Key Issue: Muse bersiap untuk tur usai rilis album kesepuluh

Muse Siap Menggelar Tur Global Setelah Album Kesepuluh Diperkenalkan

Key Issue – Jakarta – Setelah merilis album kesepuluhnya yang dinamai “The Wow! Signal” pada 26 Juni 2026, grup musik Muse sedang mempersiapkan diri secara fisik dan teknis untuk tur konser global yang akan dimulai beberapa pekan kemudian. Dalam wawancara dengan NME, vokalis band tersebut, Matt Bellamy, mengungkapkan bahwa album ini menjadi momen penting dalam kariernya, baik secara emosional maupun sebagai pengingat mengapa ia memilih berada di dunia musik. “Ini seperti kebangkitan di masa tuaku yang tak terduga,” katanya.

Latihan Kondisi Fisik Sebagai Persiapan Tur

Dalam rangkaian persiapan, Bellamy berkomitmen untuk menjaga kebugaran tubuhnya dengan rutinitas mengunjungi pusat kebugaran. Ia juga menyebutkan bahwa kunjungan ke gym terasa lebih bermakna setelah mengetahui gaya hidup aktif Mick Jagger, yang ia temui di sebuah pesta di Los Angeles sekitar setahun lalu. “Saya tertarik mempelajari cara ia menjaga kondisi fisiknya, terutama usia saat ia mulai rutinitas itu,” ujarnya.

Konsep Visual dan Teknologi Baru di Panggung Konser

Sementara itu, seluruh anggota trio rock asal Teignmouth, Devon, Inggris, sedang berkonsentrasi pada latihan panggung di London. Konsep visual yang diusung dalam tur ini menggabungkan teknologi laser dan tema luar angkasa, menurut Bellamy. “Kami sedang membangun ‘pesawat ruang angkasa’ di panggung, mencoba beberapa inovasi baru dengan efek laser yang belum pernah dilakukan sebelumnya,” jelasnya.

Pembuatan Album dengan Produser Baru

Album kesepuluh Muse, yang terdiri dari sepuluh lagu, diproduksi oleh Dan Lancaster dan Aleks Von Korff. Bellamy menyatakan bahwa Lancaster, yang pernah bekerja dengan grup Bring Me The Horizon, menghasilkan delapan dari sepuluh trek, sementara dua lagu lainnya dikerjakan oleh Von Korff, teknisi yang sudah lama menjadi bagian dari tim Muse. “Ini pertama kalinya kami memiliki produser tetap untuk seluruh album, meski membutuhkan sedikit penyesuaian dalam hal kontrol suara dan produksi,” katanya.

Mengambil Saran dari Chris Martin untuk Proses Penciptaan

Bellamy mengungkapkan bahwa timnya menerima masukan dari vokalis Coldplay, Chris Martin, untuk lebih terbuka dalam proses kreatif. “Kami sangat perfeksionis, jadi tantangannya adalah membiarkan Dan (Lancaster) mengatur bagian mixing dan produksi, percaya bahwa hasilnya akan memuaskan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pendekatan ini memberikan kesan segar, tetapi tetap mengusung identitas Muse yang khas.

Penamaan Album dan Tema Kehidupan Pribadi

NME melaporkan bahwa judul album “The Wow! Signal” diambil dari sinyal misterius yang diterima Bumi pada tahun 1976, yang diyakini berasal dari makhluk asing. Namun, tema lagu-lagu dalam album ini juga mencerminkan keinginan Bellamy untuk mengisi kekosongan emosional setelah perpisahan dengan model dan ibu dari dua anaknya, Elle Evans. “Saya mencoba mengekspresikan perasaan ini melalui musik, meski prosesnya sangat pribadi,” katanya.

Penyesuaian dan Hasil yang Membawa Perubahan

Bellamy menegaskan bahwa pengalaman sebagai produser tetap untuk album ini merupakan langkah penting. “Meski awalnya kami merasa tidak nyaman melepaskan kendali, tetapi ini justru memperkaya kreativitas kami,” ujarnya. Ia menyebutkan bahwa perubahan ini memungkinkan tim untuk menciptakan sesuatu yang lebih modern namun tetap konsisten dengan gaya Muse.

