Lintas Kota

Polda Metro Jaya gelar pisah sambut Kapolda dan Wakapolda

27867

Polda Metro Jaya Resmi Memulai Era Kepemimpinan Baru

Ayobantudonasi.com – Jajaran Kepolisian Daerah Metro Jaya menggelar tradisi pisah sambut sebagai penanda bergantinya pucuk pimpinan di lingkungan kepolisian wilayah Jakarta. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (9/10) malam itu menjadi ruang penghormatan bagi para pejabat lama sekaligus penyambutan bagi pimpinan baru yang akan menjalankan tugas di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto kini mengemban amanah sebagai Kapolda Metro Jaya. Ia didampingi Irjen Pol. Adex Yudiswan yang dipercaya menjabat Wakapolda Metro Jaya. Pergantian ini menandai dimulainya tanggung jawab baru bagi keduanya dalam memimpin jajaran kepolisian di Jakarta dan wilayah penyangganya.

Pejabat sebelumnya, Komjen Pol. Asep Edi Suheri, mendapat penugasan sebagai Inspektur Pengawasan Umum atau Irwasum Polri. Sementara itu, Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono melanjutkan tugas sebagai Kapolda Jawa Timur. Tradisi pelepasan keduanya menjadi bagian penutup dari seluruh rangkaian kegiatan di Markas Polda Metro Jaya.

Pataka Diserahkan dalam Prosesi Penyambutan

Penyambutan pimpinan baru dimulai dari Gerbang Jagatama menuju Gedung Promoter Polda Metro Jaya. Setelah itu, kegiatan diteruskan dengan prosesi penyerahan Pataka Polda Metro Jaya. Pataka merupakan simbol institusi yang mencerminkan kesinambungan tanggung jawab, kehormatan, serta komitmen kepemimpinan dalam menjalankan tugas kepolisian.

Rangkaian acara tidak hanya berfokus pada pergantian Kapolda dan Wakapolda. Pengurus Bhayangkari Daerah Metro Jaya juga menggelar rapat paripurna. Selain itu, dilakukan pula serah terima jabatan Ibu Asuh Polisi Wanita atau Polwan. Kehadiran unsur pendamping organisasi tersebut memperlihatkan bahwa peralihan kepemimpinan turut melibatkan berbagai bagian dalam keluarga besar Polda Metro Jaya.

Malam pisah sambut kemudian menjadi kesempatan bagi jajaran internal untuk menyampaikan penghargaan atas pengabdian pimpinan sebelumnya. Pada saat yang sama, acara tersebut digunakan untuk membangun semangat bersama dalam menyambut kebijakan dan arah kepemimpinan yang baru.

Komitmen Pelayanan bagi Warga

Peralihan jabatan di tubuh Polda Metro Jaya membawa penegasan kembali terhadap tugas utama kepolisian dalam melayani masyarakat. Jajaran institusi ini menyatakan komitmennya untuk meneruskan program Kapolri “Polisi Bersama Masyarakat”, terutama melalui pelayanan yang lebih humanis, perhatian terhadap kebutuhan warga, dan upaya menjaga rasa aman di tengah masyarakat.

Bagi masyarakat Jakarta, kesinambungan pelayanan kepolisian memiliki arti penting karena wilayah ini menjadi pusat aktivitas pemerintahan, ekonomi, mobilitas, dan berbagai kegiatan publik. Kepemimpinan baru diharapkan dapat menjaga koordinasi internal serta memperkuat pelayanan yang mudah dijangkau warga dalam berbagai kebutuhan keamanan dan ketertiban.

Program pelayanan humanis menempatkan komunikasi dan kepedulian sebagai bagian penting dari pelaksanaan tugas. Pendekatan tersebut berkaitan dengan cara aparat hadir di tengah masyarakat, menangani persoalan, serta membangun kepercayaan publik melalui tindakan yang profesional dan bertanggung jawab.

Bagian dari Rotasi Besar Polri

Pergantian pimpinan Polda Metro Jaya merupakan bagian dari rotasi 19 kepala kepolisian daerah yang dilakukan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Rotasi itu dilakukan sehari setelah Suyudi resmi menjabat pada 2 Oktober 2026.

Mutasi tersebut dituangkan dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 yang bertanggal 2 Oktober 2026. Selain pergantian di tingkat kepolisian daerah, telegram itu juga memuat perubahan sejumlah jabatan strategis pada tingkat Mabes Polri dan wilayah.

“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” kata Johnny.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menyampaikan penjelasan tersebut terkait kebijakan rotasi yang mencakup berbagai daerah. Perubahan jabatan dalam organisasi kepolisian ditempatkan sebagai bagian dari kebutuhan institusi, pembinaan perjalanan karier personel, dan penyegaran pelaksanaan tugas.

Dalam daftar penugasan itu, Irjen Pol. Dadang Hartanto ditetapkan memimpin Polda Metro Jaya menggantikan pejabat sebelumnya. Irjen Pol. Suwondo Nainggolan mendapat tugas sebagai Kapolda Maluku, sedangkan Irjen Pol. Suhendri dipercaya sebagai Kapolda Kepulauan Riau.

Penghormatan untuk Pimpinan Lama

Usai seluruh agenda penyambutan dan pisah sambut selesai, Komjen Pol. Asep Edi Suheri serta Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono dilepas meninggalkan Markas Polda Metro Jaya melalui tradisi khusus. Pelepasan tersebut menjadi simbol penghargaan atas masa pengabdian mereka di lingkungan Polda Metro Jaya sebelum menjalankan amanah baru.

Pergantian jabatan menjadi bagian yang wajar dalam organisasi besar seperti Polri. Meski tokoh yang memimpin berubah, kebutuhan masyarakat atas pelayanan yang cepat, adil, aman, dan berorientasi pada kemanusiaan tetap menjadi perhatian utama. Dengan kepemimpinan Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto dan Irjen Pol. Adex Yudiswan, Polda Metro Jaya memasuki tahap baru untuk melanjutkan tugas menjaga keamanan serta mendukung kehidupan masyarakat di wilayah metropolitan.

Frequently Asked Questions

What is Polda Metro Jaya gelar pisah sambut?

Polda Metro Jaya gelar pisah sambut is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Polda Metro Jaya gelar pisah sambut matter?

Polda Metro Jaya gelar pisah sambut matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.