Special Plan: IABEE PII peroleh pengakuan internasional dalam IEAM 2026
Pencapaian IABEE PII Dalam Pertemuan Internasional IEAM 2026
Kemajuan Sistem Akreditasi Pendidikan Teknik Indonesia
Special Plan – Jakarta – Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Teknik dan Keinsinyuran (IABEE) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) berhasil meraih pengakuan internasional dalam acara International Engineering Alliance Meetings (IEAM) 2026 yang diadakan di Afrika Selatan. Pencapaian ini tidak hanya menunjukkan prestasi akreditasi pendidikan tinggi teknik di Indonesia, tetapi juga memperkuat posisi sistem penjaminan kualitas tersebut dalam ranah global. Menurut Teguh Haryono, Sekretaris Jenderal PII, capaian ini menjadi bukti bahwa upaya pengembangan sistem akreditasi di Indonesia telah membuahkan hasil yang signifikan. “Sistem akreditasi yang dikembangkan Indonesia kini terakui secara internasional, terutama dalam menjamin standar pendidikan teknik yang kredibel dan selaras dengan praktik terbaik dunia,” katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.
Kerja Sama Pemangku Kepentingan untuk Memperkuat Kualitas
Pencapaian IABEE PII sebagai Provisional Signatory Sydney Accord dan Dublin Accord bukanlah hasil tiba-tiba. Ini merupakan hasil dari kolaborasi intensif antara berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, industri, dan organisasi akreditasi. Teguh menjelaskan, akreditasi pendidikan teknik di Indonesia telah melalui proses penyesuaian dan perbaikan berkelanjutan untuk mencapai tingkat kematangan yang diinginkan. “Kerja sama yang terjalin dengan pihak luar membantu memperkuat struktur penjaminan kualitas, serta memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam proses evaluasi,” ujarnya.
Peran Sydney Accord dan Dublin Accord
Sydney Accord dan Dublin Accord masing-masing memiliki fungsi yang berbeda dalam menunjang pengakuan internasional. Dalam pernyataannya, Teguh Haryono menyampaikan bahwa Sydney Accord berperan dalam mengakui kesetaraan program pendidikan teknologi engineering (engineering technology), sedangkan Dublin Accord fokus pada pengakuan program untuk teknisi teknik (engineering technician). “Kedua perjanjian ini membentuk kerangka kerja yang saling melengkapi, sehingga memastikan kualitas pendidikan teknik Indonesia dapat diakui secara luas di berbagai negara,” tambahnya.
Manfaat Strategis bagi Perguruan Tinggi dan Industri
Pengakuan internasional yang diperoleh IABEE PII diharapkan akan memberikan dampak luas bagi sektor pendidikan teknik nasional. Teguh mengatakan, dengan status sebagai Provisional Signatory, sistem akreditasi Indonesia bisa memberikan ruang baru bagi perguruan tinggi dalam membangun hubungan internasional, termasuk kerja sama akademik dan pertukaran mahasiswa. “Selain itu, hal ini meningkatkan daya saing lulusan Indonesia di tingkat global, karena mereka akan lebih mudah diakui oleh institusi pendidikan dan industri di luar negeri,” terangnya.
Kualitas Tata Kelola Akreditasi yang Terus Berkembang
Teguh Haryono juga menekankan bahwa pengakuan internasional ini menjadi bukti bahwa tata kelola akreditasi di Indonesia terus berkembang. “Proses akreditasi yang diterapkan kini lebih sistematis dan berbasis bukti, sehingga memenuhi ekspektasi komunitas internasional,” jelasnya. Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan berbagai inisiatif untuk menyelaraskan standar pendidikan teknik dengan protokol internasional, termasuk memperbarui pedoman akreditasi dan meningkatkan kapasitas tim evaluator.
Langkah Selanjutnya untuk Penguatan Kualitas
Dalam IEAM 2026, IABEE PII juga berharap bisa memperluas kolaborasi dengan organisasi akreditasi lainnya. “Kita akan terus berupaya meningkatkan kualitas program pendidikan teknik, termasuk mengadakan pelatihan dan pertukaran pengetahuan dengan negara-negara yang sudah lebih dahulu terakui,” ujar Teguh. Ia menjelaskan, langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa pendidikan teknik Indonesia bisa tetap relevan di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan industri global.
Komitmen PII untuk Pengembangan Pendidikan Teknik
PII, sebagai lembaga pengawas utama, berkomitmen untuk menjaga konsistensi dan kualitas akreditasi. “Kita juga memperhatikan kebutuhan masyarakat lokal dan industri dalam menyesuaikan standar pendidikan teknik,” tambahnya. Ia menyoroti pentingnya adaptasi terhadap dinamika pasar tenaga kerja, terutama dalam menghadapi era digitalisasi.
Pengakuan yang Membuka Peluang Baru
Pengakuan internasional ini, menurut Teguh, juga membuka peluang bagi mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi di luar negeri atau bekerja di perusahaan multinasional. “Dengan standar akreditasi yang sama dengan negara lain, lulusan Indonesia akan lebih mudah diakui oleh mitra internasional, termasuk dalam kegiatan kerja sama proyek atau program pertukaran,” ujarnya.
Harapan untuk Kekuatan Ekonomi Nasional
Selain manfaat akademik, Teguh menegaskan bahwa pengakuan internasional akan memperkuat keberadaan Indonesia dalam menghadapi tantangan global. “Dengan tata kelola akreditasi yang terstruktur, kita bisa membangun kepercayaan dunia terhadap kemampuan pendidikan teknik Indonesia,” katanya. Ia mengharapkan ini bisa mempercepat perluasan akses pendidikan teknik ke daerah-daerah terpencil, serta meningkatkan kualitas tenaga ahli di industri dalam negeri.
Perjalanan Menuju Kesetaraan Internasional
Proses akreditasi yang dilakukan IABEE PII sejak tahun 2010 telah menghasilkan perubahan signifikan. “Dari awal, kita menekankan bahwa akreditasi harus menjadi dasar untuk menjamin kualitas program pendidikan teknik,” ujar Teguh. Ia menyebutkan, perjalanan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pemangku kepentingan di tingkat nasional dan internasional, untuk memastikan prosesnya transparan dan objektif.
