Historic Moment: Purnomo Yusgiantoro ajak IKAL Lemhannas perkuat persatuan nasional

Purnomo Yusgiantoro Ajak IKAL Lemhannas Perkuat Persatuan Nasional

Historic Moment – Jakarta, Senin (18/5) – Purnomo Yusgiantoro, yang baru saja dilantik sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional RI (IKAL Lemhannas), menegaskan komitmennya untuk memperkuat persatuan nasional melalui peran alumni. Dalam pidatonya di Gedung Dwi Warna Lemhannas, Jakarta, Selasa lalu, ia menyampaikan bahwa jabatan tersebut tidak hanya sebagai kehormatan, tetapi juga bentuk kontribusi aktif terhadap kepentingan bangsa dan negara.

Visi Membangun Martabat Alumni

“Visi IKAL Lemhannas berfokus pada penguatan martabat dan kehormatan alumni, serta pengembangan peran ikatan ini dalam mendukung pembangunan nasional,” jelas Purnomo. Ia menekankan bahwa kehadiran IKAL sebagai bagian dari almamater Lemhannas harus menjadi penggerak dalam memperkaya kehidupan berbangsa. “Kita semua adalah satu keluarga, satu barisan, dan satu tekad untuk menciptakan keharmonisan yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila,” tambahnya.

Pelantikan Kepengurusan Baru

Acara pelantikan Dewan Pengurus Pusat (DPP) IKAL Lemhannas masa bakti 2026-2031 berlangsung di Gedung Dwi Warna Lemhannas, Senin (18/5). Jabatan Ketua Umum diberikan secara aklamasi kepada Purnomo Yusgiantoro, yang menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Energi. Pelantikan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat keberadaan alumni dalam menghadirkan sumbangsih nyata bagi bangsa.

Ketua Dewan Pembina IKAL Lemhannas, Ace Hasan Syadzily, mengapresiasi kepengurusan baru sebagai momentum revitalisasi organisasi. “IKAL Lemhannas harus menjadi tempat berkumpul seluruh alumni, tanpa adanya sekat politik atau polarisasi, sambil tetap mempertahankan semangat pengabdian kepada tanah air,” kata Ace. Ia menambahkan bahwa Munaslub IKAL Lemhannas 2026, yang diadakan pada 11 April 2026, berperan penting dalam membentuk identitas organisasi yang lebih dewasa.

Strategi Penguatan Organisasi

Purnomo Yusgiantoro menyampaikan rencana penguatan fondasi IKAL Lemhannas dengan memfokuskan pada koordinasi di tingkat daerah. “Koordinator wilayah di berbagai provinsi akan menjadi prioritas, karena mereka adalah penggerak langsung dari keberhasilan program organisasi,” terangnya. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara dewan pengurus daerah (DPD) dan seluruh elemen IKAL dalam menjalankan tugas di lapangan.

Menurut Purnomo, keberadaan alumni Lemhannas harus dijaga sebagai bagian dari kekuatan nasional. “Alumni bukan sekadar penyambung lidah dari almamater, tetapi menjadi bagian dari komunitas yang mampu memberikan kontribusi langsung dalam pembangunan dan peneguhan nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya. Ia berharap, melalui kepemimpinan yang baru, IKAL Lemhannas dapat menghadirkan konsistensi dalam pemberdayaan masyarakat.

Apresiasi untuk Tokoh Sebelumnya

Dalam pidato terbuka, Purnomo juga mengucapkan terima kasih kepada Jenderal TNI (Purn.) Agum Gumelar, yang telah memimpin IKAL Lemhannas selama empat periode. “Kontribusi beliau terhadap konsistensi organisasi sangat berharga, dan kami menghargai peran aktifnya dalam menjaga soliditas alumni,” katanya. Selain itu, Purnomo menyampaikan penghargaan kepada pelaksana tugas Ketua Umum DPP IKAL Lemhannas atas dedikasinya dalam menggerakkan kegiatan organisasi sebelum masa bakti resmi dimulai.

