Topics Covered: Alwi kian pede usai tembus semifinal pertama Super 750 Singapore Open
Alwi Kian Pede Usai Tembus Semifinal Pertama Super 750 Singapore Open
Topics Covered – Di tengah perjalanan turnamen BWF World Tour Super 750 Singapore Open 2026, tunggal putra Indonesia Alwi Farhan terus menunjukkan kemajuan yang signifikan. Kemenangan beruntun yang ia raih di babak perempat final memberinya kepercayaan diri baru, menempatkan nama Alwi di semifinal untuk pertama kalinya. Dalam wawancara dengan PBSI, ia menyampaikan perasaan gembira dan bangga atas pencapaian ini, sekaligus memberikan penjelasan tentang strategi dan mental yang membawanya ke tahap lebih lanjut.
“Alhamdulillah, senang banget pastinya bisa menang, membalas kekalahan dan ke semifinal pertama di Super 750. Tadi sempat terkejar di gim kedua tapi bisa mengontrol tekanan dan menguasai keadaan,”
Alwi mengakui bahwa pertandingan melawan wakil Jepang Kodai Naraoka menjadi ujian nyata bagi dirinya. Dalam laga perempat final di Stadion Indoor Singapura, Jumat (25/5), ia mengalahkan Kodai dengan skor 21-12, 21-17. Kemenangan ini tak hanya memperkuat posisinya di babak semifinal, tetapi juga membawa kebanggaan setelah sebelumnya mengalami kekalahan dalam pertemuan terakhir di Kejuaraan Asia 2026 dengan skor yang lebih kurang menguntungkan.
Menurut Alwi, pengalaman di Kejuaraan Asia memberinya wawasan penting untuk menghadapi Kodai di laga ini. Ia menyebut bahwa Kodai sering kali mengalami kebingungan dalam permainan, sehingga keberhasilannya menang kali ini terasa lebih terukur. “Kodai cukup sering delay the game, jadi memang harus sabar, siap dengan segala teknis dan non-teknisnya di lapangan. Saya belajar dari pertemuan pertama di Kejuaraan Asia lalu,” jelas Alwi.
Di babak perempat final, Alwi mengakui bahwa pertandingan tidak semudah yang terlihat. Meski mengungguli Kodai di gim pertama, ia sempat mengalami tekanan di gim kedua. Pada tahap tertentu, skor berada di 16-16 sebelum akhirnya Alwi mampu kembali mengambil alih dan memutus pertandingan dengan skor 21-17. Kemenangan ini juga menjadi titik balik untuknya mengatasi kecemasan dan fokus pada permainan berikutnya.
Kemenangan Alwi tidak hanya membanggakan dirinya sendiri, tetapi juga berdampak pada keberhasilan tim Indonesia menempatkan dua wakil di semifinal. Sebelumnya, pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri telah melangkah ke babak tersebut setelah mengalahkan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin dari Malaysia dengan skor 21-18, 10-21, 21-14. Kedua pemain ini akan saling berhadapan dengan wakil China Liang Wei Keng/Wang Chan, yang menyingkirkan Aaron Chia/Sho Wooi Yik dengan skor 21-15, 21-15.
Menatap Semifinal, Alwi Fokus pada Detail Permainan
Sebelum melangkah ke semifinal, Alwi menekankan pentingnya mengelola tekanan dari hasil laga-laga sebelumnya. Ia menyebut bahwa kemenangan melawan Shi Yu Qi, unggulan pertama dan pemain peringkat teratas dunia, berdampak signifikan pada ekspektasi publik. “Hari ini justru saya agak tertekan karena kemarin sudah mengalahkan unggulan pertama, pikirannya terbalik karena ‘sudah ngalahin Shi Yu Qi harusnya bisa menang sama yang lainnya’. Namun saya mencoba mengontrol dan belajar dari pengalaman, ketika bermain bagus kemarin tidak menjamin hari ini bisa menunjukkan performa serupa. Sempat takut antiklimaks, tapi akhirnya saya bisa mengontrol walaupun sedikit struggle,” ujarnya.
