Meeting Results: Tokoh sepuh NU dukung Hery Haryanto Azumi maju calon Ketum PBNU
Tokoh NU Senior Berikan Dukungan untuk Gus Hery Haryanto Azumi Jadi Calon Ketum PBNU
Meeting Results – Jakarta – Dalam pertemuan silaturahim di Pondok Pesantren Almanar Azhari Depok, KH Manarul Hidayat, tokoh sepuh Nahdlatul Ulama (NU), memberikan dukungan terbuka kepada Gus Hery Haryanto Azumi untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU. Kunjungan yang dilakukan Gus Hery bersama sejumlah kader dan aktivis NU ke pesantren tersebut menjadi momentum penting untuk menggali potensi pemimpin muda yang dianggap memiliki kapasitas memimpin organisasi besar. Manarul Hidayat menyampaikan harapan bahwa figur seperti Gus Hery bisa menjadi bagian dari proses penguasaan NU di masa depan.
Manarul Hidayat Berharap Kader Intelektual Tetap Aktif
Kiai Manarul menekankan bahwa kepemimpinan NU tidak boleh hanya bergantung pada tokoh lama. “Kader-kader NU yang memiliki keilmuan, akhlak, dan dedikasi tinggi tidak boleh hanya menjadi penonton. Mereka memiliki tanggung jawab untuk terus berkontribusi,” ujarnya. Ia menilai, seorang pemimpin yang berkualitas tidak hanya dituntut memahami agama, tetapi juga harus mampu merespons perubahan zaman, seperti isu-isu sosial, ekonomi, teknologi, dan dinamika geopolitik yang semakin rumit.
“Kader intelektual NU yang memiliki kapasitas, rekam jejak, dan rasa takdzim kepada para ulama tidak boleh hanya menjadi penonton. Mereka memiliki tanggung jawab moral dan historis untuk ikut mengurus NU,” kata Manarul Hidayat.
Manarul juga menyoroti pentingnya keberlanjutan dalam pengembangan kader. Menurutnya, NU perlu mengutamakan regenerasi kepemimpinan dari dalam lingkungan sendiri, termasuk lembaga otonom dan organisasi kemahasiswaan. “Jika kita tidak membangun kader yang berproses panjang, organisasi ini akan sulit bertahan di tengah tantangan besar,” jelasnya. Dukungan kepada Gus Hery, menurut Manarul, adalah bagian dari upaya menjaga keharmonisan antara generasi muda dan tokoh lama dalam memperkuat fondasi NU.
Gus Hery Haryanto Azumi Ucapkan Terima Kasih atas Restu Ulama
Gus Hery Haryanto Azumi menyampaikan rasa syukur atas sambutan dan nasihat yang diberikan oleh KH Manarul Hidayat. Ia menilai pertemuan tersebut menjadi kesempatan berharga untuk mendapatkan arahan dari tokoh sepuh NU yang dikenal memiliki pengalaman luar biasa dalam mengelola organisasi. “Saya merasa berbahagia bisa berjumpa dengan tokoh yang selama ini menjadi panutan bagi kami. Kehadiran beliau mengingatkan kita tentang pentingnya membangun tali silaturahim antaranggota NU,” ujarnya.
“Kiai Manarul adalah salah satu tokoh yang dekat dengan Gus Dur, serta telah memberikan kontribusi besar dalam sejarah NU. Dukungan beliau bukan hanya kehormatan, tapi juga amanah untuk terus berkhidmat,” katanya.
Gus Hery menegaskan bahwa kepercayaan dari para ulama harus dijadikan semangat untuk melanjutkan misi NU. Ia berharap keberadaannya sebagai kader muda bisa menjadi jembatan antara tradisi dan inovasi, sehingga NU tetap relevan dalam menghadapi era yang semakin dinamis. “Pemimpin masa depan perlu mampu menyatukan berbagai kalangan, termasuk pemuda, dalam mengembangkan visi dan misi organisasi,” tutur Gus Hery.