Peran Alumni dalam Ketahanan Nasional

Lebih jauh, Purnomo mengingatkan bahwa alumni Lemhannas memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga ketahanan nasional. “Seluruh anggota IKAL harus bersatu untuk memperkuat kebijakan pembangunan yang selaras dengan tujuan jangka panjang bangsa Indonesia,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa semangat pengabdian dan kesatuan adalah kunci dalam menghadapi tantangan yang dihadapi oleh masyarakat.

Ketua Dewan Pembina IKAL Lemhannas, Ace Hasan Syadzily, menyebutkan bahwa pelantikan ini bukan sekadar perubahan kepemimpinan, tetapi juga peningkatan kinerja IKAL. “Kami berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan inovasi dalam memberdayakan alumni, sekaligus menjaga keharmonisan di dalam organisasi,” kata Ace. Ia menekankan bahwa IKAL Lemhannas harus menjadi wadah kolaborasi yang efektif, tidak hanya untuk kepentingan individu, tetapi juga untuk kesejahteraan kolektif.

Profil Purnomo Yusgiantoro

Purnomo Yusgiantoro adalah tokoh nasional dengan pengalaman luas dalam berbagai bidang. Ia pernah menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dari tahun 2000 hingga 2009, Menteri Pertahanan 2010-2014, serta Wakil Gubernur Lemhannas pada 1998-2000. Saat ini, Purnomo juga menjabat sebagai Guru Besar Universitas Pertahanan Indonesia dan dosen di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dalam dunia akademik, ia dikenal sebagai peneliti dan pakar energi yang konsisten mengusung visi pembangunan berkelanjutan. Ia juga aktif dalam berbagai organisasi sosial dan komunitas kebangsaan, seperti Ikatan Alumni Universitas Indonesia (IAU) dan Lembaga Pengembangan Kepemimpinan Nasional (LPKN). Kontribusi nyata Purnomo tidak hanya terlihat dari kebijakannya dalam pemerintahan, tetapi juga dari penghargaan yang telah ia terima, seperti Bintang Mahaputera Adipradana pada 2013 dan Bintang Mahaputera Adipurna pada 2025.

Dalam wawancara dengan media, Purnomo menyatakan bahwa visi IKAL Lemhannas harus selaras dengan kebutuhan masa depan Indonesia. “Kami ingin alumni menjadi mitra strategis pemerintah, tidak hanya dalam pembangunan, tetapi juga dalam menjaga stabilitas sosial dan politik bangsa,” ujarnya. Ia menilai, dengan kerja sama yang lebih intensif, IKAL Lemhannas dapat menjadi lembaga yang lebih responsif terhadap dinamika masyarakat.

Harapan untuk Masa Depan

Menurut Ace Hasan Syadzily, pelantikan Purnomo Yusgiantoro adalah langkah penting dalam mengembangkan kembali IKAL Lemhannas. “Kami berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan keberagaman ide, tetapi tetap mempertahankan kesatuan tujuan dalam membangun bangsa,” katanya. Ia menambahkan bahwa organisasi ini harus menjadi penyangga yang kuat dalam menghadapi tantangan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Purnomo Yusgiantoro, dengan latar belakang yang kaya, diharapkan dapat membawa IKAL Lemhannas menjadi lebih kredibel dan berpengaruh. “Pembangunan nasional membutuhkan partisipasi dari semua lapisan, termasuk alumni yang memiliki keahlian dan pengalaman berharga,” pungkasnya. Dengan kepemimpinan yang baru, organisasi ini dinyatakan siap menjadi wadah yang lebih dinamis dan inklusif untuk memperkuat persatuan bangsa.

“Kita semua adalah satu keluarga, satu barisan, dan satu tekad untuk menciptakan keharmonisan yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila,” kata Purnomo Yusgiantoro.