Alwi menyadari bahwa semifinal akan menjadi tantangan yang berbeda. Ia menjelaskan bahwa babak ini membutuhkan konsentrasi ekstra, terutama karena ini pertama kalinya ia tampil di empat besar turnamen Super 750. “Besok semifinal, tekanan pasti berbeda tapi yang pastinya saya akan memikirkan every point by point,” katanya dengan semangat.
Dukungan Senior Jadi Sumber Motivasi
Di luar kesuksesannya di lapangan, Alwi juga menyebut peran para senior dalam memberinya motivasi dan kepercayaan diri. “Saya dengan Fajar dan Fikri sangat dekat, sebagai senior mereka selalu punya hal positif yang bisa dibagi. Hari ini mereka juga mencontohkan semangat di lapangan yang membuat saya makin termotivasi. Saya berterima kasih kepada mereka, semoga kami bisa melangkah lebih jauh lagi,” tambah Alwi.
Fajar Alfian, sebagai senior, dikenal memiliki pengalaman dan kualitas permainan yang matang. Kedekatannya dengan Alwi tidak hanya terbatas pada persahabatan, tetapi juga menjadi pengaruh langsung dalam proses latihannya. Dengan adanya dukungan ini, Alwi mengakui bahwa ia bisa menghadapi tantangan semifinal dengan lebih percaya diri.
Menyusul kemenangan di babak perempat final, Alwi juga menyebut bahwa pengalaman bermain di level turnamen internasional semakin mengasah ketangguhannya. Ia berharap keberhasilan ini menjadi awal dari perjalanan yang lebih baik di Singapore Open 2026. “Setiap laga memberi pelajaran baru, dan saya berusaha memanfaatkannya untuk terus berkembang,” tuturnya.
Kemenangan sebagai Pembuktian Kemampuan
Alwi menekankan bahwa kemenangannya melawan Kodai bukan sekadar keberhasilan teknis, tetapi juga bukti dari kemampuan mentalnya dalam menghadapi tekanan. “Kedua gim cukup sengit, terutama saat Kodai berusaha mengejar. Tapi saya bisa mempertahankan fokus dan memaksimalkan peluang di saat kritis,” jelas Alwi.
Ia juga memperlihatkan bahwa kemampuannya untuk mengubah pola permainan Kodai menjadi salah satu kekuatan utama. Dengan memperhatikan kebiasaan lawan di Kejuaraan Asia sebelumnya, Alwi mampu merancang strategi yang lebih tepat dan menghadirkan permainan yang stabil. “Kedekatan dengan Kodai di babak pertama memberi saya wawasan, sehingga bisa beradaptasi lebih cepat di babak kedua,” ujarnya.
Kemenangan Alwi memperkuat posisi Indonesia di papan atas turnamen, sekaligus memberikan harapan besar bagi penggemar olahraga ini. Dalam perjalanan ke semifinal, ia juga mengakui bahwa persaingan sangat ketat, terutama di level Super 750. “Tapi saya sudah siap, karena selama ini latihan dan persiapan dilakukan secara maksimal,” katanya dengan yakin.
Persiapan untuk Hadapi Lawan Baru
Di babak semifinal, Alwi akan menghadapi tunggal putra Prancis Alex Lanier, yang juga mencapai tahap empat besar setelah menyingkirkan Anders Antonsen dari Denmark dengan skor 14-21, 21-16, 21-16. Alwi menyatakan bahwa ia tidak akan mengulangi kesalahan di perempat final, terutama dalam menghadapi pola permainan Lanier yang berbeda.
“Lanier punya gaya bermain yang agresif, tapi saya sudah mempelajari taktiknya. Harapan saya adalah bisa mempertahankan performa stabil dan menghindari kesalahan yang bisa mempercepat kekalahan,” ujarnya. Alwi juga berharap dukungan dari publik Indonesia bisa menjadi pelengkap semangatnya di semifinal.
Dengan kedua wakil Indonesia di semifinal, Alwi yakin
