Dishut Kalsel luncurkan Rimba Mart perluas pasar HHBK kelompok tani
Dishut Kalsel luncurkan Rimba Mart: Inovasi Pemasaran HHBK untuk Kelompok Tani
Ayobantudonasi.com – Banjarbaru – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan secara resmi Dishut Kalsel luncurkan Rimba Mart, sebuah platform pemasaran inovatif yang dirancang untuk memperluas akses pasar hasil hutan bukan kayu (HHBK) dari kelompok tani hutan. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan nilai tambah produk kehutanan berbasis rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) yang memiliki potensi ekonomi tinggi. Dengan adanya Rimba Mart, produk-produk HHBK seperti rotan, bambu, madu hutan, dan berbagai tanaman obat tradisional dapat dipasarkan secara lebih terorganisir dan profesional.
Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, yang meresmikan Rimba Mart di Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia (TH2TI), Banjarbaru pada hari Kamis, menyatakan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan platform ini. “Pemerintah daerah mendukung penuh pengembangan Rimba Mart sebagai wadah promosi dan pemasaran produk HHBK yang dihasilkan kelompok tani hutan agar semakin dikenal masyarakat serta meningkatkan manfaat ekonomi dari pengelolaan sumber daya hutan,” ujar Gubernur Muhidin. Lebih lanjut, beliau juga mengarahkan agar konsep penanaman tanaman produktif diterapkan di lingkungan Rimba Mart, termasuk menanam berbagai tanaman buah endemik khas daerah Kalimantan Selatan.
Peran Strategis Rimba Mart dalam Pemberdayaan Ekonomi
Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra, menjelaskan bahwa Dishut Kalsel luncurkan Rimba Mart dengan visi untuk melibatkan lebih banyak kelompok tani hutan (KTH) dalam ekosistem pemasaran ini. Platform ini saat ini telah melibatkan KTH binaan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Tahura Sultan Adam, Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH), serta kelompok binaan pemegang Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH). Melalui kolaborasi multi-pihak ini, potensi HHBK dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan dapat dipromosikan secara lebih luas kepada konsumen lokal maupun nasional.
“Ke depan, kegiatan ini akan terus dilaksanakan dengan melibatkan peserta yang lebih banyak lagi agar manfaatnya semakin luas dan mampu memperkenalkan potensi hasil hutan bukan kayu Kalimantan Selatan kepada masyarakat,” kata Fathimatuzzahra.
Menurut Kepala Dishut Kalsel, pengembangan HHBK melalui Rimba Mart bukan hanya sekadar kegiatan pemasaran, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya konservasi hutan dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Platform ini diharapkan dapat menjadi agenda yang berjalan secara berkelanjutan, memperluas akses pasar produk HHBK, meningkatkan kesejahteraan kelompok tani hutan, serta memperkuat keberhasilan program rehabilitasi hutan dan lahan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Rimba Mart juga menawarkan pengalaman belanja yang unik bagi pengunjung, dengan suasana hijau dan asri di tengah kawasan TH2TI. Pengunjung dapat langsung melihat dan membeli produk-produk HHBK yang dihasilkan oleh kelompok tani hutan, sekaligus mendapatkan informasi tentang proses rehabilitasi hutan dan lahan yang telah dilakukan. Selain itu, terdapat area edukasi yang menampilkan berbagai informasi tentang keanekaragaman hayati Kalimantan Selatan dan manfaat ekonomi dari pengelolaan hutan secara berkelanjutan.
Masa Depan Rimba Mart dan Dampak Ekonomi
Dengan dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan, Dishut Kalsel luncurkan Rimba Mart diproyeksikan akan menjadi model percontohan pemasaran HHBK yang dapat diadopsi oleh provinsi lain di Indonesia. Rencana pengembangan ke depan termasuk perluasan jaringan distribusi, penambahan produk-produk baru, serta integrasi dengan platform digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Pemerintah daerah juga berencana mengadakan event rutin seperti festival HHBK dan pameran produk kehutanan untuk meningkatkan visibilitas dan daya tarik Rimba Mart.
Bagi kelompok tani hutan, kehadiran Rimba Mart membuka peluang baru untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan. Dengan akses pasar yang lebih baik, mereka dapat menjual produk dengan harga yang lebih kompetitif dan stabil. Selain itu, adanya platform ini juga mendorong peningkatan kualitas produk melalui pelatihan dan pendampingan teknis dari Dishut Kalsel dan mitra-mitra kerjanya.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Rimba Mart
Apa itu Rimba Mart?
Rimba Mart adalah platform pemasaran inovatif yang diluncurkan oleh Dishut Kalsel untuk memperluas pasar hasil hutan bukan kayu (HHBK) dari kelompok tani hutan di Kalimantan Selatan.
Di mana lokasi Rimba Mart?
Rimba Mart berlokasi di Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia (TH2TI), Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Produk apa saja yang tersedia di Rimba Mart?
Rimba Mart menjual berbagai produk HHBK seperti rotan, bambu, madu hutan, tanaman obat tradisional, dan berbagai tanaman buah endemik khas Kalimantan Selatan.
Bagaimana kelompok tani hutan dapat berpartisipasi?
Kelompok tani hutan dapat berpartisipasi melalui binaan KPH, Tahura Sultan Adam, BPTH, dan pemegang PPKH yang telah menjadi mitra Rimba Mart.
Kapan Rimba Mart dibuka untuk umum?
Rimba Mart telah resmi dibuka sejak peresmian oleh Gubernur Muhidin pada hari Kamis dan akan beroperasi secara berkelanjutan dengan berbagai kegiatan rutin.
Untuk informasi lebih lanjut tentang Rimba Mart dan program kehutanan Kalimantan Selatan, kunjungi [Antaranews Kalsel](https://www.antaranews.com/berita/kalsel) atau hubungi Dishut Kalsel langsung.