Peran Kader dalam Memperkuat NU
Manarul Hidayat menekankan bahwa kader NU tidak hanya bertugas sebagai anggota, tetapi juga sebagai pilar penggerak organisasi. “Kader harus mampu menghadirkan perubahan yang berkelanjutan, mulai dari tingkat lokal hingga nasional,” katanya. Ia menjelaskan bahwa pengasuhan pesantren dan organisasi kemahasiswaan merupakan salah satu wadah untuk melatih kader-kader yang mampu memimpin dengan integritas dan kesadaran akan tanggung jawab.
Dalam konteks muktamar yang akan datang, Manarul meminta seluruh kader untuk bersiap menjawab tantangan penguasaan PBNU. “Kepemimpinan yang ideal harus mampu mempertahankan nilai-nilai NU sambil mengembangkan inisiatif baru sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya. Ia menambahkan bahwa pengakuan atas kader seperti Gus Hery akan memperkuat kepercayaan publik terhadap kapasitas NU sebagai organisasi yang mampu beradaptasi dengan berbagai situasi.
Persiapan Kader Muda untuk Masa Depan NU
Kiai Manarul Hidayat mengingatkan bahwa seorang pemimpin NU tidak boleh hanya berbicara, tetapi juga menunjukkan contoh. “Kader muda harus mampu mengambil peran aktif, tidak hanya menunggu keputusan dari atasan,” ujarnya. Ia menyoroti bahwa NU perlu membangun sistem pemilihan yang transparan, sehingga figur-figur berintegritas bisa terpilih sebagai pemimpin.
Menurut Manarul, pengalaman organisasi dan kemampuan berpikir kritis adalah kunci dalam memilih ketua yang mampu menghadirkan kemajuan. “Kader yang tumbuh dari lingkungan NU sendiri lebih memahami tantangan dan harapan masyarakat,” katanya. Ia juga mengharapkan bahwa pemimpin muda seperti Gus Hery bisa menjadi representasi dari generasi baru yang tidak hanya menghormati tradisi, tetapi juga mendorong kemajuan.
Perjalanan NU dan Harapan untuk Regenerasi
Manarul Hidayat mengakui bahwa NU telah mengalami banyak perubahan sepanjang sejarah. Namun, ia menekankan bahwa fondasi organisasi harus tetap dijaga. “Pemimpin yang muncul dari dalam kaderisasi NU adalah jaminan bahwa organisasi ini tidak akan kehilangan identitasnya,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa silaturahim seperti ini adalah bentuk penghormatan terhadap proses regenerasi yang terus berlangsung.
Dalam konteks tersebut, Manarul menilai Gus Hery Haryanto Azumi memiliki potensi untuk menjadi salah satu tokoh yang mampu membawa NU ke arah yang lebih baik. Ia menyebut bahwa kemampuan Gus Hery untuk berkomunikasi dengan berbagai kalangan serta kepedulian terhadap isu sosial menjadikannya sebagai figur yang ideal. “Saya yakin, dengan dukungan yang diberikan, beliau bisa memenuhi harapan semua pihak,” pungkas Manarul.
Sementara itu, Gus Hery Haryanto Azumi menyatakan bahwa dukungan dari KH Manarul Hidayat menjadi dorongan besar bagi dirinya. Ia menekankan bahwa menjadi calon Ketum PBNU bukanlah hal yang mudah, tetapi juga menjadi tanggung jawab besar untuk mewujudkan kebaikan bagi NU dan masyarakat. “Saya berharap bisa menjadi bagian dari perubahan positif yang selama ini dinantikan oleh seluruh anggota NU,” ujarnya.
Pertemuan tersebut dianggap sebagai langkah awal dalam proses penguasaan PBNU, yang akan melibatkan berbagai stakeholder. Manarul Hidayat dan Gus Hery sepakat bahwa keberhasilan NU di masa depan terg
