Topics Covered: Griya Kriya UMKM Banyumas perkuat pemasaran produk lokal
Griya Kriya UMKM Banyumas Diresmikan untuk Dorong Pemasaran Produk Lokal
Topics Covered – Purwokerto, Jawa Tengah — Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengungkapkan harapan besar terhadap peresmian Griya Kriya UMKM Banyumas, yang dilakukan di Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Banyumas. Menurutnya, fasilitas ini diharapkan menjadi pusat promosi serta pemasaran yang memperkuat eksistensi produk unggulan daerah di pasar nasional dan internasional. “Galeri ini bertujuan menjadi etalase terbaik bagi kekayaan industri lokal, sekaligus ruang pertemuan bagi para pengusaha kecil menengah, masyarakat, maupun wisatawan,” ujarnya saat upacara pembukaan di Purwokerto, Jumat (3 Maret).
Peluang Ekspor dan Kualitas Produk
Pembukaan Griya Kriya UMKM Banyumas menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-46 Dekranasda, yang diperingati setiap 3 Maret. Dalam sambutannya, Sadewo menekankan bahwa Banyumas memiliki banyak peluang untuk berkembang melalui industri kecil menengah (UKM) dan kerajinan. Produk-produk yang dihasilkan, katanya, sudah cukup kompetitif dan siap menembus pasar ekspor, terutama yang ramah lingkungan. “Kita harus menunjukkan bahwa barang ini tercipta dari tangan para pengusaha lokal dan koperasi. Hal itu memberi nilai tambah di segi internasional,” tambahnya.
“Galeri UMKM ini dulu pernah ada. Sekarang saya ingin tempat ini benar-benar menjadi pusat marketing produk UMKM Banyumas,” kata Sadewo menegaskan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bupati juga mengatakan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan melalui berbagai program. Salah satunya adalah kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), baik dalam bentuk bantuan peralatan, pelatihan, maupun pengembangan ekonomi. “Kita perlu menunjukkan bahwa produk ini bisa bersaing di tingkat nasional, bahkan global. Dengan begitu, kepercayaan pasar akan terjaga,” jelasnya. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga konsistensi kualitas produk, terutama untuk memenuhi standar ketat yang diterapkan oleh negara-negara tujuan ekspor.
Potensi Komoditas Unggulan
Selain industri kreatif, Bupati menyoroti potensi komoditas unggulan Banyumas seperti gula semut dan kelapa. Produk-produk ini, katanya, telah menjadi bagian penting dalam ekspor dan perlu ditingkatkan lagi. “Kualitas dan promosi menjadi kunci agar produk lokal bisa lebih dikenal masyarakat luas,” tambahnya. Ia berharap, dengan adanya Griya Kriya UMKM, potensi tersebut bisa terus dikembangkan melalui integrasi dengan sektor pariwisata dan penguatan kelembagaan pelaku usaha.
Menurut Sadewo, fasilitas baru ini bukan hanya tempat pameran, tetapi juga wadah kolaborasi antara berbagai pihak. Dengan desain yang modern, ia yakin galeri ini akan menarik minat generasi muda dan wisatawan. “Kehadiran kafe dengan konsep kekinian bisa menjadi daya tarik tambahan, sekaligus tempat berkumpul yang lebih dinamis,” katanya. Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah akan melengkapi infrastruktur pendukung, termasuk pemasaran yang lebih strategis dan integrasi dengan event-event pariwisata.
Komitmen Dekranasda Banyumas
Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Banyumas Gatot Eko Purwadi menambahkan bahwa peluncuran Griya Kriya UMKM adalah bagian dari komitmen organisasi untuk menumbuhkan dan memfasilitasi pelaku usaha kecil menengah (UKM) serta perajin lokal. “Kehadiran pusat ini membantu memperkuat daya saing produk, sekaligus mendorong sinergi antar pemangku kepentingan dalam pembinaan usaha,” ujarnya. Sebagai Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Banyumas, Gatot juga menyebutkan bahwa Dekranasda terus berupaya meningkatkan kapasitas produksi melalui berbagai program.
“Dekranasda Kabupaten Banyumas berkomitmen memfasilitasi pelaku usaha agar mampu berkembang dan memperluas pasar. Kehadiran Griya Kriya menjadi sarana strategis untuk promosi produk lokal,” kata Gatot.
Dalam penjelasannya, Gatot menyebutkan bahwa Griya Kriya UMKM Banyumas dihadirkan untuk menjadi pusat promosi, publikasi, dan distribusi. Fasilitas ini juga akan memudahkan pemasaran dengan integrasi ke berbagai media dan platform. “Kita berharap, pelaku usaha bisa memanfaatkan peluang ini secara optimal,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa sejumlah program pembinaan telah dilaksanakan sebelumnya, seperti pelatihan ekspor yang bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan dan kelas ekspor lanjutan.
Dekranasda Banyumas juga berkolaborasi dengan Bank Indonesia dalam menyelenggarakan sarasehan usaha, serta memberikan pendampingan kepada pelaku usaha binaan. Selain itu, program pemberdayaan ekonomi melalui bantuan modal usaha telah dijalankan bersama Baznas Kabupaten Banyumas. “Dengan bantuan modal, para pengusaha bisa meningkatkan produksi dan menjangkau pasar yang lebih luas,” jelas Gatot. Ia mengatakan, kehadiran Griya Kriya UMKM Banyumas diharapkan bisa menjadi contoh sukses dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif.
Pengembangan Infrastruktur dan Dukungan Sistemik
Menurut Gatot, pengembangan Griya Kriya UMKM Banyumas juga melibatkan peningkatan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan industri. “Kami ingin menjadikan tempat ini sebagai pusat informasi dan layanan yang komprehensif,” katanya. Selain itu, ia menekankan bahwa pemerintah daerah terus mendorong sinergi antar lembaga, termasuk dengan Baznas, untuk memberikan bantuan teknis dan sumber daya. “Kolaborasi ini memberi peluang bagi pelaku usaha untuk berkembang dengan lebih cepat,” tambahnya.
Pembukaan Griya Kriya UMKM Banyumas dianggap sebagai langkah penting dalam membangun ekosistem usaha yang lebih kuat. Dengan lokasi di Gedung Dekranasda, yang merupakan simbol perekonomian daerah, fasilitas ini bisa menjadi sentral kegiatan ekonomi kreatif. Sadewo mengakui bahwa galeri UMKM sebelumnya sudah ada, tetapi kini difokuskan untuk menjadi lebih representatif dan modern. “Kita ingin tempat ini menjadi wadah yang lebih produktif, bukan hanya pameran tapi juga pemasaran yang terstruktur,” katanya.
Dalam konteks peningkatan daya saing, Sadewo menyoroti peran UMKM dalam mengembangkan produk yang ramah lingkungan. “Pasar ekspor terbuka lebar, terutama untuk barang yang ramah bumi. Jika produk lokal bisa menunjukkan inovasi ini, pasti akan lebih diminati,” ujarnya. Ia juga berharap, melalui kehadiran Griya Kriya, masyarakat lokal bisa lebih memahami nilai ekonomi yang dimiliki oleh industri kreatif. “Edukasi dan promosi yang intensif akan membantu membangun kesadaran bersama,” jelasnya.
Target Pengembangan dan Harapan Masa Depan
Menurut Gatot, program pembinaan melalui Griya Kriya UMKM Banyumas diharapkan mampu mendorong keterlibatan pemang
