Agenda Utama: PM terpilih Hungaria akan fokus pada kerja sama EU, reformasi negara
PM Terpilih Hungaria Tetap Fokus pada Kemitraan dengan EU dan Reformasi Domestik
Dalam pidato usai pemilu, Perdana Menteri terpilih Hungaria, Peter Magyar, menegaskan komitmen untuk menjaga hubungan dengan Uni Eropa (EU) sekaligus menjaga kepentingan nasional. “Kami akan berdiskusi dengan EU, tapi tidak akan berperang di sana,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (13/4). Magyar menekankan bahwa Hungaria akan mempertahankan kemitraan dengan EU dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), yang ia anggap sebagai jaminan utama kestabilan politik dan perdamaian.
“Hungaria dan rakyatnya telah menulis sejarah melalui pemilu yang menentukan,” tambah Magyar. Ia menggambarkan hasil pemungutan suara sebagai momentum penting bagi negara, sementara menyoroti kekuatan mandat yang diterima Partai Tisza.
Magyar juga mengusulkan pendekatan luar negeri yang fleksibel, dengan Israel dianggap sebagai mitra ekonomi strategis. Ia menyebut hubungan antara kedua negara sebagai “relasi istimewa.” Di sisi lain, pihaknya akan memperkuat hubungan dengan Jerman, menekankan peran penting investasi dari negara tersebut. Sementara itu, Hungaria akan menjalin kemitraan realistis dengan Rusia, tetapi tetap memprioritaskan keamanan dan diversifikasi sumber energi.
Persaingan Ekonomi dan Revisi Struktur Pemerintahan
Dalam bidang ekonomi, Magyar berkomitmen untuk menciptakan lingkungan investasi yang adil bagi pihak asing sambil mendukung sektor lokal. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan memulai kembali proses aksesi ke Kantor Kejaksaan Umum Eropa serta meninjau dokumen rahasia. Magyar juga mengumumkan rencana restrukturisasi kementerian dengan pembentukan kabinet yang lebih spesialisasi, termasuk pembagian tugas terpisah untuk kesehatan, pendidikan, dan lingkungan.
Menurut Magyar, pemerintah akan menjalankan mekanisme konsultasi yang lebih luas guna memperhatikan aspirasi masyarakat dalam pengambilan keputusan kunci. Dalam bidang reformasi, langkah-langkah anti-korupsi dan pengawasan keuangan menjadi fokus utama. Ia mengungkapkan rencana pendirian kantor anti-korupsi untuk mengawasi sektor publik serta melindungi dana negara. Kantor Pemulihan dan Perlindungan Aset Nasional juga akan memeriksa kontrak besar serta kasus akumulasi kekayaan yang terkait dengan negara.
“Demi kepentingan semua pihak, kantor anti-korupsi harus segera dibentuk,” tutur Magyar, yang berusia 45 tahun. Ia berharap langkah tersebut dapat memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan Hungaria.
