Special Plan: Lima daerah di Sultra raih penghargaan Kemendagri 2026

Lima Wilayah Sultra Terima Penghargaan dari Kemendagri Tahun 2026

Special Plan – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI menggelar penganugerahan apresiasi pemerintah daerah pada tahun 2026 regional Sulawesi. Acara ini menjadi momen penting bagi lima wilayah di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang sukses meraih penghargaan dalam berbagai kategori. Dalam upacara yang berlangsung di Kendari, Jumat malam, Menteri Tito Karnavian menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bertujuan untuk mengakui upaya daerah dalam memberikan layanan umum yang efektif dan inovatif. Menurutnya, prestasi yang dicatat oleh wilayah-wilayah tersebut menjadi contoh bagus dalam pengelolaan sumber daya terbatas.

Apresiasi Pusat untuk Pemimpin Daerah Lokal

Tito Karnavian menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk penghargaan terhadap usaha daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia menyatakan bahwa daerah kecil seperti Sultra seringkali kesulitan bersaing dengan kota besar, tetapi keberhasilan mereka tetap layak diapresiasi. “Pada level nasional, juara umum biasanya dimenangkan oleh kota-kota besar. Namun, daerah kecil seperti Sultra pun memiliki kemampuan untuk menorehkan prestasi sesuai dengan kondisi lokal,” ujarnya. Menurut Tito, acara ini dirancang agar pemimpin daerah di seluruh Indonesia bisa terinspirasi untuk terus berinovasi, meskipun beberapa di antara mereka masih menghadapi tantangan dalam penggunaan anggaran.

“Kami mencatat bahwa daerah dengan anggaran kecil tetap mampu menciptakan keberhasilan yang signifikan. Ini membuktikan bahwa kinerja tidak selalu bergantung pada ukuran dana, tetapi lebih pada cara pengelolaannya,”

Contoh Kinerja Daerah dengan Sumber Daya Terbatas

Dalam pidatonya, Tito Karnavian juga memberikan contoh kinerja daerah di Sulawesi. Ia menyebutkan bahwa sebagian besar kabupaten dan kota di provinsi tersebut memiliki anggaran daerah yang lebih rendah dibandingkan wilayah seperti Jawa atau Bali, yang APBD-nya melebihi Rp10 triliun. Meski demikian, beberapa daerah di Sultra mampu menunjukkan prestasi luar biasa dalam mengelola anggaran. “Ini menunjukkan bahwa inovasi dan keinginan untuk memberikan layanan terbaik bisa menghasilkan perbedaan meskipun dana tidak secukupnya,” imbuhnya.

Menurut Tito, kegiatan serupa telah diadakan di wilayah lain yang tergabung dalam region yang sama. Tujuannya adalah memotivasi kepala daerah agar lebih kreatif dalam menyusun strategi pengembangan. “Meskipun ada pemimpin yang terlibat masalah hukum, kami tetap ingin menonjolkan keberhasilan daerah yang konsisten dalam menjalankan tugasnya,” jelasnya. Ia berharap, daerah penerima penghargaan bisa menjaga prestasi dan terus meningkatkan kinerja. Sementara daerah yang belum meraih penghargaan, Tito menyarankan agar memperbaiki strategi untuk tampil lebih baik di masa depan.

Penghargaan untuk Penurunan Tingkat Pengangguran

Dalam kategori penurunan angka tingkat pengangguran, tiga kabupaten dan dua kota di Sultra berhasil meraih pengakuan. Kabupaten Kolaka Utara menempati peringkat ketiga, Konawe Kepulauan berada di peringkat kedua, dan Kabupaten Kolaka menjadi juara pertama. Di tingkat kota, Kota Baubau memperoleh predikat tertinggi, disusul Kota Kendari dan Kota Pare-Pare. “Ini menunjukkan bahwa pengelolaan kebijakan sosial di daerah pedesaan dan kota kecil bisa memberikan dampak nyata,” ujar Tito.

Kemenangan dalam Kategori Strategi Pendanaan Inovatif

Salah satu penghargaan terpenting diberikan kepada Kabupaten Kolaka sebagai pemenang kategori strategi pendanaan inovatif. Daerah ini berhasil menciptakan metode baru untuk mendanai proyek pemerintah tanpa bergantung sepenuhnya pada APBD dan APBN. Di tingkat provinsi, Sulawesi Tenggara juga meraih predikat terbaik dalam kategori yang sama. “Kinerja Kolaka dalam pengelolaan keuangan menunjukkan bahwa kreativitas bisa mengatasi keterbatasan dana,” tulis Tito.

Kemendagri juga memberikan apresiasi kepada Kabupaten Mamasa, Wajo, dan beberapa kota lain seperti Manado dan Palu. Wilayah-wilayah ini dinilai mampu menciptakan model pendanaan yang berkelanjutan dan menguntungkan masyarakat. Dalam kategori penanggulangan kemiskinan dan stunting, Kabupaten Gowa, Bolaang Mongondow Timur, serta Sidenreng Rappang menjadi pemenang. Sementara di tingkat kota, Makassar, Manado, dan Tomohon dinilai berhasil dalam mengurangi tingkat kemiskinan.

Perbandingan Wilayah Lain dalam Kategori yang Sama

Daerah lain di Indonesia juga ikut berpartisipasi dalam penganugerahan ini. Misalnya, Kota Makassar dan Kota Manado menempati peringkat terbaik dalam kategori penanggulangan kemiskinan. Di provinsi, Sulawesi Selatan menjadi juara pertama, sementara Sulawesi Barat berada di peringkat kedua. “Kemendagri mengapresiasi upaya mereka dalam menciptakan solusi yang sesuai dengan kebutuhan daerah masing-masing,” terang Tito.

Dalam kategori penurunan tingkat pengangguran, Kabupaten Takalar dan Polewali Mandar menjadi pemenang di tingkat kabupaten. Sementara itu, Kota Palu dan Kota Palopo dinilai sebagai daerah yang berhasil mengurangi angka pengangguran secara signifikan. Untuk tingkat provinsi, Gorontalo dan Sulawesi Tengah menjadi pemenang, menunjukkan bahwa keberagaman wilayah di Indonesia memiliki potensi yang sama dalam menghadapi tantangan sosial.

Insight dari Kemendagri tentang Kinerja Daerah

Tito Karnavian memberikan penjelasan lebih lanjut tentang penilaian yang dilakukan oleh Kemendagri. Ia menegaskan bahwa penilaian ini tidak hanya berdasarkan angka, tetapi juga kualitas implementasi kebijakan. “Pemimpin daerah yang mampu mengubah kondisi dengan dana terbatas adalah contoh yang sangat baik,” kata Tito. Ia menambahkan bahwa kategori Creative Financing, terutama di Sultra, menjadi bukti bahwa inovasi dalam pendanaan bisa menciptakan dampak besar.

Menurut Tito, penghargaan ini juga menjadi sarana untuk membangun kompetisi sehat antar daerah. “Kami ingin melalui apresiasi ini, daerah di seluruh Indonesia terus