Menilik kegiatan bakar lemang massal di Kabupaten Aceh Barat Daya

Menilik Kegiatan Bakar Lemang Massal di Kabupaten Aceh Barat Daya

Acara “Meuseuraya Toet Leumang” Merekam Warisan Kuliner Nusantara

Kabupaten Aceh Barat Daya menjadi sorotan publik setelah menggelar acara seru yang melibatkan pembakaran 15.000 batang lemang secara bersamaan. Lemang, makanan tradisional khas Melayu, terbuat dari beras ketan dan santan yang dimasukkan ke dalam ruas bambu muda, lalu dibungkus daun pisang sebelum dibakar dengan api unggun.

Acara ini bertujuan mengawetkan kekayaan kuliner Nusantara, khususnya makanan berbasis beras ketan. Pembakaran massal yang dilakukan pada hari tertentu menunjukkan komitmen masyarakat setempat untuk menjaga tradisi leluhur. Proses membuat lemang membutuhkan keahlian khusus, termasuk pemilihan bahan dan teknik pengolahan yang dilestarikan hingga saat ini.

“Bakar lemang massal ini bukan hanya untuk memperkenalkan makanan tradisional, tetapi juga mengajak generasi muda menghargai budaya lokal,” kata panitia acara.

Kegiatan yang diakui oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) ini menarik perhatian wisatawan dan pecinta kuliner dari berbagai daerah. Dengan menggabungkan keunikan rasa dan proses pembuatan, Aceh Barat Daya kembali menegaskan identitas budaya melalui inisiatif kreatif yang melibatkan partisipasi massal.