Key Strategy: BRImo permudah registrasi nasabah di 15 negara, buka rekening kini semakin fleksibel

BRImo Meluncurkan Fitur Registrasi Nasabah Internasional untuk Meningkatkan Fleksibilitas Layanan Digital

Key Strategy – Salah satu upaya Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam mendorong transformasi digital terus berlanjut dengan menghadirkan solusi yang lebih praktis bagi masyarakat. Dalam rangka memudahkan akses perbankan, BRI mengembangkan BRImo sebagai super app yang menjadi pusat layanan keuangan digital. Fitur terbaru ini memungkinkan nasabah Indonesia yang tinggal di luar negeri melakukan registrasi rekening secara mandiri, tanpa harus kembali ke Indonesia. Dengan kemudahan ini, pengguna dapat mengakses layanan perbankan kapan saja dan di mana saja, seiring kebutuhan akan transaksi digital yang terus meningkat.

Proses Registrasi yang Lebih Praktis dan Universal

Dalam era globalisasi, keberagaman lokasi tinggal nasabah menjadi tantangan dalam memberikan layanan perbankan yang optimal. BRImo mengatasi hal ini dengan memberikan kemudahan registrasi yang tidak hanya tersedia di Indonesia, tetapi juga di 15 negara lain. Prosesnya cukup sederhana: pengguna hanya perlu mengunduh aplikasi BRImo dan mengikuti beberapa langkah verifikasi. Langkah-langkah ini mencakup pemasukan nomor handphone yang dilengkapi kode negara, email aktif, serta konfirmasi melalui OTP. Setelah itu, data diri dapat diverifikasi menggunakan e-KTP dan scan wajah sesuai panduan aplikasi.

Fitur BRImo ini juga memungkinkan pengguna memilih kantor cabang BRI yang menjadi pengelola rekening mereka. Selain itu, nasabah dapat menetapkan username dan password serta PIN untuk menjaga keamanan transaksi. Dengan sistem ini, proses registrasi tidak lagi terbatas pada lokasi fisik, tetapi bisa dilakukan secara virtual. Hasilnya, BRImo menjadi alat yang mendukung berbagai kebutuhan finansial, mulai dari transfer uang, pembayaran tagihan, hingga investasi lintas negara.

“Pengembangan layanan registrasi BRImo hingga ke luar negeri adalah langkah strategis BRI untuk memperluas akses digital bagi masyarakat Indonesia. Kami ingin memastikan bahwa transaksi perbankan tetap mudah, aman, dan relevan dengan kebutuhan pengguna di mana pun mereka berada,” ujar Dhanny, Corporate Secretary BRI.

Dengan fitur ini, BRImo tidak hanya memudahkan nasabah dalam mengelola keuangan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat yang bekerja atau tinggal di luar negeri untuk tetap terhubung dengan layanan perbankan. Kehadiran BRImo di 15 negara termasuk Indonesia, Hong Kong, Jepang, Arab Saudi, Korea Selatan, Kuwait, Malaysia, Singapura, Taiwan, Uni Emirat Arab, Jerman, Amerika Serikat, Timor-Leste, Brunei Darussalam, dan Australia, memberikan kenyamanan bagi para pengguna yang aktif di berbagai wilayah.

Ekspansi Digital Berdampak pada Pertumbuhan Pengguna dan Transaksi

Ekspansi BRImo ke luar negeri selaras dengan meningkatnya permintaan akan layanan digital. Dalam tiga bulan pertama tahun 2026, jumlah pengguna super app ini mencapai 47,8 juta orang, tumbuh 18,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap BRImo sebagai platform yang andal dan terjangkau. Selain itu, volume transaksi melalui BRImo mencapai Rp2.042,2 triliun, naik 29,4 persen secara year-on-year (YoY). Angka ini menunjukkan bahwa BRImo telah menjadi bagian integral dari kehidupan finansial digital masyarakat.

BRI terus menambahkan fitur baru untuk memenuhi kebutuhan pengguna, seperti pembelian produk digital, transaksi lintas negara, dan integrasi layanan pihak ketiga. Dengan ekosistem digital yang semakin lengkap, BRImo berupaya meningkatkan pengalaman transaksi nasabah sekaligus mengurangi hambatan dalam mengakses layanan perbankan. Tujuan utama adalah menciptakan solusi keuangan yang inklusif, agar semua kalangan dapat memanfaatkan fasilitas digital BRI tanpa terbatas oleh lokasi.

Penyempurnaan Layanan untuk Memenuhi Kebutuhan Masyarakat Modern

Proses registrasi BRImo di luar negeri dirancang agar lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna yang aktif secara digital. Pengguna tidak perlu repot mengunjungi kantor cabang atau mengirimkan dokumen fisik, karena seluruhnya bisa dilakukan melalui aplikasi. Kebiasaan masyarakat menggunakan teknologi mobile untuk berbagai aktivitas sehari-hari mendorong BRI untuk mengoptimalkan BRImo sebagai alat transaksi utama. Dengan fitur ini, nasabah bisa melakukan operasi keuangan seperti penarikan, setoran, pembayaran, dan investasi secara fleksibel.

Keberhasilan ekspansi BRImo juga terlihat dari peningkatan jumlah transaksi. Volume transaksi digital telah mencapai Rp2.042,2 triliun hingga Triwulan I 2026, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa BRImo tidak hanya menjadi platform yang mudah digunakan, tetapi juga mampu meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pengguna. Dengan demikian, BRI berharap bisa menjawab tantangan era digital yang dinamis serta mendorong inklusi keuangan secara berkelanjutan.

BRI menekankan bahwa BRImo adalah bagian dari upaya transformasi digital yang bertujuan mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan perbankan. Dengan kemudahan registrasi, nasabah bisa merasa lebih percaya diri dalam menggunakan layanan fintech. Selain itu, BRImo juga menjadi penyangga untuk transaksi lintas negara, termasuk transaksi antarbank dan pembayaran internasional. Hal ini sangat penting bagi masyarakat Indonesia yang sering melakukan perjalanan atau bekerja di luar negeri.

Dhanny menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi BRI untuk menjadi bank digital yang kompetitif. “Kita melihat bahwa kemudahan akses keuangan digital sangat diperlukan oleh generasi muda yang lebih memilih solusi berbasis teknologi,” ujar Dhanny. Dengan BRImo yang bisa digunakan di berbagai negara, BRI berharap mampu memberikan layanan yang tidak hanya cepat tetapi juga aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir tentang risiko transaksi saat bepergian ke luar negeri.

Keberadaan BRImo di 15 negara tidak hanya memudahkan nasabah, tetapi juga meningkatkan kemampuan BRI dalam memperluas jaringan digital. Dengan ekosistem yang terus berkembang, BRI menawarkan layanan yang memadukan kebutuhan lokal dan global. Tujuan akhir adalah menciptakan lingkungan finansial yang inklusif, di mana semua orang, terlepas dari lokasi, bisa mendapatkan akses layanan yang optimal. Ini menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan perekonomian digital Indonesia di tengah globalisasi yang semakin cepat.