Hukum

Anggota DPR dukung pembentukan Politeknik Teknologi Modern Indonesia

WhatsApp-Image-2026-09-27-at-15.48.48

Dukungan untuk Politeknik Teknologi Modern Indonesia Menguat di Riau

Ayobantudonasi.com – Kebutuhan tenaga kerja dengan keahlian praktis di Riau menjadi perhatian dalam rencana pembentukan Politeknik Teknologi Modern Indonesia. Kehadiran perguruan tinggi vokasi itu diharapkan dapat membantu menyiapkan sumber daya manusia yang lebih selaras dengan perkembangan sektor industri di daerah tersebut.

Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif Yayasan Amaliah Thayyibah Barokah untuk mendirikan Politeknik Teknologi Modern Indonesia. Ia memandang pendidikan vokasi memiliki peran penting karena dunia industri memerlukan lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan teknis yang dapat diterapkan di lapangan.

Riau memiliki beragam aktivitas ekonomi dan industri yang membutuhkan pekerja terampil. Kebutuhan tersebut mencakup bidang kelapa sawit, minyak dan gas bumi, teknologi informatika, serta teknik sipil. Karena itu, penyusunan program pendidikan sejak awal perlu diarahkan pada kompetensi yang benar-benar relevan bagi kebutuhan dunia kerja.

Kerja Sama Industri Menjadi Perhatian Utama

Hendry menekankan bahwa rencana pendirian politeknik perlu dibarengi hubungan yang kuat dengan pelaku usaha dan industri. Kolaborasi tersebut diperlukan agar penyelenggaraan pendidikan tidak berjalan terpisah dari kebutuhan perusahaan maupun arah perkembangan industri di Riau.

Skema link and match dapat diterapkan melalui penyelarasan kurikulum, pemetaan kompetensi, serta pembukaan peluang keterlibatan industri dalam proses pembelajaran. Dengan pendekatan itu, mahasiswa berpotensi memperoleh bekal yang lebih sesuai dengan bidang pekerjaan yang tersedia setelah mereka menyelesaikan pendidikan.

“Saya menyarankan agar lembaga pendidikan vokasi terlebih dahulu melakukan MoU (nota kesepahaman, red.) dengan dunia usaha dan menyelaraskan penciptaan SDM dengan kebutuhan dunia usaha,” kata Hendry.

Nota kesepahaman dengan dunia usaha dapat menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih terarah. Bagi lembaga vokasi, kerja sama semacam ini membantu memahami jenis keahlian yang dibutuhkan. Di sisi lain, industri dapat menyampaikan kebutuhan tenaga kerja dan perkembangan kompetensi yang perlu diperhatikan dalam pendidikan.

Pendidikan vokasi pada dasarnya menempatkan keterampilan sebagai salah satu fokus utama. Namun, keterampilan tersebut akan lebih bernilai apabila dikembangkan sesuai kebutuhan nyata di sektor ekonomi yang menjadi penopang daerah. Rencana pembentukan politeknik ini pun dipandang perlu memperhatikan hubungan antara materi pembelajaran, fasilitas praktik, dan tuntutan profesi yang berkembang.

Fasilitasi Pembentukan Perguruan Tinggi

Hendry, yang terpilih dari daerah pemilihan Riau I, juga menyampaikan kesediaannya untuk membantu memfasilitasi proses pembentukan Politeknik Teknologi Modern Indonesia. Salah satu langkah yang akan diupayakan adalah mempertemukan pihak yayasan dengan Komisi X DPR RI, komisi yang menangani bidang pendidikan tinggi.

Fasilitasi tersebut dimaksudkan untuk mendukung proses komunikasi dan penguatan ekosistem pendidikan. Upaya itu tidak hanya terbuka bagi rencana politeknik yang digagas Yayasan Amaliah Thayyibah Barokah, tetapi juga bagi calon perguruan tinggi lain yang memiliki tujuan memperluas akses pendidikan serta menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan pembangunan.

Keberadaan institusi pendidikan baru membutuhkan perencanaan yang matang. Selain aspek pendirian kelembagaan, perhatian perlu diberikan pada arah program studi, kesiapan tenaga pengajar, sarana praktik, dan kemitraan yang dapat mendukung pengalaman belajar mahasiswa. Keselarasan berbagai unsur tersebut menentukan kemampuan perguruan tinggi vokasi dalam menghasilkan lulusan yang siap menghadapi kebutuhan kerja.

Menjawab Kebutuhan Keterampilan Teknis

Ketua Yayasan Amaliah Thayyibah Barokah, Tarmidzi Madjid, melihat sektor industri di Riau membutuhkan sumber daya manusia dengan keterampilan teknis. Bidang kelapa sawit, minyak dan gas bumi, teknologi informatika, dan teknik sipil disebut sebagai beberapa sektor yang memerlukan tenaga dengan kompetensi khusus.

Keragaman bidang itu menunjukkan pentingnya pendidikan yang mampu menyesuaikan diri dengan karakter industri. Kebutuhan di sektor teknologi informatika, misalnya, memiliki karakter berbeda dengan kebutuhan keahlian di bidang teknik sipil atau industri minyak dan gas. Karena itu, rancangan pembelajaran perlu mempertimbangkan kemampuan teknis yang relevan bagi masing-masing bidang.

Pembentukan Politeknik Teknologi Modern Indonesia diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan pendidikan vokasi di Riau. Jika kemitraan dengan dunia usaha dibangun sejak tahap awal, lembaga ini dapat memiliki dasar yang lebih kuat untuk menyusun pendidikan yang berorientasi pada keterampilan dan kebutuhan lapangan kerja.

Inisiatif tersebut juga menegaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia memerlukan kerja bersama antara lembaga pendidikan, yayasan, pemerintah, dan industri. Tujuan akhirnya bukan sekadar membuka institusi baru, melainkan menciptakan jalur pendidikan yang membantu masyarakat memperoleh keahlian yang dibutuhkan dalam pembangunan dan pertumbuhan sektor industri.

Frequently Asked Questions

What is Anggota DPR dukung pembentukan Politeknik Teknologi?

Anggota DPR dukung pembentukan Politeknik Teknologi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Anggota DPR dukung pembentukan Politeknik Teknologi matter?

Anggota DPR dukung pembentukan Politeknik Teknologi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.