dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan di tingkat daerah.
UMKM sebagai Tulang Punggung Ekonomi Nasional
Siti Fauziah menekankan bahwa sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran vital dalam perekonomian Indonesia. Menurutnya, penguatan kapasitas UMKM harus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat secara keseluruhan. Dalam keterangannya di Jakarta pada hari Minggu, Siti menyampaikan pesan penting mengenai transformasi UMKM ke level yang lebih tinggi.
UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia yang harus terus didorong agar mampu naik kelas. Produk-produk UMKM harus memiliki kualitas yang baik, legalitas yang jelas, kemasan yang menarik, branding yang kuat, serta mampu memanfaatkan pemasaran digital agar dapat bersaing di pasar nasional bahkan internasional.
Pesan tersebut menggarisbawahi lima aspek kunci yang perlu diperhatikan pelaku UMKM: kualitas produk, legalitas, kemasan, branding, dan pemasaran digital. Kelima elemen ini menjadi fondasi penting bagi UMKM yang ingin menembus pasar yang lebih luas, baik di dalam negeri maupun kancah internasional.
Pasar Jadoel Reborn sebagai Model Pemberdayaan Masyarakat
Saat menghadiri kegiatan di Karanganyar, Siti Fauziah menilai bahwa pengembangan Pasar Jadoel Reborn Sapta Tirta Pabelan merupakan contoh nyata pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat. Model ini berhasil memadukan tiga pilar utama, yaitu potensi budaya, pariwisata, dan ekonomi rakyat dalam satu kawasan terpadu. Menurut Siti, pendekatan semacam ini tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya yang telah ada sejak lama.
Saya melihat Pasar Jadoel Reborn memiliki konsep yang sangat baik karena memadukan budaya, pariwisata, dan ekonomi rakyat dalam satu kawasan. Semangat gotong royong seperti ini perlu terus dijaga sehingga mampu menjadi contoh pengembangan wisata berbasis masyarakat yang menggerakkan ekonomi lokal.
Konsep yang terintegrasi ini memungkinkan masyarakat sekitar untuk tidak hanya menikmati manfaat ekonomi, tetapi juga melestarikan warisan budaya lokal. Sinergi antara berbagai elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan model pemberdayaan ini.
Kolaborasi Pemangku Kepentingan untuk Ekonomi Kerakyatan
Siti Fauziah juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi yang terjalin antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas ekonomi kreatif, dunia usaha, dan masyarakat dalam mempersiapkan peluncuran Pasar Jadoel Reborn. Menurut dia, sinergi yang terbangun menjadi modal penting untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus memperluas peluang pengembangan usaha berbasis potensi lokal yang dimiliki setiap daerah.
Kolaborasi multisektor ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Setiap pihak memiliki peran dan kontribusi unik yang saling melengkapi satu sama lain. Dengan bekerja sama, berbagai hambatan dapat diatasi dan peluang baru dapat dibuka untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Visi Yonatan Liliek Prihartanto untuk Pasar Jadoel Reborn
Ketua Umum Paguyuban Pasar Jadoel Reborn Sapta Tirta Pabelan, Yonatan Liliek Prihartanto, menyatakan bahwa pembinaan dan kurasi produk merupakan langkah awal yang strategis untuk memperkuat posisi Pasar Jadoel Reborn sebagai destinasi wisata budaya sekaligus pusat ekonomi kreatif. Menurut Yonatan, kegiatan ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar melalui peningkatan kualitas produk dan perluasan pasar.
Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Ibu Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI beserta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, tenaga, pikiran, waktu, doa, maupun bantuan lainnya sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik, lancar, dan penuh semangat kebersamaan.
Yonatan berharap bahwa penguatan kolaborasi antarpemangku kepentingan dapat membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berbasis pada potensi lokal. Dengan demikian, Pasar Jadoel Reborn Sapta Tirta Pabelan diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu ikon wisata budaya di Kabupaten Karanganyar yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor UMKM dan ekonomi kreatif. Visi jangka panjang ini mencakup tidak hanya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
