Topics Covered: Susunan pemain Belgia vs Iran, Lukaku dipastikan starter lawan Iran
Susunan Pemain Belgia vs Iran, Lukaku Dipastikan Starter Lawan Iran
Topics Covered – Los Angeles menjadi lokasi pertandingan kedua Grup G Piala Dunia 2026 antara Timnas Belgia dan Iran, yang dijadwalkan berlangsung Senin. Susunan pemain yang diumumkan oleh pelatih Rudi Garcia menunjukkan penyesuaian strategi, dengan Romelu Lukaku menjadi pilihan utama sebagai penyerang utama. Bintang timnas Belgia tersebut dipasangkan dalam formasi 4-2-3-1, di mana perannya sebagai ujung tombak diperkuat oleh tiga gelandang depan yang menjadi asisten utama. Saelemaekers, De Bruyne, dan Trossard menjadi bagian dari trio penyerang yang diharapkan bisa menciptakan keuntungan serangan di babak pertama.
Strategi Timnas Belgia
Dalam pertandingan melawan Iran, Garcia mengambil langkah strategis dengan menempatkan Lukaku di posisi sayap tengah untuk mengimbangi kekuatan serangan dari sektor sayap. Perubahan ini memberikan ruang lebih luas bagi Saelemaekers dan Trossard untuk bergerak bebas, sekaligus menjaga keseimbangan pertahanan. Dukungan dari keempat gelandang tengah yang dipilih juga menjadi faktor kunci, karena mereka diharapkan bisa mengontrol tempo permainan serta menciptakan peluang terbuka untuk striker.
Kehadiran Lukaku yang konsisten dalam starting XI memberikan tekanan lebih besar pada Iran, terutama karena sejarahnya sebagai penyerang berpengalaman. Pelatih Rudi Garcia memastikan bahwa ketiga gelandang depan—Saelemaekers, De Bruyne, dan Trossard—akan terus bekerja sama untuk mendukung pergerakan Lukaku. Saelemaekers akan berperan sebagai pemain sayap kiri yang diharapkan bisa menembus pertahanan Iran, sementara Trossard berada di sayap kanan dengan tugas utama mengalirkan bola ke dalam zona penalti.
Perubahan Susunan Pemain
Kehadiran Jeremy Doku yang terpaksa absen karena cedera menjadi alasan utama untuk mengubah formasi. Gantinya, bek sayap kiri yang sebelumnya absen diganti oleh Trossard, yang dalam perannya baru bisa memberikan pengaruh signifikan. Dengan pemain sayap tersebut, Belgia mengurangi kehilangan ketika berada di sektor sayap, sekaligus memperkuat kecepatan serangan. Saelemaekers juga diberi kesempatan untuk tampil sejak menit awal, menjadi pemain sayap yang dianggap lebih stabil dalam mengatur pergerakan tim.
Di tengah lapangan, Garcia memilih dua gelandang yang dianggap mampu menjaga keseimbangan antara serangan dan pertahanan. Nicolas Raskin dan Youri Tielemans akan menjadi duo yang menopang kontrol bola serta mengatur alur permainan. Mereka ditemani oleh beberapa pemain lain yang bisa memperkuat serangan dari sisi kiri dan kanan. Posisi bek tengah juga diisi oleh Nathan Ngoy dan Brandon Mechele, yang akan memastikan kualitas pertahanan tim.
Susunan Pemain Iran
Iran memilih formasi 4-3-3 dengan harapan bisa meredam agresivitas serangan Belgia yang dipimpin oleh Lukaku. Pelatih Amir Ghalenoei fokus pada pertahanan rapat, dengan membentuk lini belakang yang diharapkan bisa menahan tekanan. Lima pemain di sektor pertahanan—Hardani, Kanani, Nemati, Khalilzadeh, dan Hajsafi—akan bertugas mengamankan gawang serta membatasi ruang untuk striker lawan. Formasi ini juga memberikan ruang bagi tiga gelandang tengah yang dianggap mampu menciptakan peluang dari sisi sayap.
Dalam lini tengah, Ramin Rezaeian, Saman Ghoddos, dan Saeid Ezatolahi akan menjadi penopang utama untuk keberhasilan serangan Iran. Mereka diharapkan bisa menjaga keseimbangan antara kecepatan dan kontrol bola. Mohammad Mohebi akan menjadi pilihan tambahan untuk mengakomodasi variasi permainan. Di sisi penyerang, Mehdi Taremi menjadi satu-satunya pemain yang diandalkan, dengan tugas utama memanfaatkan peluang lewat skema serangan balik yang cepat.
Komposisi Timnas Iran
Di sektor pertahanan, Iran memberikan kepercayaan kepada para bek yang dianggap memiliki pengalaman serta kecepatan. Hardani, Kanani, Nemati, Khalilzadeh, dan Hajsafi akan menjaga kekompakan di belakang, sementara lini tengah diisi oleh Rezaeian, Ghoddos, Ezatolahi, dan Mohebi. Dengan formasi 4-3-3, Iran menggambarkan permainan yang mengandalkan kombinasi antara ketahanan pertahanan dan kecepatan penyerangan. Taremi, sebagai penyerang utama, diharapkan bisa memanfaatkan peluang dari sisi sayap yang diberikan oleh para pemain tengah.
Susunan Pemain Menurut FIFA
Berdasarkan laman FIFA, berikut susunan pemain kedua tim: Belgia (4-2-3-1): Thibaut Courtois (gawang), Thomas Meunier (bek sayap kanan), Nathan Ngoy (bek tengah kiri), Brandon Mechele (bek tengah kanan), Maxim De Cuyper (bek sayap kiri); Nicolas Raskin (gelandang tengah), Youri Tielemans (gelandang tengah), Alexis Saelemaekers (gelandang sayap kiri), Kevin De Bruyne (gelandang sayap kanan), Leandro Trossard (striker); Romelu Lukaku (striker). Iran (4-3-3): Alireza Beiranvand (gawang), Saleh Hardani (bek tengah kiri), Hossein Kanaanizadegan (bek tengah kanan), Ali Nemati (bek tengah), Shoja Khalilzadeh (bek sayap kiri), Ehsan Hajsafi (bek sayap kanan); Ramin Rezaeian (gelandang tengah), Saman Ghoddos (gelandang sayap kiri), Saeid Ezatolahi (gelandang sayap kanan), Mohammad Mohebi (gelandang sayap kiri); Mehdi Taremi (striker).
Formasi ini mencerminkan strategi yang dipilih oleh kedua pelatih, dengan Belgia mengutamakan kontrol bola dan kecepatan serangan, sementara Iran fokus pada pertahanan yang rapat serta pemanfaatan serangan balik. Pertandingan yang menunggu hari Senin diharapkan bisa menjadi ujian bagi kedua tim, terutama mengingat sejarah pertemuan dan prestasi yang pernah dicapai di kompetisi internasional. Sebagai salah satu tim kuat di Grup G, Belgia dan Iran akan saling menguji daya tahan serta strategi untuk memperoleh kemenangan.
Dengan susunan pemain yang telah ditentukan, harapan akan berkembang lebih luas. Lukaku dianggap sebagai pelapis utama yang bisa memberikan tekanan berkelanjutan, sementara Taremi diharapkan bisa memanfaatkan kecepatan serta umpan silang untuk menciptakan peluang. Pertandingan ini juga bisa menjadi lang
