Main Agenda: PM Li Qiang sebut sektor AI China alami pertumbuhan
PM Li Qiang Sebut Sektor AI China Alami Pertumbuhan
Main Agenda – Dalian, China (ANTARA) – Dalam pidatonya di Pertemuan Tahunan untuk Para Juara Baru (Annual Meeting of the New Champions), yang dikenal sebagai Forum Davos Musim Panas, Perdana Menteri (PM) China Li Qiang mengungkapkan bahwa sektor kecerdasan buatan (AI) negara ini tengah mengalami pertumbuhan yang sangat cepat. Acara tersebut berlangsung di kota pesisir Dalian, wilayah timur laut Tiongkok, dan menarik perhatian sejumlah besar delegasi internasional. Li Qiang menyampaikan pernyataan tersebut pada Rabu, 18 September 2024, sebagai bagian dari diskusi mengenai inovasi teknologi dan peran AI dalam ekonomi global.
Breakthrough dalam Kinerja Model Bahasa Besar
Menurut PM Li Qiang, sejumlah model bahasa besar (LLM) yang dikembangkan Tiongkok berhasil menciptakan inovasi baru di bidang kinerja AI. Model-model ini, yang merupakan inti dari kemajuan teknologi di sektor kecerdasan buatan, telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan pemrosesan data dan pengambilan keputusan. “Kemajuan ini tidak hanya memperkuat daya saing Tiongkok di tingkat global, tetapi juga membuka peluang baru bagi industri teknologi dalam negeri,” tambahnya. Angka-angka yang diungkapkan dalam pidato tersebut menunjukkan perubahan drastis dalam cara Tiongkok mengembangkan dan menerapkan AI dalam berbagai sektor.
“Sektor AI China telah mengalami pertumbuhan eksplosif, dengan inovasi yang semakin pesat dan dampak yang semakin luas,” kata PM Li Qiang.
Selain mencapai titik baru dalam kecepatan dan kapasitas model-model tersebut, Tiongkok juga menunjukkan konsistensi dalam investasi dan pendekatan strategis untuk mendorong pengembangan AI. Menurut data terbaru, jumlah token yang diproses oleh model-model ini setiap hari mencapai lebih dari 100 triliun, yang menempatkan China di posisi teratas secara global. Token consumption ini menjadi indikator penting mengenai skalabilitas dan kecepatan pengolahan informasi oleh sistem AI, serta menunjukkan tingkat penggunaan teknologi di berbagai industri seperti layanan keuangan, perpajakan, dan kesehatan.
Langkah Menuju Penerapan Komersial Skala Besar
Li Qiang juga menyoroti perkembangan dalam bidang AI berwujud (embodied AI), yang mencakup penggunaan AI di lingkungan fisik melalui robotik, kendaraan otonom, dan sistem pengambilan keputusan otomatis. “AI berwujud mulai menunjukkan kemajuan signifikan, dengan langkah-langkah menuju penerapan komersial skala besar,” ujarnya. Perkembangan ini diprediksi akan mempercepat transformasi digital di berbagai sektor ekonomi, termasuk manufaktur dan logistik. PM Tiongkok menekankan bahwa inovasi dalam bidang ini tidak hanya bergantung pada kemajuan teknologi, tetapi juga pada kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta.
Forum Davos Musim Panas ini menjadi panggung penting bagi Tiongkok untuk memperkenalkan strategi dan rencana pengembangan AI kepada dunia internasional. Pidato Li Qiang menyoroti komitmen Tiongkok untuk menjadikan AI sebagai salah satu pilar utama ekonomi digitalnya. “Kita sedang membangun fondasi yang kuat untuk mendorong ekosistem AI yang mandiri dan berkelanjutan,” tuturnya. Dalam konteks ini, China berharap untuk meningkatkan kapasitas riset dan pengembangan teknologi, serta memperluas penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Pertumbuhan Eksplosif dan Perbandingan Global
Menurut laporan terkini, Tiongkok telah menjadi salah satu negara dengan laju pertumbuhan AI tercepat di dunia. Hal ini berdampak pada perubahan pola kehidupan, termasuk dalam bidang layanan publik dan pendidikan. “Kita telah melihat pergeseran signifikan dalam cara orang-orang berinteraksi dengan teknologi, dari sekadar penggunaan aplikasi hingga otomatisasi proses kompleks,” kata Li Qiang. Dengan konsumsi token yang terus meningkat, Tiongkok berada di jalur untuk menguasai pasar global dalam teknologi AI.
Dalam pidato tersebut, PM Li Qiang juga menyebutkan bahwa pemerintah Tiongkok terus memberikan dukungan melalui kebijakan yang strategis dan investasi besar-besaran. “Kami berkomitmen untuk mendorong kerja sama internasional serta meningkatkan kapasitas lokal dalam pengembangan AI,” jelasnya. Hal ini menunjukkan bahwa Tiongkok tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguasaan teknologi di tingkat global. Konsumsi token yang tinggi dan kemajuan dalam model bahasa besar menjadi bukti kuat bahwa AI telah menjadi bagian integral dari transformasi ekonomi dan sosial negara ini.
Sejumlah anggota delegasi dari negara-negara lain mengapresiasi kecepatan pertumbuhan Tiongkok di sektor AI. “China telah menunjukkan kemampuan untuk menjadi pionir dalam inovasi teknologi,” kata salah satu peserta. Namun, PM Li Qiang mengingatkan bahwa pertumbuhan ini perlu diimbangi dengan kehati-hatian dalam hal regulasi dan keberlanjutan. “Kita harus memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak mengabaikan aspek sosial dan lingkungan,” tambahnya. Ini menegaskan bahwa Tiongkok tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pembangunan yang seimbang dan berkelanjutan.
Dalam rangka mengembangkan AI, Tiongkok juga meningkatkan penggunaan data lokal sebagai fondasi pengambilan keputusan. “Kami memanfaatkan data yang kaya dan beragam untuk melatih model-model AI yang lebih canggih,” ujar Li Qiang. Dengan memperkuat infrastruktur data dan investasi dalam riset, Tiongkok bertujuan untuk menjadi pusat inovasi global dalam bidang kecerdasan buatan. PM Tiongkok berharap bahwa pertumbuhan sektor AI ini akan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, termasuk dalam meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas.
Perkembangan AI di Tiongkok juga menjadi bahan pembicaraan dalam diskusi global selama Forum Davos Musim Panas. Peserta dari berbagai negara mengapresiasi upaya Tiongkok dalam mengembangkan teknologi yang inovatif, tetapi juga mengingatkan pentingnya kerja sama internasional. “Kita harus membangun kerja sama yang lebih erat antar negara untuk menghadapi tantangan dan peluang di era AI,” kata salah satu delegasi. PM Li Qiang menyetujui pernyataan tersebut dan menegaskan bahwa Tiongkok siap menjadi mitra utama dalam pengembangan teknologi di tingkat global.
Dengan semua langkah yang telah diambil, Tiongkok menunjukkan komitmen kuat untuk menjadikan AI sebagai penggerak utama dalam pertumbuhan ekonomi. “Kami yakin bahwa AI akan menjadi aset penting bagi negara-negara berkembang,” ujar Li Qiang. Pidato ini memperkuat gambaran bahwa Tiongkok sedang bergerak cepat dalam menguasai teknologi kecerdasan buatan, dengan peluang untuk menjadi pemimpin di berbagai sektor industri.
