Special Plan: Unhas dan Perminas kolaborasi perkuat industri mineral
Unhas dan Perminas Kolaborasi Perkuat Industri Mineral
Langkah Strategis dalam Membangun Sektor Pertambangan
Special Plan – Di Makassar, Universitas Hasanuddin (Unhas) telah mengumumkan kemitraan strategis dengan PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) Persero. Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat hilirisasi riset serta pengembangan teknologi di bidang mineral, sebagai upaya mendukung pertumbuhan industri pertambangan nasional. Rektor Unhas, Prof Dr Jamaluddin Jompa (JJ), mengatakan bahwa kerja sama ini menjadi bagian penting dari sinergi antara dunia akademik dan sektor industri. Ia menegaskan bahwa peran perguruan tinggi dalam menghasilkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi sangat krusial untuk mengatasi tantangan pembangunan.
Kemitraan antara Unhas dan Perminas diharapkan mampu membuka peluang kerja sama yang lebih luas, terutama dalam bidang penelitian, inovasi, dan penguatan sumber daya manusia. Menurut JJ, inisiatif ini tidak hanya memperkuat kapasitas akademik kampus, tetapi juga menciptakan ruang untuk menghasilkan kontribusi nyata bagi masyarakat serta industri mineral strategis. “Dengan kolaborasi ini, kita bisa merancang program-program yang tidak hanya berfokus pada kebutuhan industri saat ini, tetapi juga menyiapkan fondasi untuk pertumbuhan di masa depan,” ujarnya setelah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di kampus Unhas.
“Unhas berkomitmen untuk menghadirkan solusi berbasis riset bagi berbagai tantangan pembangunan,” kata Jamaluddin Jompa. “Kemitraan dengan Perminas diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang penelitian, pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga implementasi program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan industri mineral strategis,” lanjutnya.
Perminas sebagai Badan Usaha Milik Negara Baru
Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) Persero, yang baru didirikan pada November 2025, menempati posisi penting dalam sektor pertambangan dan pengolahan mineral. Direktur Utama Perminas, Gilarsi W. Setijono, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dengan Unhas, yang dianggap sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di Indonesia. “Kami percaya bahwa sinergi antara dunia industri dan perguruan tinggi adalah faktor kunci dalam mendorong inovasi, pengembangan teknologi, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan sektor mineral di masa depan,” ungkap Gilarsi.
Perminas bergerak di bidang pengelolaan mineral strategis, seperti emas, nikel, tembaga, serta logam tanah jarang (rare earth mineral). Perusahaan ini memiliki visi untuk meningkatkan kualitas produksi dan memastikan keberlanjutan sumber daya mineral di Indonesia. Gilarsi menambahkan bahwa kerja sama dengan Unhas akan memperkuat kemampuan Perminas dalam menciptakan solusi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat secara keseluruhan.
“Kami meyakini bahwa sinergi antara dunia industri dan perguruan tinggi merupakan faktor kunci dalam mendorong inovasi, pengembangan teknologi, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan industri mineral di masa depan,” ungkap Gilarsi W. Setijono.
Potensi Kolaborasi untuk Masa Depan
Kerja sama antara Unhas dan Perminas tidak hanya terbatas pada riset dan teknologi, tetapi juga mencakup berbagai aspek pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan inovasi. Dalam MoU yang ditandatangani, kedua pihak sepakat menjajaki bentuk kerja sama yang komprehensif, seperti program pelatihan keterampilan, penelitian bersama, serta penerapan hasil riset ke dalam praktik industri. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing sumber daya manusia dalam sektor mineral, yang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain itu, kolaborasi ini juga bertujuan untuk menciptakan sistem manajemen sumber daya mineral yang lebih berkelanjutan. Dengan memadukan keahlian akademik dan pengalaman industri, Unhas dan Perminas berkomitmen menghasilkan solusi yang tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan ekosistem pertambangan yang ramah lingkungan. “Kami ingin menghasilkan program-program yang memberikan nilai tambah, baik secara ekonomi maupun sosial,” jelas Gilarsi. Target utama adalah mengembangkan kebijakan dan teknologi yang bisa diterapkan di seluruh Indonesia, terutama di daerah-daerah dengan potensi tambang besar.
Peran Perguruan Tinggi dalam Penguatan Industri
Rektor Unhas menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran sentral dalam menghasilkan SDM yang berkualitas tinggi, terutama di bidang teknologi dan inovasi. “Dengan adanya kerja sama ini, kita bisa menyiapkan generasi muda yang siap memimpin transformasi sektor mineral,” tambah Jamaluddin Jompa. Ia juga menyebutkan bahwa Unhas akan berkontribusi dalam penelitian yang berfokus pada pengolahan mineral berbasis teknologi tinggi, seperti penggunaan energi terbarukan dalam proses tambang atau penerapan AI untuk efisiensi produksi.
Kemitraan ini juga diperkirakan akan mempercepat penerapan teknologi di lingkungan kerja Perminas. Dengan dukungan akademik, Perminas bisa mengembangkan metode pengolahan mineral yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Selain itu, program pelatihan dan sertifikasi yang akan dirancang bersama Unhas diharapkan mampu meningkatkan kompetensi para pekerja di sektor pertambangan. “Kami ingin membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan, baik bagi akademisi maupun praktisi,” pungkas JJ.
Adapun Perminas, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru, memiliki peran khusus dalam pengelolaan mineral strategis yang mendukung kebutuhan nasional. Perusahaan ini dirancang untuk menjadi penghubung antara pemerintah, industri, dan akademisi dalam mengelola sumber daya mineral secara optimal. Dengan keterlibatan Unhas, Perminas bisa memperkuat kompetensinya dalam menghadapi tantangan global, seperti persaingan harga dan kebutuhan lingkungan yang semakin ketat.
Dalam jangka panjang, kolaborasi ini diharapkan akan menjadi contoh sukses dalam sinergi antara institusi pendidikan dan sektor usaha. Kedua pihak bersamaan akan berupaya menciptakan inovasi yang bisa diterapkan di seluruh rantai pasok mineral, mulai dari eksploitasi hingga pemanfaatan. “Kemitraan ini adalah langkah awal dari rencana yang lebih besar untuk mengembangkan industri mineral Indonesia menjadi salah satu yang paling inovatif di Asia Tenggara,” tutur Gilarsi.
Hal ini menunjukkan komitmen kedua belah pihak untuk membangun ekosistem yang seimbang antara pendidikan, riset, dan kebutuhan industri. Dengan pendekatan holistik, kolaborasi Unhas dan Perminas diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, kualitas, serta tanggung jawab sosial sektor pertambangan nasional. Keberhasilan kerja sama ini juga akan menjadi batu loncatan untuk menciptakan kebijakan yang lebih adaptif dan berkelanjutan di masa depan.
