Latest Program: PLN perkuat ekosistem kendaraan listrik Jatim guna wujudkan NZE 2060

PLN Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Jatim untuk Wujudkan NZE 2060

Latest Program – Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) – PT PLN (Persero) tengah mengejar pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Jawa Timur sebagai bagian dari upaya mendukung program pemerintah menuju target Net Zero Emissions (NZE) 2060. Inisiatif ini bertujuan mempercepat adopsi kendaraan listrik di berbagai sektor, termasuk transportasi dan logistik, untuk menciptakan dampak lingkungan yang signifikan. Langkah ini dilakukan dengan kolaborasi antara PLN Group Jawa Timur, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan PT Hartono Istana Teknologi (Polytron), yang diklaim mampu menghadirkan solusi terintegrasi untuk mendukung transisi energi bersih.

Kemitraan Strategis untuk Mendorong Transformasi Energi

Dalam pernyataannya, General Manager PLN UID Jawa Timur Ahmad Mustaqir menekankan bahwa upaya perusahaan ini adalah bagian dari program strategis Coreboost 2.0. “Program ini dirancang agar memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Jawa Timur, tidak hanya berupa pengurangan emisi karbon, tetapi juga membentuk kebiasaan hidup ramah lingkungan melalui penggunaan kendaraan listrik,” ujarnya di Surabaya, Senin. Ia menjelaskan bahwa langkah ini memastikan peran PLN dalam membangun ekosistem yang lebih luas, yang melibatkan keikutsertaan dari berbagai sektor.

“Kami memastikan program ini memberikan manfaat signifikan dan berkelanjutan dalam menjaga kelestarian bumi sehingga tercipta ekosistem yang tidak hanya berfokus pada kendaraan listrik saja tetapi juga membentuk budaya Electrifying Lifestyle bagi masyarakat Jawa Timur,” katanya.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan PLN adalah menargetkan penggantian kendaraan operasional petugas pencatat meter. Dalam jangka waktu tertentu, total kendaraan yang akan beralih ke listrik mencapai 3.335 unit, yang akan didistribusikan secara bertahap. Pengembangan ini didasari oleh kebutuhan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, terutama dalam layanan distribusi energi listrik yang saat ini masih menggunakan kendaraan konvensional.

Dukungan Sektor Perbankan dalam Meningkatkan Akses

Kemitraan dengan BRI menjadi fokus utama dalam memperluas akses pembiayaan kendaraan listrik. Regional Consumer Business Head BRI Regional Office Surabaya, Tri Prasetyo Hadi Nugroho, menyatakan bahwa dukungan finansial yang mudah dan terjangkau menjadi kunci utama dalam meningkatkan penggunaan kendaraan listrik. “Kami percaya bahwa solusi pembiayaan yang terintegrasi dapat mendorong lebih banyak masyarakat dan pelaku usaha untuk beralih ke kendaraan listrik, terutama di daerah dengan aksesibilitas yang terbatas,” tambahnya.

Sementara itu, PLN Group Jawa Timur bekerja sama dengan Polytron untuk menyediakan layanan perawatan dan perlindungan asuransi kendaraan listrik. Head of Group Product EV2W PT Hartono Istana Teknologi, Ilman Fachrian Fadly, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen Polytron dalam mendukung pemanfaatan teknologi baterai sebagai bagian dari upaya mengurangi emisi karbon. “Kami berharap ekosistem yang dibangun dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia, sekaligus memperkuat transisi energi bersih secara nasional,” ujarnya.

Peran Teknologi dalam Menciptakan Ekosistem Kuat

Langkah ini tidak hanya melibatkan perubahan infrastruktur fisik, tetapi juga inisiatif teknologi yang mendukung penggunaan baterai dan pengisian daya secara efisien. PLN Group Jawa Timur melihat bahwa ekosistem kendaraan listrik yang komprehensif memerlukan sinergi antara penyedia energi, manufaktur, dan layanan pendukung. “Kolaborasi lintas sektor menunjukkan pentingnya integrasi antara berbagai unit usaha untuk mencapai tujuan NZE 2060 secara cepat dan berkelanjutan,” tambah Susiana Mutia, Direktur Utama PLN Electricity Services.

Kemitraan antara PLN Group Jawa Timur, BRI, dan Polytron dinilai sebagai fondasi penting dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Susiana Mutia mengatakan bahwa kerja sama ini membuka peluang untuk memperluas akses layanan listrik, termasuk pengisian daya, serta memastikan keandalan ekosistem yang dibangun. “Dukungan dari sektor energi, perbankan, manufaktur, dan layanan pendukung menjadi dasar bagi transisi energi bersih yang terukur,” tuturnya.

Pengembangan ekosistem kendaraan listrik juga diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif dari masyarakat. Mustaqir menambahkan bahwa program ini bertujuan membentuk budaya kehidupan yang lebih ramah lingkungan, termasuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor berbahan bakar minyak. “Dengan mengubah pola transportasi, kami berharap masyarakat Jawa Timur bisa menjadi bagian dari solusi nasional untuk menghadapi perubahan iklim,” ujarnya.

Langkah Strategis untuk Menghadapi Perubahan Iklim

Program NZE 2060 menuntut transformasi total dalam penggunaan energi, dan PLN berperan aktif dalam memastikan hal tersebut tercapai. Pemimpin perusahaan menjelaskan bahwa ekosistem kendaraan listrik yang dikembangkan di Jawa Timur akan menjadi bagian dari jaringan nasional yang lebih luas. “Kami menyiapkan skema yang mampu menjangkau segala kalangan, baik dari sektor publik maupun swasta, untuk menciptakan ekosistem yang berkelanjutan,” kata Mustaqir.

Kemitraan dengan BRI dan Polytron juga memberikan peluang untuk mengembangkan infrastruktur pengisian daya yang terjangkau. Tri Prasetyo Hadi Nugroho menekankan bahwa perbankan memiliki peran krusial dalam menyediakan dana investasi yang dibutuhkan untuk pengembangan teknologi dan jaringan kendaraan listrik. “Dengan dukungan pembiayaan, perusahaan dan masyarakat bisa lebih mudah mengakses solusi listrik yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Ilman Fachrian Fadly mengatakan bahwa Polytron berkomitmen untuk menyediakan kendaraan listrik dengan berbagai varian, termasuk desain yang ramah lingkungan dan efisien. “Kami ingin memastikan bahwa setiap kendaraan listrik yang diproduksi dapat menjadi bagian dari solusi emisi karbon yang lebih besar,” tutupnya.

Dengan pengembangan ini, PLN Group Jawa Timur menargetkan peningkatan penggunaan kendaraan listrik sekaligus memperkuat kerja sama dengan pihak lain. Tujuan utamanya adalah menciptakan ekosistem yang selaras dengan target emisi nol bersih pada tahun 2060. Pemimpin perusahaan berharap langkah ini bisa menjadi model bagi daerah lain, sekaligus memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan ekonomi secara bersamaan.