Tiga orang terluka akibat kebakaran di Pasar Jiung Kemayoran

Kebakaran di Pasar Jiung Kemayoran Tewaskan Tiga Orang

Tiga orang terluka akibat kebakaran di Pasar – Jakarta, Selasa – Sebuah insiden kebakaran yang mengguncang permukiman padat di kawasan Pasar Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat, menyebabkan tiga individu menderita luka. Saat ini, ketiga korban telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Kapolsek Kemayoran, Kompol Agung Ardiansyah, mengatakan bahwa kejadian tersebut menimpa kawasan yang merupakan pusat aktivitas warga, sehingga mengakibatkan kerusakan yang cukup signifikan.

Menurut informasi yang diberikan oleh Kapolsek, tiga orang terluka akibat api yang meluas di area tersebut. “Kita telah menemukan tiga korban yang terkena luka, dan mereka saat ini sedang dirawat di dua fasilitas kesehatan berbeda,” jelasnya. Dalam pernyataannya, Agung menambahkan bahwa dua dari korban, yaitu Puput dan Dika, mendapatkan pengobatan di RS Hermina Kemayoran, sementara Suparno dibawa ke RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) untuk penanganan lebih lanjut.

“Untuk dua korban yaitu Puput dan Dika, mereka dirawat di RS Hermina sementara Suparno di RSCM,” ujar Agung Ardiansyah.

Kejadian kebakaran terjadi pada Senin, 1 Juni 2026, sekitar pukul 20.55 WIB di Kampung Pasar Jiung, Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran. Lokasi ini merupakan area yang cukup ramai, terutama pada malam hari, sehingga kebakaran cepat menyebar dan mengancam keamanan warga sekitar. Pemicu kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik yang memicu api di bagian yang tidak terduga.

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta segera merespons kejadian tersebut dengan mengirimkan 35 unit mobil pemadam serta 165 personel untuk memadamkan api. Bayu Meghantara, Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, memastikan bahwa akses air di lokasi cukup memadai guna mencegah penyebaran lebih lanjut. “Alhamdulillah sumber air cukup, sehingga memudahkan upaya pemadaman,” ujarnya.

Perkembangan Pasca-Kebakaran

Setelah api berhasil dipadamkan, tim penyelamatan melakukan evaluasi terhadap kondisi lokasi. Kebakaran yang melibatkan kawasan padat penduduk ini tidak hanya menghancurkan bangunan tetapi juga menyebabkan gangguan arus lalu lintas di sekitar area. Selain itu, warga sekitar mengalami kekacauan akibat asap yang memenuhi ruang terbuka.

Bayu Meghantara menegaskan bahwa kecepatan respons petugas memainkan peran penting dalam mengendalikan situasi. “Petugas langsung tiba di lokasi setelah menerima laporan, dan kerja sama antara tim penyelamat dan warga sekitar membantu mencegah korban lebih banyak,” katanya. Selain itu, pihak dinas juga berkoordinasi dengan tim medis untuk memastikan kondisi para korban stabil.

Kondisi Tempat Kejadian

Pasar Jiung, yang terletak di Jalan Kemayoran Gempol, menjadi korban kebakaran yang mengakibatkan kerusakan di beberapa titik. Sejumlah bangunan toko kecil dan kios warga terbakar, menyisakan bekas asap yang masih menghangat. Meski demikian, tiang listrik dan sumber daya lainnya telah dipulihkan setelah kejadian tersebut.

Kebakaran yang terjadi pada malam hari juga menimbulkan kekhawatiran akan dampak pada lingkungan sekitar. Bayu Meghantara menambahkan bahwa pihaknya sedang melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. “Kami sedang memeriksa kondisi listrik di lokasi serta mengumpulkan saksi untuk melacak asal muasal api,” jelasnya.

Sementara itu, warga sekitar mengungkapkan bahwa kebakaran terjadi cukup tiba-tiba dan tidak ada tanda-tanda kelebihan beban listrik sebelumnya. Beberapa saksi menyebutkan bahwa api mulai muncul dari bagian atap toko milik seorang pedagang. “Api tiba-tiba muncul dari atas kios, dan kami langsung berlari kecil untuk menghindari dampaknya,” ujar salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya.

Upaya Pemulihan dan Respon Masyarakat

Dinas Gulkarmat DKI Jakarta tidak hanya fokus pada pemadaman api tetapi juga mengupayakan evakuasi warga yang terkena dampak langsung. Sejumlah warga mengungsi ke tempat yang lebih aman sementara api dipadamkan. “Kami menyediakan pengamanan sementara dan memastikan semua warga yang terdampak dapat kembali ke rumah mereka setelah situasi stabil,” kata Bayu.

Menurut laporan dari pihak berwenang, kebakaran ini tidak menyebabkan korban jiwa yang lebih besar berkat kecepatan respons dan kerja sama warga. Namun, kekacauan yang terjadi tetap berdampak pada aktivitas harian di kawasan tersebut. Beberapa jalan utama terpaksa ditutup sementara, dan truk pemadam terus beroperasi hingga api benar-benar padam.

Agung Ardiansyah juga menjelaskan bahwa pihaknya sedang memantau situasi untuk memastikan tidak ada risiko kebakaran ulang. “Kami mengecek semua sumber potensi yang bisa menyebabkan api kembali, termasuk kabel yang terkena panas selama pemadaman,” tambahnya. Selain itu, tim penyelamat juga memberikan bantuan kepada warga yang mengalami kehilangan barang-barang pribadi.

Kejadian kebakaran ini menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap keamanan listrik di area padat penduduk. Bayu Meghantara mengingatkan masyarakat agar memastikan instalasi listrik mereka dalam kondisi baik, terutama saat musim kemarau yang intens. “Korsleting listrik adalah penyebab utama kebakaran di daerah perkotaan, jadi kita harus selalu waspada,” katanya.

Pengaruh Terhadap Ekonomi Lokal

Pasar Jiung yang menjadi pusat aktivitas ekonomi bagi sejumlah pedagang kecil, mengalami kerusakan yang cukup signifikan. Sejumlah kios yang terbakar berdampak pada penjualan dan aktivitas usaha di sekitar area. “Banyak pedagang kehilangan perlengkapan dagangan mereka, dan beberapa toko masih dalam proses perbaikan,” ujar salah satu pedagang yang turut terkena dampak.

Terlepas dari kerusakan, upaya pemulihan ekonomi lokal sedang diupayakan oleh pihak setempat. Dinas Perdagangan DKI Jakarta berencana memberikan bantuan untuk pedagang yang mengalami kerugian akibat kebakaran. “Kami akan melakukan evaluasi kerugian dan memberikan dukungan sesuai kebutuhan,” kata seorang perwakilan dinas.

Kebakaran di Pasar Jiung juga menjadi peringatan bagi warga untuk tetap meningkatkan kesadaran akan bahaya kebakaran. “Kami berharap masyarakat lebih aktif dalam menjaga keamanan di sekitar tempat tinggal mereka,” ujar Bayu Meghantara. Dengan penanganan yang cepat, kebakaran berhasil dikendalikan tanpa menimbulkan korban yang lebih parah. Namun, proses pemulihan akan memakan waktu beberapa hari hingga semua kerusakan dapat