Latest Program: Presiden targetkan rampingkan BUMN, Dony Oskaria pastikan tak ada PHK

Presiden Targetkan Rampingkan BUMN, Dony Oskaria Pastikan Tak Ada PHK

Latest Program – Dalam acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) yang berlangsung di Jakarta, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana percepatan penyederhanaan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditargetkan mencapai 250 perusahaan. Hal ini diungkapkan saat ia menutup acara tersebut, Minggu, dan memberi perhatian khusus kepada Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) Danantara serta Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN. Dony turut memberikan jawaban atas pertanyaan Prabowo mengenai jumlah akhir BUMN setelah proses perampingan.

Penyederhanaan BUMN untuk Efisiensi

Presiden menjelaskan bahwa saat ini dari total lebih dari seribu perusahaan BUMN, telah ada lebih dari dua ratus yang dihilangkan. Pada tahap akhir, jumlah BUMN diharapkan berkurang hingga mencapai tiga ratus perusahaan, sebagaimana diungkapkan dalam pernyataannya. “Tujuan akhir adalah mengurangi jumlah perusahaan negara menjadi sekitar 250,” kata Dony Oskaria dalam jawaban singkatnya.

“Dari seribu lebih BUMN, sekarang kita sudah tutup lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal sekitar 300,” kata Presiden Prabowo.

Menurut Prabowo, perampingan ini penting untuk mengurangi beban biaya operasional yang tinggi. “Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup. Ini uang rakyat semua. Perusahaan tidak untung, hanya bayar overhead,” tuturnya. Ia menegaskan bahwa langkah ini bertujuan agar BUMN dapat fokus pada operasional yang lebih produktif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Pertahankan Karyawan dalam Proses Perampingan

Dony Oskaria menegaskan bahwa program perampingan BUMN tidak akan menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK). Ia menjelaskan bahwa seluruh karyawan yang ada di perusahaan-perusahaan yang ditutup akan tetap dipekerjakan dan menjadi bagian dari entitas usaha yang terbentuk melalui konsolidasi. “Pastinya Bapak Presiden tidak ingin ada PHK,” ujar Dony.

“Ujungnya nanti sekitar 250, Pak,” jawab Dony.

Dony menyebutkan bahwa penggabungan sejumlah BUMN akan menghasilkan efisiensi signifikan. Ia menjelaskan bahwa biaya tenaga kerja setiap tahun hanya mencapai Rp2 hingga Rp3 triliun, sementara penghematan yang diperoleh dari restrukturisasi dapat mencapai hingga Rp47 triliun. “Dengan mengambil seluruh karyawan dari perusahaan yang ditutup, kita masih bisa menghemat dana besar,” tambahnya.

Potensi Penghematan dan Strategi Konsolidasi

Dony Oskaria juga menyampaikan bahwa program konsolidasi BUMN berpotensi menghasilkan penghematan langsung hingga sekitar Rp50 triliun setiap tahun. Penghematan ini berasal dari penghapusan transaksi berlapis antara perusahaan induk, anak usaha, hingga perusahaan-perusahaan di bawahnya yang selama ini dinilai mengurangi efisiensi. “Seluruh karyawan tidak akan ada yang kita kurangi. Mereka akan menjadi bagian dari perusahaan-perusahaan hasil konsolidasi,” katanya dengan tegas.

“Kita hitung, biaya tenaga kerja setahun cuma Rp2 sampai Rp3 triliun. Kalau begitu saya ambil saja semua karyawannya, saya masih hemat Rp47 triliun,” katanya.

Dony menjelaskan bahwa saat ini, Danantara sedang melakukan perampingan terhadap sekitar 1.077 perusahaan BUMN. Tujuannya adalah mengurangi jumlah perusahaan tersebut menjadi sekitar 200 hingga 300 perusahaan, yang diharapkan selesai pada 2026. Menurutnya, sekitar 52 persen BUMN masih mengalami kerugian mencapai total Rp20 triliun, sehingga konsolidasi dianggap sebagai langkah yang mutlak dilakukan.

Transformasi BUMN dalam Dua Tahun

Presiden Prabowo menargetkan transformasi ini selesai dalam dua tahun ke depan, sehingga seluruh BUMN dapat memiliki tata kelola yang lebih baik. “Kita ingin BUMN menjadi lebih ramping, sehat, efisien, dan mampu memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional,” tambah Prabowo. Ia menekankan bahwa penyederhanaan BUMN bukan hanya untuk menurunkan jumlah perusahaan, tetapi juga untuk meningkatkan kinerja secara keseluruhan.

“Seluruh karyawan tidak akan ada yang kita kurangi. Mereka akan menjadi bagian dari perusahaan-perusahaan hasil konsolidasi. Kita tidak mau juga menzalimi karyawan karena itu bukan salah mereka,” katanya.

Menurut Dony, konsolidasi telah menunjukkan hasil nyata di sektor Pertamina. Ia menyebutkan bahwa penggabungan beberapa subholding di lingkungan Pertamina telah berhasil menghasilkan efisiensi hingga 600 hingga 700 juta dolar AS. “Langkah serupa juga akan diterapkan di kelompok usaha BUMN lainnya,” lanjutnya, menjelaskan bahwa efisiensi ini akan dijaga agar BUMN tetap beroperasi secara optimal.

Proses Pemangkasan dengan Tidak Mengorbankan Karyawan

Prabowo mengungkapkan bahwa selain menyederhanakan jumlah BUMN, pemerintah juga ingin memastikan keberlanjutan karyawan. Ia menilai bahwa biaya operasional perusahaan yang terlalu tinggi adalah salah satu tantangan utama. “Dengan menggabungkan perusahaan yang kurang efisien, kita dapat mengalihkan dana ke sektor-sektor yang lebih produktif,” ujarnya.

“Bagaimana Pak Dony Oskaria? Ujungnya kita bisa berapa BUMN?” tanya Presiden.

Dony menjelaskan bahwa penggabungan BUMN tidak hanya akan mengurangi jumlah perusahaan, tetapi