Finansial

Di KTT SEACEN, BI tekankan tiga prioritas bank sentral di era AI

6af33cfb-0762-405e-8f19-955c5d61ffb7

Ayobantudonasi.com – Di KTT SEACEN BI tekankan tiga prioritas utama yang perlu diperkuat bank sentral dalam menghadapi perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI). Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali menyampaikan bahwa teknologi AI membawa peluang besar bagi sektor keuangan, tetapi juga memunculkan risiko yang memerlukan respons bersama dari bank sentral di kawasan.

Pernyataan tersebut disampaikan Ricky dalam pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi South East Asian Central Banks (SEACEN). Menurutnya, perubahan teknologi berlangsung sangat cepat sehingga bank sentral perlu membangun pendekatan yang mampu mendorong inovasi tanpa mengabaikan stabilitas moneter, sistem keuangan, dan sistem pembayaran.

Tiga prioritas bank sentral di era AI

Di KTT SEACEN BI tekankan bahwa prioritas pertama adalah membangun tata kelola AI yang terpercaya, transparan, dan akuntabel. Penggunaan teknologi ini perlu berada dalam kerangka yang jelas agar keputusan, proses, serta dampaknya dapat dipahami dan dipertanggungjawabkan. Tata kelola yang kuat juga penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan dan bank sentral.

Prioritas kedua adalah mengoptimalkan pemanfaatan AI untuk menciptakan ekosistem pembayaran yang lebih efisien, aman, inklusif, dan tahan terhadap berbagai gangguan. Teknologi AI berpotensi membantu pengembangan layanan pembayaran, pengelolaan risiko, serta perluasan akses keuangan. Namun, pemanfaatannya tetap perlu disertai pengawasan yang memadai agar inovasi tidak menimbulkan kerentanan baru bagi pengguna maupun sistem keuangan.

Prioritas ketiga yang disoroti BI adalah penguatan kolaborasi regional melalui SEACEN. Kerja sama tersebut dapat diwujudkan melalui dialog kebijakan, peningkatan kapasitas, dan riset bersama. Kolaborasi lintas negara dinilai penting karena dampak AI tidak terbatas pada satu yurisdiksi, khususnya ketika teknologi, data, dan layanan keuangan semakin saling terhubung.

“AI menghadirkan tantangan yang perlu dihadapi secara bersama oleh berbagai negara,” kata Ricky.

Kolaborasi kawasan untuk stabilitas dan inovasi

Di KTT SEACEN BI tekankan perlunya pendekatan bersama untuk menjaga stabilitas dan ketahanan sistem keuangan kawasan. Perkembangan AI membuat kerja sama regional menjadi semakin strategis, baik dalam membangun tata kelola teknologi yang dipercaya, meningkatkan kemampuan pengawasan, maupun memanfaatkan inovasi bagi sistem pembayaran dan inklusi keuangan.

Ricky menyampaikan bahwa satu negara tidak dapat menghadapi seluruh tantangan AI secara sendiri-sendiri. Melalui forum kawasan seperti SEACEN, bank sentral dapat berbagi pengalaman dan merumuskan pendekatan yang mendukung inovasi sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan. Pertukaran pengetahuan menjadi semakin bernilai ketika transformasi teknologi berlangsung cepat dan membawa konsekuensi yang luas bagi perekonomian.

“Seiring dengan semakin cepatnya transformasi teknologi, pengetahuan dan pengalaman bersama akan semakin berharga dalam membentuk masa depan bank sentral,” kata Ricky.

Interoperabilitas pembayaran lintas negara

Direktur Eksekutif The SEACEN Centre Cynyoung Park juga menyoroti arti penting interoperabilitas sistem pembayaran lintas negara. Keterhubungan antarsistem pembayaran dibutuhkan untuk mendukung integrasi ekonomi di kawasan, terutama bagi perdagangan dan investasi regional.

Menurutnya, konektivitas pembayaran harus ditopang oleh standar dan pengaturan yang kompatibel. Selain itu, diperlukan kerangka yang jelas dalam pengelolaan likuiditas dan risiko penyelesaian transaksi. Fondasi tersebut akan membantu memperluas konektivitas pembayaran secara lebih aman dan efektif di antara negara-negara kawasan.

Kepercayaan menjadi fondasi bank sentral

Kepala Ekonom United Nations Development Programme (UNDP) untuk Asia dan Pasifik Philip Schellekens menekankan bahwa kepercayaan tetap menjadi fondasi utama peran bank sentral di tengah perkembangan AI. Bank sentral perlu memahami perubahan yang dibawa AI terhadap ekonomi dan teknologi agar dapat mengantisipasi dampaknya secara tepat.

Salah satu risiko yang perlu diperhatikan adalah ketergantungan sistemik pada penyedia platform AI tertentu. Karena itu, pemanfaatan AI tidak cukup hanya berorientasi pada efisiensi. Bank sentral juga perlu memastikan teknologi tersebut mendukung stabilitas dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian.

KTT SEACEN di Bali mengangkat tema “Central Banking in the Age of Artificial Intelligence: Payments, Regulation, and Financial Stability for a Connected Asia”. Forum ini mempertemukan berbagai pandangan mengenai perkembangan AI serta implikasinya terhadap kebijakan bank sentral. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan 25th SEACEN Executive Committee (EXCO) Meeting pada 6 Oktober 2026 yang dipimpin oleh Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali.

Pertemuan tersebut membahas penguatan tata kelola dan kelembagaan SEACEN sebagai pusat pembelajaran dan kolaborasi bank sentral di kawasan. Di KTT SEACEN BI tekankan bahwa kerja sama, kepercayaan, serta kesiapan tata kelola akan menentukan kemampuan bank sentral memanfaatkan AI secara bertanggung jawab.

FAQ

Apa tiga prioritas BI di era AI?

Tiga prioritas tersebut adalah membangun tata kelola AI yang terpercaya, memanfaatkan AI untuk sistem pembayaran yang efisien dan aman, serta memperkuat kolaborasi regional melalui SEACEN.

Mengapa bank sentral perlu bekerja sama dalam menghadapi AI?

AI menghadirkan risiko dan peluang yang melintasi batas negara. Kerja sama membantu bank sentral bertukar pengalaman, mengembangkan kapasitas, melakukan riset, dan membangun pendekatan kebijakan yang mendukung inovasi sekaligus menjaga stabilitas keuangan.

Apa pentingnya interoperabilitas pembayaran lintas negara?

Interoperabilitas memungkinkan sistem pembayaran di berbagai negara saling terhubung dengan lebih baik. Hal ini dapat mendukung perdagangan, investasi, dan integrasi ekonomi kawasan, dengan tetap memerlukan standar yang kompatibel serta pengelolaan risiko transaksi yang jelas.