BPW Indonesia: Hari Anak Nasional ingatkan anak prioritas pembangunan

BPW Indonesia Tekankan Anak sebagai Fokus Utama Pembangunan Nasional

Ayobantudonasi.com – Jakarta – Momentum peringatan Hari Anak Nasional yang diselenggarakan setiap tanggal 23 Juli menjadi saat yang tepat bagi Federasi Business and Professional Women (BPW) Indonesia untuk menegaskan kembali komitmen terhadap kepentingan anak-anak. Giwo Rubianto, selaku Presiden Federasi BPW Indonesia, menyampaikan bahwa hari bersejarah ini bukan hanya sekadar ritual tahunan, melainkan pengingat penting bahwa generasi muda saat ini akan menjadi penentu arah kemajuan Indonesia ke depannya.

Peringatan yang Lebih dari Sekadar Tradisi

Menurut Giwo, esensi dari Hari Anak Nasional terletak pada kemampuannya untuk mengingatkan seluruh lapisan masyarakat bahwa investasi pada anak-anak adalah investasi pada masa depan bangsa. Pembangunan sumber daya manusia harus menempati posisi prioritas dalam setiap perencanaan nasional. Hal ini mencakup persiapan generasi yang tidak hanya unggul dalam aspek intelektual, tetapi juga memiliki fondasi karakter kuat serta nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman hidup.

“Karena itu, pembangunan manusia harus menjadi prioritas dengan mempersiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan nilai-nilai luhur,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta pada hari Kamis.

Berdasarkan pengalaman panjang Giwo dalam berbagai bidang, mulai dari pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pendidikan, hingga pembangunan masyarakat, ia meyakini bahwa setiap kebijakan dan program pembangunan harus menempatkan anak sebagai pusat perhatian. Pengalaman-pengalaman tersebut semakin memperkuat keyakinannya bahwa kualitas bangsa di masa depan sangat bergantung pada bagaimana kita menunjukkan kasih sayang, memberikan perlindungan, dan mempersiapkan generasi penerus sejak dini.

Momentum untuk Meneguhkan Komitmen Bersama

Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026 hadir sebagai momentum strategis untuk meneguhkan komitmen bersama bahwa setiap anak Indonesia memiliki hak fundamental untuk memperoleh kasih sayang, perlindungan, pendidikan berkualitas, serta kesempatan yang setara dalam tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi masing-masing. Prinsip ini sejalan dengan Konvensi Hak Anak (Convention on the Rights of the Child) yang secara tegas menegaskan hak setiap anak untuk hidup, tumbuh, berkembang, mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan, serta dihargai suaranya dalam berbagai aspek kehidupan.

Gio juga menekankan pentingnya menciptakan ruang aman yang penuh dengan kasih sayang, penghargaan, dan keteladanan, dimulai dari lingkup terkecil yaitu keluarga. Perhatian dan perlindungan khusus harus diberikan kepada anak-anak yang berada dalam kondisi rentan, termasuk mereka yang mengalami kekerasan, perundungan, eksploitasi, penelantaran, anak berhadapan dengan hukum, maupun anak yang membutuhkan pendampingan khusus.

“Mereka bukan untuk disalahkan, melainkan harus didengar, didampingi, dipulihkan, dan diberikan kesempatan yang sama untuk tumbuh serta meraih masa depan yang lebih baik melalui upaya pencegahan kekerasan, penyediaan ruang pengaduan yang aman, pendampingan bagi korban, serta kolaborasi seluruh pihak dalam memastikan perlindungan dan pemenuhan hak anak,” paparnya.

Tantangan di Era Digital dan Peran Seluruh Elemen Bangsa

Di tengah perubahan zaman dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, anak-anak menghadapi tantangan yang semakin kompleks dan multidimensi. Oleh karena itu, mereka perlu dibekali bukan hanya dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga nilai-nilai karakter seperti integritas, kejujuran, tanggung jawab, disiplin, empati, toleransi, dan semangat gotong royong sebagai bekal menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian.

Gio mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk keluarga, pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, organisasi masyarakat, media, dan seluruh lapisan masyarakat, untuk bersama-sama menciptakan ekosistem yang aman, sehat, inklusif, dan ramah anak. Menurutnya, menyayangi dan melindungi anak bukan hanya tentang mencegah mereka dari berbagai ancaman, tetapi juga memberikan kesempatan untuk belajar, bermimpi, berkarya, dan mengembangkan potensi terbaiknya.

“Anak-anak yang tumbuh dengan kasih sayang, perlindungan, dan pendidikan karakter akan menjadi generasi yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju dan bermartabat,” kata Giwo.