Main Agenda: Portugal dipaksa seri 1-1 oleh Kongo dalam laga perdana Grup K
Portugal Berhasil Imbang 1-1 dengan Kongo dalam Pertandingan Pembuka Grup K
Main Agenda – Jakarta, Antaranews.com – Portugal memperoleh hasil imbang 1-1 saat menghadapi Republik Demokratik Kongo dalam laga perdana Grup K di Houston Stadium, Amerika Serikat, Rabu (tanggal spesifik). Ini menjadi kejutan di babak awal Piala Dunia 2026, terutama setelah Brazil dan Spanyol juga gagal meraih kemenangan di pertandingan mereka masing-masing. Cristiano Ronaldo, yang kembali tampil sejak menit pertama, menjadi sorotan karena menjadi pemain kedua yang berpartisipasi di enam edisi Piala Dunia setelah Lionel Messi. Namun, penampilannya di laga ini terbilang kurang mengesankan dibandingkan Messi yang mencetak hattrick di hari sebelumnya.
Awal yang Cepat, Portugal Torehkan Gol di Menit Ke-6
Pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi sejak awal. Portugal, yang diunggulkan, mengambil inisiatif serangan dan mencetak gol di menit ke-6. Joao Neves menjadi pahlawan saat memanfaatkan umpan silang yang matang dari Pedro Neto, lalu menjebol gawang Kongo dengan tendangan sundulan. Keunggulan ini membuat atmosfer di stadion semakin memanas, namun timnas Kongo segera merespons.
“Kami tahu ini akan sulit, tapi kami mencoba memberikan tekanan sejak awal,” kata pelatih Portugal, Roberto Martinez, setelah pertandingan selesai.
Dalam babak pertama, Kongo melakukan serangan balik yang efektif. Mereka akhirnya menyamakan kedudukan di menit ke-41 melalui tandukan Yoane Wissa, setelah menerima umpan silang dari Arthur Masuaku. Gol ini memberikan angin segar bagi tim asal Afrika, yang berhasil mengubah skor menjadi 1-1 sebelum turun minum.
Kongo Bertahan, Portugal Kesulitan Mencetak Gol Kedua
Babak kedua dimulai dengan dominasi bola yang terus dimiliki Portugal. Tim asuhan Martinez menguasai permainan dengan 68 persen penguasaan bola, tetapi kesulitan mencetak gol tambahan. Sejumlah peluang tercipta, termasuk aksi akrobatik Joao Cancelo di menit ke-55 yang berbuah gol, namun dianulir karena keputusan offside. Kongo juga menunjukkan ketangguhan pertahanan mereka, dengan Cedric Bakambu hampir membawa timnya unggul setelah tendangan kerasnya membentur tiang gawang di menit ke-58.
“Kami sangat dekat, tapi ketahanan pertahanan mereka luar biasa,” komentar pemain Portugal, Bruno Fernandes, usai pertandingan.
Dalam usaha memperkuat serangan, Martinez melakukan perubahan formasi. Rafael Leao, Francisco Conceicao, dan Goncalo Ramos masuk sebagai pengganti, memperlihatkan strategi tim untuk menekan pertahanan Kongo. Ronaldo, yang tampil sebagai kapten, juga mencoba memanfaatkan peluang, tetapi tendangannya di menit ke-68 melesat melebar dari gawang.
Perjalanan Piala Dunia Kongo dan Harapan Portugal
Dengan hasil imbang ini, Portugal kini harus fokus pada laga berikutnya melawan Uzbekistan, yang menjadi penantang berat. Tim asuhan Martinez perlu memperbaiki performa mereka untuk memastikan kemenangan, sebab skor 1-1 memberi Kongo keuntungan berharga. Kongo, di sisi lain, mendapatkan pengalaman berharga dari pertandingan melawan salah satu unggulan grup, sekaligus menunjukkan potensi mereka di kancah internasional.
Kongo menunjukkan konsistensi dalam pertahanan dan serangan. Kombinasi antara pemain muda dan pengalaman seperti Axel Tuanzebe dan Lionel Mpasi membantu mereka mempertahankan skor. Meski tidak sempurna, hasil ini menjadi bekal penting untuk perjalanan Piala Dunia mereka. Sementara Portugal, meski tidak meraih kemenangan, tetap memperlihatkan dominasi mereka dalam penguasaan bola dan keberanian menyerang.
Pertandingan ini juga menarik karena penampilan Ronaldo. Meski gagal mencetak gol, ia tetap aktif di lapangan, memberikan energi dan menginspirasi rekan-rekannya. Namun, ia mengakui bahwa timnya perlu meningkatkan konsistensi untuk meraih hasil yang lebih baik. “Kami harus lebih baik dalam penyelesaian peluang, terutama di menit-menit akhir,” ujarnya.
Kemenangan atas Uzbekistan menjadi target utama Portugal. Tim asuhan Martinez harus memaksimalkan keunggulan mereka di lini depan dan mengatasi tekanan pertahanan Kongo yang rapat. Sementara Kongo, yang berada di posisi kedua dalam grup, menunjukkan kemampuan mereka untuk menjadi pesaing serius. Hasil ini memperlihatkan bahwa Group K akan menjadi sengit, dengan beberapa tim yang mampu menyaingi unggulan.
Susunan pemain Portugal: Diogo Costa; Tomas Araujo, Renato Veiga, Joao Cancelo, Nuno Mendes (Nelson Semedo 72′); Bruno Fernandes, Bernardo Silva (Francisco Conceicao 46′), Joao Neves, Vitinha (Goncalo Ramos 83′); Cristiano Ronaldo, Pedro Neto (Rafael Leao 72′).
Susunan pemain Republik Demokratik Kongo: Lionel Mpasi; Aaron Wan-Bissaka (Gedeon Kalulu 85′), Steve Kapuadi, Axel Tuanzebe, Chancel Mbemba, Arthur Masuaku (Joris Kayembe 74′); Ngal’ayel Mukau (Noah Sadiki 57′), Samuel Moutoussamy, Edo Kayembe (Charles Pickel 74′); Cédric Bakambu (Simon Banza 85′), Yoane Wissa.
Dengan hasil ini, Portugal dan Kongo kembali ke Jakarta dengan harapan besar. Namun, mereka harus bergerak cepat untuk menghadapi tantangan di laga berikutnya, terutama mengingat ketatnya persaingan di Grup K. Pertandingan yang berlangsung sengit dan penuh drama ini hanya menjadi awal dari perjalanan panjang yang menantikan.
