Lifestyle

Mana yang lebih baik untuk jaga kolesterol, daging ayam atau udang?

Mana yang lebih baik untuk menjaga kolesterol: ayam atau udang?

Ayobantudonasi.com – Mana yang lebih baik untuk menjaga kolesterol, daging ayam atau udang? Keduanya dapat menjadi sumber protein dalam pola makan sehari-hari, tetapi pilihan yang tepat bergantung pada bagian bahan yang digunakan, cara memasak, serta makanan lain yang dikonsumsi secara keseluruhan. Bagi orang yang sedang memperhatikan kadar kolesterol, terutama kolesterol LDL atau kolesterol jahat, memahami kandungan lemak jenuh dan kolesterol makanan dapat membantu menentukan menu yang lebih sesuai.

Ahli gizi Michelle Routhenstein menyampaikan bahwa manfaat ayam terhadap kadar kolesterol banyak dipengaruhi oleh makanan yang digantikannya. Ayam tanpa kulit dapat menjadi pilihan yang lebih baik apabila menggantikan daging sapi berlemak, daging olahan, atau makanan lain dengan kandungan lemak jenuh tinggi. Dalam kondisi tersebut, penggantian menu berpotensi membantu memperbaiki pola makan untuk kesehatan jantung.

“Namun, jika daging ayam digunakan untuk menggantikan ikan, kacang-kacangan, atau sumber protein rendah lemak lainnya, Anda tidak perlu terlalu mengharapkan adanya manfaat tambahan bagi kadar kolesterol,” kata Routhenstein.

Ayam tanpa kulit dan pengaruh cara memasak

Daging ayam tanpa kulit yang diolah secara sederhana cenderung memiliki kandungan lemak jenuh lebih rendah. Dada ayam tanpa kulit sering dipilih oleh orang yang ingin membatasi asupan kolesterol dari makanan karena merupakan sumber protein yang relatif rendah lemak. Namun, manfaat tersebut bisa berkurang apabila ayam disajikan dengan kulit, tepung roti, mentega, saus kental, atau minyak dalam jumlah banyak.

Metode memasak juga menentukan apakah ayam tetap menjadi pilihan yang mendukung pola makan sehat. Memanggang, membakar, merebus, mengukus, atau menggunakan air fryer dapat membantu mengurangi tambahan lemak dibandingkan menggoreng. Sebaliknya, ayam goreng berlapis tepung atau ayam yang dimasak dengan banyak mentega dapat meningkatkan kandungan lemak jenuh dalam satu porsi makan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi daging unggas tidak berkaitan dengan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi. Meski demikian, hal ini tidak berarti ayam secara langsung melindungi seseorang dari penyakit jantung. Pola makan seimbang, aktivitas fisik, dan faktor kesehatan lain tetap berperan penting dalam menjaga kadar kolesterol serta kesehatan pembuluh darah.

Udang mengandung kolesterol, tetapi rendah lemak jenuh

Udang kerap dihindari karena dikenal mengandung kolesterol. Ahli gizi Renee Korczak menjelaskan bahwa udang memang memiliki kolesterol makanan, tetapi kandungan lemak jenuhnya rendah. Satu porsi udang seberat tiga ons mengandung sekitar 161 miligram kolesterol, namun hampir tidak mengandung lemak jenuh.

Bagi kebanyakan orang, asupan lemak jenuh dan pola makan secara keseluruhan dinilai lebih berpengaruh terhadap kadar LDL dibandingkan kolesterol dari satu jenis makanan saja. Udang juga mengandung sejumlah kecil asam lemak omega-3 yang dapat membantu menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol. Karena itu, udang tidak selalu harus dihindari selama dikonsumsi dalam pola makan yang seimbang dan tidak diolah dengan bahan berlemak tinggi.

Respons tubuh terhadap kolesterol dari makanan dapat berbeda pada setiap orang. Routhenstein menjelaskan bahwa sebagian orang dengan respons tinggi terhadap kolesterol makanan mungkin mengalami peningkatan LDL yang lebih besar setelah mengonsumsi udang dibandingkan orang dengan respons rendah. Orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang menjalani pengaturan makan khusus sebaiknya mempertimbangkan anjuran tenaga kesehatan.

Jadi, mana yang lebih baik untuk kolesterol?

Mana yang lebih baik antara ayam dan udang tidak memiliki satu jawaban mutlak. Jika tujuan utama adalah meminimalkan asupan kolesterol makanan, dada ayam tanpa kulit umumnya dapat menjadi pilihan yang lebih unggul. Namun, jika ingin membatasi lemak jenuh sambil tetap memperoleh protein berkualitas tinggi, udang tanpa tambahan bumbu berlemak juga merupakan pilihan yang baik.

Yang paling penting adalah memperhatikan cara pengolahan dan porsi makan. Ayam maupun udang dapat dimasak dengan dipanggang, dikukus, direbus, atau ditumis menggunakan sedikit minyak. Hindari penggunaan berlebihan minyak, mentega, santan kental, kulit ayam, serta saus krim atau saus kental yang dapat menambah lemak jenuh.

Untuk membantu menjaga kadar kolesterol, sajikan ayam atau udang bersama sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh yang kaya serat. Kombinasi tersebut membantu membentuk pola makan yang lebih ramah bagi kesehatan jantung dibandingkan hanya berfokus pada satu bahan protein.

FAQ: ayam dan udang untuk menjaga kolesterol

Apakah penderita kolesterol tinggi boleh makan udang?

Udang dapat dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang karena rendah lemak jenuh. Namun, porsi, frekuensi konsumsi, cara memasak, dan respons tubuh masing-masing orang perlu diperhatikan. Pilih udang yang direbus, dikukus, atau dipanggang tanpa saus berlemak.

Bagian ayam mana yang lebih baik untuk kolesterol?

Dada ayam tanpa kulit umumnya menjadi pilihan yang lebih rendah lemak. Menghilangkan kulit ayam dan menghindari metode goreng membantu menjaga kandungan lemak jenuh tetap lebih rendah.

Apakah ayam goreng lebih sehat daripada udang goreng?

Keduanya dapat menjadi kurang ideal bila digoreng dengan banyak minyak atau diberi tepung dan saus kental. Mana yang lebih baik dalam situasi ini lebih ditentukan oleh cara pengolahan daripada jenis proteinnya. Memilih metode masak sederhana tetap menjadi langkah yang lebih baik untuk menjaga kolesterol.