Special Plan: Maruarar Sirait resmi dilantik jadi ketua umum DPP PIKI

Maruarar Sirait Dilantik Sebagai Ketua Umum DPP PIKI 2026-2031

Special Plan – Jakarta, Sabtu malam — Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, resmi menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) untuk periode 2026-2031. Acara pelantikan dan serah terima jabatan ini dilaksanakan di Jakarta, menandai akhir masa jabatan kepengurusan DPP PIKI 2020-2025 yang dipimpin oleh Badikenita Sitepu sebagai ketua umum dan Audi Wuisang sebagai sekretaris jenderal. Hadir dalam acara tersebut Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari.

Komitmen terhadap Pendidikan Agama Kristen

Setelah pelantikan, Maruarar Sirait menyampaikan harapan bahwa sekolah di daerah-daerah juga bisa mendapatkan akses ke guru agama Kristen yang memadai. Ia berpendapat bahwa Kementerian Agama RI memiliki peran penting dalam memastikan adanya kesetaraan pendidikan agama di seluruh wilayah Indonesia. “Saya percaya Bapak Nasaruddin Umar adalah menteri yang adil, sehingga anak-anak kita bisa merasakan manfaat dari pengajaran agama Kristen di daerah-daerah,” ujarnya dalam sambutan.

“Saya yakin Presiden Prabowo juga akan menerima pikiran-pikiran yang lebih membangun dan mampu mendorong kemajuan bangsa,” tambahnya.

Maruarar menekankan bahwa PIKI berkomitmen untuk mendukung pembangunan nasional, termasuk peningkatan kualitas pendidikan dan kesetaraan akses. Ia menyoroti pentingnya menjaga lingkungan hidup sebagai bagian dari keberlanjutan pembangunan, serta memastikan hak-hak masyarakat tidak terabaikan dalam proses tersebut. “Manfaat pembangunan harus dirasakan secara adil dan merata,” jelasnya, menambahkan bahwa keberadaan kaum intelektual perlu dihargai sebagai penjaga keadilan.

Peran Intelektual dalam Kebijakan Nasional

Dalam sambutannya, Maruarar juga mengungkapkan bahwa kemajuan bangsa membutuhkan kerja sama yang terbuka antara pemerintah dan lembaga-lembaga seperti PIKI. Ia menekankan bahwa kritik dan masukan dari kalangan intelektual adalah bagian penting dalam menyukseskan reformasi. “Kaum intelektual perlu menerima berbagai perspektif agar bisa berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar,” katanya.

“Kalau ada ide-ide yang lebih inovatif dan mampu mendorong sejahtera rakyat, saya yakin Presiden Prabowo akan menerimanya,” imbuh Maruarar.

Menurut Maruarar, PIKI memiliki tanggung jawab untuk menjadi mitra yang aktif dalam pembuatan kebijakan. Ia menilai lembaga tersebut harus mampu menciptakan dampak positif meski perannya tidak selalu terlihat secara langsung. “Sebagaimana garam yang larut dalam air tetapi tetap memberi rasa, PIKI perlu menjadi penyeimbang dalam kebijakan nasional,” paparnya. Ia mencontohkan bahwa ‘politik garam’ merupakan konsep yang bisa diterapkan untuk memastikan keberagaman pendapat tetap dihargai.

Peran Umat Kristen dalam Kehidupan Nasional

Dalam kesempatan yang sama, Burhanuddin Muhtadi, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, menyoroti pentingnya umat Kristen dalam kehidupan Republik Indonesia. “Umat Kristen bukan hanya bagian dari masyarakat, tetapi juga merupakan elemen yang krusial dalam pembangunan bangsa,” kata Burhanuddin.

“Karena umat Kristen adalah penduduk yang tetap tinggal di tanah air, maka seluruh komponen dari kelompok ini, termasuk inteligensianya, harus berkontribusi secara aktif,” ungkapnya.

Burhanuddin berharap PIKI mampu menjalankan perannya sebagai organisasi intelektual yang kritis, independen, dan mampu memengaruhi arah kebijakan. Ia menekankan bahwa pengambilan keputusan nasional tidak bisa terlepas dari peran para intelektual yang bisa memberikan gagasan dan perspektif yang beragam. “PIKI harus menjadi mitra yang mampu memberikan kontribusi strategis,” tutur Burhanuddin.

Serah Terima Jabatan dan Tim Baru

Pelantikan Maruarar Sirait menandai pergantian kepengurusan DPP PIKI. Pada periode baru ini, Maruarar akan didampingi Benyamin Patondok sebagai Sekretaris Jenderal DPP PIKI, serta jajaran pengurus lainnya. Serah terima jabatan ini dilakukan secara resmi, menunjukkan komitmen PIKI untuk terus berkembang dan memperkuat perannya dalam isu-isu nasional.

Menurut pernyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar, PIKI memiliki potensi besar dalam berkontribusi pada pembangunan kebijakan agama di Indonesia. Ia berharap lembaga tersebut bisa menjadi wadah yang memperkuat kesetaraan dan keadilan dalam pendidikan agama Kristen. “Kita perlu melibatkan semua kelompok masyarakat dalam proses pendidikan, termasuk umat Kristen,” tambah Nasaruddin.

Kontribusi untuk Masa Depan

Dalam pidatonya, Maruarar Sirait juga menyebutkan bahwa PIKI akan terus mengusahakan pengembangan ekonomi nasional sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Ia menekankan bahwa perkembangan ekonomi tidak boleh mengorbankan kehidupan masyarakat. “Manfaat dari pertumbuhan ekonomi harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk yang berada di daerah terpencil,” jelasnya.

Ia juga meminta para anggota PIKI untuk tetap konsisten dalam memberikan masukan yang konstruktif. “Dengan sikap terbuka, kita bisa mempercepat proses perbaikan dan memperkuat kinerja lembaga,” ujarnya. Maruarar berharap kepengurusan baru bisa mengembangkan PIKI menjadi lebih kuat, serta memperluas jangkauan pemberday