Pertamina tambah pasokan LPG 3kg di Bali libur 1 Muharram dan Galungan
Pertamina Perkuat Pasokan LPG 3kg di Bali untuk Antisipasi Libur Tahun Baru Islam dan Galungan
Pertamina tambah pasokan LPG 3kg di Bali – Denpasar, Bali – Dalam rangka menghadapi masa libur besar yang terjadi di Bali, Pertamina Patra Niaga mengambil langkah strategis dengan menambah pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi berkapasitas tiga kilogram. Tindakan ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan bahan bakar gas bagi masyarakat selama perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah serta Hari Raya Galungan dan Kuningan. Manager Komunikasi, Relasi dan CSR Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa langkah penyaluran tambahan ini bertujuan memitigasi lonjakan permintaan yang diperkirakan terjadi selama periode libur.
Dalam pernyataannya di Denpasar, Ahad Rahedi mengungkapkan bahwa kebutuhan energi selama libur besar akan meningkat secara signifikan, terutama di wilayah Bali yang menjadi destinasi utama wisata religi dan budaya. Untuk mengatasi hal ini, Pertamina melakukan distribusi tambahan di luar operasional sehari-hari. “Kami telah menyiapkan alokasi tambahan untuk memenuhi permintaan,” katanya, Selasa (14/6).
“Kami telah memitigasi melalui penyaluran tambahan di luar penyaluran reguler,” kata Manager Komunikasi, Relasi dan CSR Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Ahad Rahedi di Denpasar, Bali, Selasa. Ia merinci dari total penyaluran tambahan itu sebanyak 159.040 tabung atau setara 477 metrik ton disalurkan saat libur Tahun Baru Islam yang jatuh pada Selasa (16/6). Alokasi itu mencapai 59 persen dari rata-rata konsumsi harian di Bali.
Pertamina juga menambah stok LPG subsidi sebanyak 258.160 tabung untuk menyambut Hari Raya Galungan yang puncaknya jatuh pada Rabu (17/6) dan Hari Raya Kuningan pada Sabtu (27/6). Jumlah penyaluran tambahan ini mencapai hingga 95 persen dari rata-rata penyaluran harian. Sementara itu, rata-rata penyaluran harian LPG ukuran tiga kilogram di Bali pada Juni 2026 mencapai 270.568 tabung LPG subsidi.
Di sisi lain, Pertamina tetap memantau stok bahan bakar minyak (BBM) secara intensif. Pihaknya akan melakukan penebalan stok sesuai kebutuhan dan mengecek fasilitas SPBU, termasuk aspek kuantitas dan kualitas BBM. Ahad Rahedi menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan memastikan ketersediaan bahan bakar selama masa libur. “Stok energi dalam kondisi aman dan tercukupi, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tambahnya.
Pertamina Ajak Masyarakat Hindari Panic Buying
Ahad Rahedi juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian LPG secara berlebihan. “Masyarakat jangan mudah terpancing oleh informasi yang belum tentu kebenarannya, jangan sampai kekhawatiran dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab,” tegasnya. Ia menekankan bahwa Pertamina telah memperhitungkan fluktuasi permintaan dan memastikan pasokan terjaga optimal.
Kebijakan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menstabilkan harga energi di tengah lonjakan aktivitas wisata dan ibadah. Bali, yang menjadi salah satu kawasan wisata religi terbesar di Indonesia, biasanya mengalami peningkatan penggunaan LPG selama hari libur. Dengan tambahan pasokan ini, Pertamina ingin mengurangi risiko kehabisan stok dan menjaga kestabilan harga untuk masyarakat umum.
Penyaluran LPG subsidi di Bali juga didukung oleh pengaturan distribusi yang lebih efisien. Sebagai bahan bakar subsidi, LPG 3kg dengan tabung melon berwarna hijau diperuntukkan bagi masyarakat miskin, sementara LPG non subsidi berwarna merah muda ditujukan kepada keluarga dengan ekonomi lebih terjamin. Pemisahan ini bertujuan memastikan akses bahan bakar bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama selama masa libur.
Direktur Pertamina menambahkan bahwa langkah penyaluran tambahan ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan harian, tetapi juga untuk menjaga ketersediaan selama jangka waktu tertentu. “Pertamina terus memantau situasi dan melakukan penyesuaian distribusi sesuai kebutuhan,” ujarnya. Hal ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung kebutuhan energi masyarakat, khususnya di daerah dengan intensitas permintaan tinggi.
Libur Tahun Baru Islam dan Galungan memiliki makna khusus bagi masyarakat Bali. Sebagai perayaan agama dan budaya, kedua acara ini sering kali menarik perhatian wisatawan dan masyarakat lokal. Aktivitas seperti tradisi melipat gandakan, penyembelihan hewan, serta penggunaan bahan bakar untuk keperluan ibadah dan pesta menjadi penyebab utama kenaikan konsumsi LPG. Dengan pasokan yang ditingkatkan, Pertamina memastikan bahwa kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa gangguan.
Sebagai informasi tambahan, LPG subsidi 3kg tergolong kebutuhan pokok bagi sebagian besar warga Bali, terutama bagi masyarakat yang tidak memiliki penghasilan tetap. Penyaluran tambahan ini juga memperkuat kepercayaan publik terhadap kebijakan subsidi yang dirasa cukup memberikan manfaat bagi masyarakat ekonomi lemah. “Kebijakan ini membantu mengurangi beban pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari,” jelas Ahad Rahedi.
Di samping itu, Pertamina mengingatkan masyarakat agar tidak panik memborong bahan bakar. “Pembelian secara bijak sesuai kebutuhan lebih baik daripada membeli berlebihan,” sarannya. Dengan pasokan yang terjaga, Pertamina yakin masyarakat Bali akan tetap merasakan manfaat dari subsidi LPG selama masa libur. Pihaknya juga siap memberikan informasi terkini terkait distribusi stok dan harga bahan bakar untuk mencegah penyebaran informasi yang tidak akurat.
Langkah penambahan pasokan LPG ini menjadi salah satu contoh bagaimana Pertamina berupaya meningkatkan layanan kepada masyarakat. Dengan memperhatikan kebutuhan musiman dan fluktuasi permintaan, perusahaan energi nasional ini terus beradaptasi untuk menjaga ketersediaan energi dan memastikan keadilan dalam pemanfaatan subsidi. Pertamina juga menegaskan bahwa sistem distribusi tetap berjalan lancar, sehingga masyarakat dapat memperoleh LPG secara tepat waktu dan aman.
