TNGR tingkatkan keselamatan jalur pendakian Gunung Rinjani

TNGR Tingkatkan Keselamatan Jalur Pendakian Gunung Rinjani

TNGR tingkatkan keselamatan jalur pendakian Gunung – Di Mataram, NTB, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) sedang melakukan perbaikan dan pemeliharaan terhadap sejumlah jalur pendakian gunung yang menjadi tempat wisata favorit masyarakat. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memastikan pengunjung tetap aman selama menjalani aktivitas pendakian, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan alami kawasan. Kepala Balai TNGR NTB, Budy Kurniawan, mengatakan bahwa keselamatan para pendaki adalah prioritas utama dalam upaya peningkatan kualitas layanan di Gunung Rinjani.

“Keselamatan pendaki adalah prioritas utama,” ujar Budy Kurniawan pada Senin.

Dalam pernyataannya, Budy menjelaskan bahwa TNGR terus berupaya memperbaiki sarana prasarana di beberapa jalur, seperti tangga, reling, dan penahan tanah, agar pengunjung dapat menikmati alam dengan lebih nyaman. Ia menegaskan bahwa perbaikan ini juga bertujuan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan, yang merupakan aset penting bagi generasi mendatang.

Pemeliharaan di Jalur Sembalun

Pada jalur Sembalun, TNGR telah melakukan pemasangan bronjong di area sebelum pos 3. Bronjong merupakan struktur penahan tanah yang membantu mencegah erosi di bagian miring lereng. Selain itu, tangga pelawangan yang menuju puncak Gunung Rinjani juga sedang diperbaiki untuk meningkatkan kenyamanan para pendaki. Di area danau, pemasangan bronjong juga dilakukan guna memastikan jalur tetap stabil meski menghadapi cuaca yang tidak menentu.

“Ini juga upaya untuk melestarikan kawasan,” tambah Budy.

Jalur Senaru dan Peningkatan Fasilitas

Di jalur Senaru, perbaikan sedang dilakukan dengan pemasangan reling besi dan tali di sekitar Batu Ceper, serta penyelesaian jembatan Hijau yang rusak. Peningkatan fasilitas ini diharapkan bisa mengurangi risiko terjatuh atau terpeleset, terutama saat cuaca berubah mendadak. Fasilitas seperti jembatan dan reling akan memudahkan pergerakan pendaki, sambil tetap menjaga estetika alam.

Budy menjelaskan bahwa jalur Senaru merupakan salah satu dari sejumlah jalur yang paling banyak dikunjungi. Dengan adanya reling dan tali, pengunjung dapat menjalani perjalanan dengan lebih tenang. Perbaikan jembatan Hijau juga mengurangi kebutuhan untuk menyeberang sungai secara langsung, sehingga meminimalkan dampak lingkungan.

Jalur Torean dan Fasilitas Baru

Di jalur Torean, TNGR sedang mengembangkan beberapa fasilitas baru. Tangga besi telah dipasang sebelum Air Terjun Penimbungan, sementara dek besi dibangun sebagai penerus tangga setelah air terjun tersebut. Reeling dan tali juga ditempatkan di titik Batu Licin, serta area penyeberangan sungai setelah titik tersebut. Peningkatan ini dirancang untuk menangani kenaikan jumlah pendaki yang semakin tinggi setiap tahun.

TNGR juga membangun Shelter di jalur Torean sebagai tempat istirahat bagi pendaki yang lelah. Fasilitas ini ditempatkan secara strategis untuk mengurangi kelelahan dan risiko kecelakaan di bagian yang curam.

Perbaikan di Jalur Timbanuh

Jalur Timbanuh, yang dikenal karena medannya cukup berat, sedang diperbaiki dengan perbaikan jembatan kali Blimbing. Selain itu, reling besi dan tali juga ditempatkan di sepanjang jalur untuk memberikan perlindungan tambahan. Pengeprasan lahan di kawasan Jurang Rajek juga dilakukan guna memperbaiki akses dan mengurangi hambatan alami selama perjalanan.

Budy menekankan bahwa perbaikan jalur Timbanuh merupakan bagian dari strategi TNGR untuk meningkatkan pengalaman pendaki. Dengan adanya reling dan tali, risiko jatuh dari tebing dapat dikurangi. Selain itu, pengeprasan lahan membantu mengelola aliran air dan mencegah banjir saat musim hujan.

Penyempurnaan Jalur Tetebatu

Di jalur Tetebatu, TNGR sedang membangun tangga di jalur Mata Air Aten Manuk. Tangga ini membantu pengunjung yang memulai perjalanan dari kaki gunung hingga ke area kawasan yang lebih tinggi. Selain itu, reling dan tali juga ditempatkan di jalur menuju Puncak Sangkareang/Kondo, serta penggantian tali yang rusak di sepanjang jalur tersebut.

Peningkatan ini dilakukan secara bertahap, mengingat jumlah pendaki yang terus meningkat. Budy menyebut bahwa dengan adanya tangga dan reling, perjalanan pendaki menjadi lebih terarah dan minim risiko.

Perkembangan di Jalur Aik Berik

Jalur Aik Berik juga menjadi fokus perbaikan, terutama dengan pemasangan reling dan tali di beberapa titik. Selain itu, pengeprasan lahan dilakukan untuk meningkatkan kualitas jalur dan memperluas area parkir. Pemeliharaan ini dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi kondisi yang mungkin berubah akibat cuaca atau penggunaan yang intens.

Budy menambahkan bahwa pengeprasan lahan di jalur Aik Berik juga bermanfaat untuk menanamkan kesadaran pengunjung tentang pentingnya menjaga lingkungan. Dengan memperbaiki akses, pengunjung dapat menikmati keindahan Gunung Rinjani tanpa mengganggu ekosistem sekitarnya.

Pesan untuk Pendaki

Budy mengimbau seluruh pendaki untuk tetap berhati-hati saat melakukan aktivitas di kawasan Gunung Rinjani. Ia menekankan pentingnya mematuhi arahan petugas, seperti menjaga jarak aman saat mendaki, serta tidak meninggalkan sampah di area wisata. “Menjaga Rinjani bukan hanya tugas petugas, tetapi tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Menurut Budy, keberhasilan pemeliharaan jalur bergantung pada keterlibatan masyarakat. Pengunjung yang memperhatikan fasilitas dan mengikuti protokol yang berlaku akan membantu menjaga keberlanjutan kawasan. Ia juga berharap perbaikan ini bisa mengurangi kecelakaan yang sering terjadi, terutama di bagian yang curam.

Dengan adanya perbaikan dan pengelolaan yang lebih terstruktur, TNGR berharap dapat meningkatkan jumlah pendaki yang berkelanjutan. Program ini juga menjadi contoh bagaimana taman nasional bisa tetap menjadi tempat yang aman dan menarik untuk dikunjungi, sekaligus menjaga keutuhan alam yang menjadi ciri khas Gunung Rinjani.