Humaniora

Perpusnas kembali buka uji kompetensi pustakawan hingga Desember 2026

340518

Perpusnas Jadwalkan Kembali Uji Kompetensi Pustakawan hingga Akhir 2026

Ayobantudonasi.com – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia kembali menyediakan pelaksanaan uji kompetensi bagi pemangku jabatan fungsional pustakawan pada Oktober hingga Desember 2026. Kegiatan ini dibuka setelah jadwal sebelumnya tertunda sejak Mei 2026 untuk memberi ruang bagi penyempurnaan bahan ujian, cara pengujian, serta tata pengawasan peserta.

Uji kompetensi menjadi bagian penting dalam pembinaan dan pengembangan karier pustakawan. Karena itu, penyesuaian mekanisme dilakukan agar proses penilaian dapat berlangsung lebih efektif, netral, dan dapat dipertanggungjawabkan. Peserta yang memenuhi ketentuan dapat mengikuti proses pendaftaran secara mandiri melalui laman ujikom.perpusnas.go.id.

“Pembukaan kembali ini merupakan tindak lanjut dari proses penyelarasan materi dan metode uji kompetensi yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan efektivitas, objektivitas, dan akuntabilitas penyelenggaraan ujian,” kata Kepala Pusat Pembinaan Pustakawan Perpusnas Agus Sutoyo dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Pelaksanaan Dibagi dalam Tiga Periode

Perpusnas menetapkan tiga gelombang pelaksanaan uji kompetensi pada penghujung 2026. Gelombang pertama akan berlangsung pada 27–29 Oktober, dilanjutkan pada 17–19 November, serta ditutup pada 15–17 Desember 2026. Setiap peserta hanya menjalani ujian pada satu hari yang telah ditentukan dalam periode yang dipilih atau dijadwalkan untuknya.

Pola jadwal tersebut memberi kepastian waktu bagi peserta untuk menyiapkan dokumen dan mempersiapkan diri menghadapi materi ujian. Setelah melakukan pendaftaran, calon peserta perlu mengunggah seluruh persyaratan yang diminta. Dokumen tersebut akan diperiksa oleh sekretariat Perpusnas sebelum peserta mendapatkan jadwal ujian.

Pelaksanaan tes menggunakan aplikasi digital dengan metode computer assisted test atau CAT. Namun, penggunaan sistem komputer tidak berarti ujian dapat dilakukan dari rumah atau lokasi pribadi. Peserta tetap wajib datang langsung ke tempat ujian dan mengikuti pengawasan secara tatap muka.

Kehadiran fisik dan pengawasan langsung diterapkan untuk menjaga integritas pelaksanaan tes. Dengan mekanisme itu, hasil yang diperoleh diharapkan mencerminkan kemampuan peserta sendiri tanpa bantuan dari pihak lain. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan standar penilaian dapat diterapkan secara seragam.

Lokasi Ujian Menyesuaikan Kesiapan Fasilitas

Tempat uji kompetensi tidak hanya berada di lingkungan Perpusnas. Pelaksanaan dapat dilakukan di dinas perpustakaan daerah maupun instansi yang menggunakan jabatan fungsional pustakawan, selama lokasi tersebut memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Kesiapan perangkat dan jaringan internet menjadi unsur penting karena ujian dijalankan melalui sistem CAT. Peserta perlu memperhatikan informasi lokasi dan jadwal yang diterima setelah proses verifikasi selesai, termasuk ketentuan kehadiran yang berlaku di tempat ujian masing-masing.

Bagi pustakawan, uji kompetensi bukan sekadar tahapan administratif. Materi yang diujikan mencakup tiga ranah, yakni kompetensi teknis, manajerial, serta sosial kultural. Cakupan tersebut menunjukkan bahwa penilaian tidak hanya menyoroti penguasaan pekerjaan kepustakawanan, tetapi juga kemampuan menjalankan peran profesional dalam organisasi dan lingkungan kerja yang beragam.

Jumlah Soal dan Standar Kelulusan

Peserta pada jenjang asisten perpustakaan hingga pustakawan ahli madya akan mengerjakan 150 soal. Sementara itu, pustakawan ahli utama menghadapi 200 soal. Perbedaan jumlah soal ini selaras dengan tingkat jabatan dan ruang lingkup kompetensi yang dinilai dalam masing-masing jenjang.

Ambang kelulusan bagi asisten perpustakaan sampai pustakawan ahli madya ditetapkan pada nilai 65. Untuk pustakawan ahli utama, nilai minimal yang harus dicapai adalah 70. Peserta yang belum memperoleh nilai lulus masih memiliki kesempatan untuk mengikuti remedial paling banyak dua kali dalam tahun berjalan.

Kesempatan remedial memberi ruang bagi peserta untuk mengevaluasi kesiapan mereka dan mengulang proses pengujian sesuai ketentuan. Meski demikian, peserta tetap perlu memanfaatkan kesempatan tersebut secara terencana, termasuk memahami materi yang menjadi bagian dari penilaian dan melengkapi persyaratan administrasi sejak awal.

Portofolio dan Wawancara Masih Disiapkan

Perpusnas juga tengah menyiapkan pengembangan sistem penilaian yang melibatkan portofolio serta wawancara. Dua metode itu dirancang untuk melihat pengalaman kerja dan kapasitas profesional peserta secara lebih utuh, melampaui hasil tes tertulis semata.

Namun, penilaian melalui portofolio dan wawancara belum diberlakukan dalam uji kompetensi periode Oktober hingga Desember 2026. Dengan demikian, penetapan kelulusan peserta pada tiga gelombang tersebut masih sepenuhnya bertumpu pada hasil ujian tertulis berbasis CAT.

Pustakawan yang berencana mengikuti ujian perlu memastikan data pendaftaran dan dokumen yang diunggah telah sesuai sebelum memasuki tahap verifikasi. Mereka juga perlu menyiapkan diri untuk hadir di lokasi yang ditetapkan, meskipun pengerjaan soal dilakukan melalui aplikasi digital.

“Pembaruan mekanisme pengujian diharapkan mendukung pembinaan karier pustakawan melalui sistem penilaian yang lebih objektif dan sesuai dengan kebutuhan jabatan,” ucap Agus.

Pembukaan kembali uji kompetensi ini menandai kelanjutan proses pembinaan jabatan fungsional pustakawan setelah masa penundaan untuk penyelarasan sistem. Dengan jadwal yang telah ditetapkan hingga Desember 2026, peserta dapat menggunakan waktu yang tersedia untuk memeriksa persyaratan, memahami ketentuan ujian, dan mempersiapkan kompetensi yang akan diukur.

Frequently Asked Questions

What is Perpusnas kembali buka uji kompetensi pustakawan?

Perpusnas kembali buka uji kompetensi pustakawan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Perpusnas kembali buka uji kompetensi pustakawan matter?

Perpusnas kembali buka uji kompetensi pustakawan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.