BPBD Nagan Raya Aceh kerahkan tim cari pelajar tenggelam di sungai
BPBD Nagan Raya Aceh Kerahkan Tim Cari Pelajar Tenggelam di Sungai
BPBD Nagan Raya Aceh kerahkan tim cari – Kabupaten Nagan Raya, Aceh, menjadi sorotan setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengambil langkah cepat untuk mencari seorang pelajar yang dilaporkan tenggelam di Sungai Krueng Tadu. Insiden tersebut terjadi di Desa Gapa Garu, Kecamatan Tadu Raya, pada Jumat (1/5) sore, sekitar pukul 16.00 WIB. Berdasarkan laporan warga, korban bernama Kamaludin (15) berusaha menyeberang sungai menggunakan tali untuk mengambil rakit di kebun, namun terseret arus dan tidak sempat menyelam ke daratan.
“Sampai saat ini, mayat korban belum ditemukan,” kata Kepala BPBD Nagan Raya, Aceh, Irfanda Rinaldi, kepada ANTARA, Minggu (3/5) malam. Ia menjelaskan bahwa tim penyelidik telah melakukan pencarian intensif sejak kejadian terjadi, namun belum menemukan titik terang mengenai keberadaan Kamaludin.
Dalam penyelidikan, Irfanda Rinaldi menyebutkan bahwa korban dugaan tenggelam saat berada di tengah aliran sungai. Lokasi kejadian berada di wilayah yang cukup luas, sehingga menambah kesulitan dalam upaya pencarian. BPBD segera bergerak ke lokasi, bekerja sama dengan warga setempat untuk memeriksa area sekitar dan melakukan penelusuran secara mendetail.
Meski telah berupaya mencari korban selama lebih dari 48 jam, hasilnya belum membuahkan kepastian. Petugas menyebutkan bahwa kondisi aliran Sungai Krueng Tadu pada saat kejadian terbilang deras, sehingga berpotensi membawa korban ke arah yang lebih jauh. “Korban terseret arus saat sedang menyeberang, kemudian dilaporkan tenggelam,” tambah Irfanda, menjelaskan bahwa situasi tersebut membutuhkan kolaborasi antara BPBD dengan pihak lain untuk mempercepat proses pencarian.
Upaya penyelidikan dilakukan sejak hari kejadian hingga Minggu (3/5) sore. Tim BPBD menggambarkan bahwa pencarian dilakukan secara bertahap, dengan membagi area menjadi bagian-bagian kecil untuk memastikan tidak ada titik temuan yang terlewat. Selain itu, mereka juga memperhatikan kondisi cuaca dan aliran sungai yang masih aktif. “Kita masih terus berupaya mencari korban di sekitar lokasi kejadian, termasuk wilayah yang sulit dijangkau,” ujarnya.
Detil Insiden dan Kondisi Tempat Kejadian
Menurut saksi mata, Kamaludin melakukan perjalanan menyeberang Sungai Krueng Tadu untuk mengambil rakit yang ditinggalkan di kebun. Proses menyeberang dilakukan dengan menggunakan tali yang diikatkan di batu-batu di tepi sungai. Namun, pada saat berada di tengah aliran, korban terpeleset dan dihanyut oleh arus. Tidak ada saksi yang melihat korban terlempar ke dalam air, tetapi terdengar suara teriakan sebelumnya dari warga sekitar.
Kondisi sungai pada saat kejadian dianggap menjadi faktor utama dalam kecelakaan tersebut. Aliran sungai yang deras, dipercaya bisa menarik korban ke arah yang tidak terduga. Selain itu, kondisi tanah di sekitar sungai yang bergerubug juga membatasi kemungkinan korban terperangkap di tepi atau terlindung oleh tanaman liar. “Kita perlu memperhatikan segala kemungkinan, termasuk kemungkinan korban terbawa ke sungai bagian yang lebih dalam,” kata Irfanda.
Korban, Kamaludin, merupakan warga Desa Gapa Garu yang tinggal di sekitar aliran sungai. Selain itu, ia juga dikenal sebagai siswa aktif di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Tadu Raya. Keluarga korban mengungkapkan bahwa ia biasanya menyeberang sungai untuk mengambil rakit secara rutin, terutama saat musim hujan. Namun, kejadian tersebut terjadi saat sungai mengalami kenaikan air yang signifikan akibat hujan deras beberapa hari sebelumnya.
Upaya Pencarian dan Harapan Masyarakat
BPBD Nagan Raya memastikan bahwa semua sumber daya telah dikoordinasikan untuk pencarian korban. Tim penyelidik melakukan pemeriksaan secara berkelanjutan, termasuk mengatur perahu dan alat bantu untuk menyelusuri area yang tidak terjangkau oleh kaki. Pihak setempat juga berharap bantuan dari organisasi penyelam dan masyarakat yang memiliki pengalaman di sekitar wilayah tersebut.
Irfanda Rinaldi menegaskan bahwa pencarian akan dilanjutkan pada Senin (4/5) dengan penambahan anggota tim. “Kita berharap bisa menemukan korban dalam waktu dekat,” katanya. Ia juga menyebutkan bahwa BPBD telah mengirimkan tim penyelidik ke lokasi, serta menyiapkan alat seperti perahu dan lampu pencahayaan untuk meningkatkan visibilitas di area yang gelap.
Masyarakat setempat, khususnya warga Desa Gapa Garu, turut berharap agar Kamaludin dapat segera ditemukan. Banyak warga yang menyampaikan doa dan dukungan untuk keluarga korban. “Kita semua sedang berdoa agar korban bisa ditemukan secepat mungkin,” ujar salah satu warga, yang tidak ingin disebutkan namanya. Ia menambahkan bahwa kejadian ini memperlihatkan pentingnya kesadaran akan bahaya aliran sungai, terutama bagi anak-anak yang masih belajar berenang.
Pencarian ini juga menjadi perhatian lebih luas bagi pemerintah setempat, yang berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai risiko berenang di aliran sungai. BPBD Nagan Raya menyatakan bahwa mereka akan terus melakukan investigasi dan koordinasi dengan pihak lain, termasuk dinas terkait dan organisasi penyelam, hingga korban ditemukan atau dinyatakan tidak ditemukan.
Kondisi cuaca dan lingkungan setempat tetap menjadi faktor yang dinantikan. Jika hujan tidak mengganggu, pencarian akan bisa dilakukan lebih intensif. Namun, jika cuaca memburuk, tim penyelidik mungkin harus menunda operasi. Meski demikian, pihak BPBD tetap optimistis dan berharap ada titik terang dalam waktu dekat. “Kita terus berusaha, tidak meninggalkan kejadian ini sampai kepastian ditemukan,” kata Irfanda Rinaldi.
