Persija lepas Riko – Nico, dan Hansamu

Persija Jakarta Resmi Lepaskan Tiga Pemain Berprestasi Sebelum Musim Super League 2026/2027

Persija lepas Riko – Jakarta, Antaranews – Tiga pemain inti Persija Jakarta, Riko Simanjuntak, Alfriyanto Nico Saputro, dan Hansamu Yama Pranata, secara resmi dikeluarkan dari klub sebelum dimulainya kompetisi Super League musim 2026/2027. Pemutusan kontrak ini ditandai dengan penutupan era mereka yang telah berkontribusi signifikan dalam berbagai periode sejarah Persija. Presiden klub, Mohamad Prapanca, menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi para pemain selama masa tugas mereka.

Kontribusi Penting Pemain LAMA

Prapanca dalam pernyataan tertulis menyatakan, “Mereka adalah bagian dari perjalanan penting klub ini dan kontribusi mereka akan selalu menjadi bagian dari cerita Macan Kemayoran.” Kalimat ini menggambarkan peran penting ketiga pemain dalam membantu Persija meraih prestasi sepanjang masa. Riko Simanjuntak, salah satu pemain yang paling lama berada di tim, menjadi ikon dalam era kejayaan klub pada 2018. Pemain berusia 34 tahun tersebut turut serta dalam meraih gelar Liga 1, Piala Presiden, dan Boost Fix Super Cup tahun itu. Selain itu, Riko juga membantu Persija meraih Piala Menpora 2021 sebagai bagian dari skuad yang dihimpun.

Riko mencatatkan 207 penampilan sepanjang karier di Persija, dengan 12 gol dan 67 assist yang menjadi catatan luar biasa. Sebelum dipecat, ia menjalani masa peminjamannya ke PSS Sleman, di mana peran kuncinya memastikan promosi tim tersebut ke divisi utama Indonesia. Kemampuan Riko dalam mengelola permainan dan konsistensinya di lapangan membuatnya menjadi andalan utama selama hampir delapan tahun.

Penampilan Muda dan Pengalaman

Alfriyanto Nico Saputro, salah satu dari sepuluh pemain baru yang memperkuat Persija di Liga 1 musim 2021/2022, menunjukkan perkembangan signifikan selama masa tugasnya. Meski baru bergabung, Nico berkontribusi dalam 55 pertandingan dengan empat gol dan dua assist. Pengalaman ini diperkuat melalui beberapa kali peminjaman ke klub lain, seperti SIM Yogyakarta, Dewa United, dan Persis Solo, yang memungkinkannya mengasah kemampuan sebelum kembali ke Persija.

Pemain yang dianggap sebagai masa depan tim ini juga terlibat dalam beberapa pertandingan kunci, termasuk babak grup Liga 1 2022. Meskipun tidak selalu menjadi starter, kehadiran Nico memberikan dinamika positif dan membantu kestabilan tim selama musim pertandingan. Dengan torehan statistik yang menggembirakan, ia dinilai sebagai talenta muda yang memiliki potensi besar.

Peran Hansamu dalam Masa Kini

Hansamu Yama Pranata, yang bergabung dengan Persija pada musim 2022/2023, mencatatkan 63 penampilan sepanjang musimnya, dengan tiga gol dan dua assist. Sebagai bek tengah yang berpengalaman, Hansamu memberikan performa stabil dalam pertahanan, terutama saat tim sedang menghadapi tekanan berat. Ia juga mengalami masa peminjaman ke Arema FC pada pertengahan musim Super League 2025/2026, di mana kontribusinya dianggap cukup signifikan meski tidak selalu memperoleh kesempatan bermain secara terus-menerus.

Kehadiran Hansamu di skuad utama membantu mengisi kekosongan bek tengah yang sempat terjadi akibat cedera atau kesibukan pemain lain. Meski tidak menjadi starter utama, ia sering diangkat sebagai pemain pengganti dan terbukti mampu menjaga kualitas pertahanan tim. Konsistensi ini membuatnya layak mendapatkan apresiasi dari fans dan pihak manajemen.

Dalam kesimpulannya, Prapanca menegaskan bahwa klub akan terus mendukung keberhasilan karier ketiga pemain tersebut. “Kami mendoakan yang terbaik untuk karier mereka selanjutnya,” lanjutnya. Penutupan era ini juga menjadi momen untuk menilai dampak dari tiga pemain yang telah memberikan kontribusi luar biasa, sekaligus mempersiapkan langkah baru dalam perjalanan Persija menuju masa depan yang lebih cerah.

Dengan kepergian Riko, Nico, dan Hansamu, Persija memasuki fase transisi baru. Mereka meninggalkan jejak yang tak terlupakan, baik dalam pertandingan maupun dalam spirit tim. Pemain-pemain ini menjadi pengingat betapa pentingnya konsistensi, kerja keras, dan loyalitas terhadap sebuah klub. Meski tak bisa bermain lagi, harapan besar tetap tertarik pada kemungkinan mereka muncul kembali di ajang kompetisi lain atau bahkan membawa prestasi baru ke Persija.

Sementara itu, tim teknik Persija telah memulai proses rekrutmen baru untuk mengisi posisi yang ditinggalkan. Dengan ketersediaan slot, klub berharap menemukan pemain yang bisa memperkuat kekuatan lini depan dan tengah. Kepergian tiga pemain ini menjadi langkah strategis untuk membangun skuad yang lebih kompetitif di musim mendatang.