Respons Publik dan Tujuan Album

Dalam wawancara tersebut, Bellamy juga menjelaskan bahwa tujuan utama album ini adalah memberikan wawasan kepada pendengar mengenai fase hidupnya yang berat. “Saya ingin orang-orang bisa merasakan apa yang terjadi melalui musik ini,” katanya. Meski berusaha mencari jawaban di langit, ia akui bahwa kini ia fokus pada pengalaman di Bumi, terutama dalam menghadapi peran sebagai ayah tunggal.

Para Artist dan Kontribusi Kolaboratif

Lagu “Hush” dalam album ini menjadi kolaborasi dengan penyanyi Ellie Goulding, yang menambah dimensi artistik karya Muse. Selain itu, album ini juga mencakup lagu-lagu seperti “Cryogen”, “Hexagons”, “The Dark Forest”, dan “Shimmering Scars”, yang dikenal untuk menyajikan kisah-kisah visual dan emosional.

Antisipasi dan Perjalanan Mendatang

Dengan konsep panggung yang lebih maju dan keterlibatan produser baru, Muse diharapkan bisa menarik perhatian penggemar di seluruh dunia. Tur konser akan dimulai di Amerika Utara pada 2 Juli 2026, lalu melanjutkan perjalanan ke Inggris dan Eropa pada bulan November tahun yang sama. “Ini adalah momen penting bagi kami untuk mengeksplorasi kekuatan musik secara lebih luas,” katanya.

Perspektif Matt Bellamy tentang Proses Produksi

Bellamy juga mengakui bahwa kerja sama dengan Lancaster dan Von Korff memberikan dinamika baru dalam proses penciptaan. “Kami merasa lebih leluasa mempercayakan detail teknis kepada mereka, sementara kami fokus pada kreativitas musikal,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya memperkaya suara album, tetapi juga membuka ruang untuk eksperimen yang lebih berani.

Kesimpulan dan Harapan ke Depan

Sebagai bagian dari rangkaian tur, Muse berharap bisa menyajikan pengalaman yang memukau bagi para penggemar. “Ini bukan sekadar konser, tetapi pertunjukan yang memadukan teknologi dan narasi kosmik,” kata Bellamy. Dengan ekspresi emosional yang lebih dalam dan konsep visual yang inovatif, album ini menjadi jembatan antara kehidupan pribadinya dan karyanya sebagai musisi.

Insight dari Vokalis Muse tentang Album dan Tur

“The Wow! Signal” bukan hanya sekadar album, tapi juga refleksi perjalanan hidup Matt Bellamy yang penuh tantangan. Dari segi musikal, lagu-lagu ini menggambarkan keinginan untuk mengungkapkan kekosongan yang ia rasakan setelah kehilangan Elle Evans. “Saya mencoba menyampaikan cerita ini melalui suara dan lirik, agar penggemar bisa memahami apa yang sedang saya alami,” ujarnya.

Dalam persiapan tur, Bellamy tidak hanya memperhatikan aspek teknis, tetapi juga memfokuskan diri pada kondisi fisik. “Latihan adalah bagian penting dari perjalanan ini, karena saya ingin tampil optimal di setiap panggung,” katanya.

Terlepas dari perubahan dalam produksi, Bellamy yakin bahwa album ini tetap menjadi representasi dari esensi Muse. “Ini mengingatkan saya bahwa musik bisa menjadi sarana untuk menyampaikan perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata,” ujarnya.

Dengan konsep panggung yang mengusung teknologi laser dan tema luar angkasa, Muse mencoba menciptakan pengalaman imersif bagi penonton. “Saya ingin penonton merasa seperti berada di luar angkasa saat menyaksikan konser ini,” kata Bellamy.

Sebagai penutup, ia mengungkapkan bahwa album ini adalah penghargaan atas keberanian dan kerja keras selama ini. “Ini bukan hanya musik,