Special Plan: MHU tekan emisi 41 persen di sektor pertambangan lewat hybrid truck-EV
MHU Tekan Emisi 41 Persen di Sektor Pertambangan dengan Special Plan dan Teknologi Hibrida
Special Plan yang dijalankan oleh PT Multi Harapan Utama (MHU), bagian dari MMS Group Indonesia (MMSGI), telah membawa hasil signifikan dengan menurunkan emisi sektor pertambangan hingga 41 persen. Strategi ini menjadi bukti komitmen perusahaan untuk mengurangi dampak lingkungan dan mempercepat transisi menuju energi bersih. Presiden Direktur MHU, Kemal Djamil Siregar, menyatakan bahwa pencapaian ini terjadi lebih cepat dari target yang diberikan sebelumnya.
Penurunan Emisi Lebih Cepat dari Target
Sejak tahun 2021, MHU menetapkan target penurunan emisi scope 1 sebesar 8 persen hingga 2030 sebagai bagian dari Special Plan. Namun, realisasi penurunan emisi mencapai 40,89 persen dalam waktu tiga tahun, lebih awal dari jadwal. Kemal menjelaskan, “Special Plan kami tidak hanya mencapai target delapan tahun dalam tiga tahun, tetapi juga memberikan hasil yang dapat diukur secara independen.”
Inisiatif Utama dalam Special Plan MHU
Pencapaian ini didorong oleh tiga inisiatif kunci dalam Special Plan. Pertama, penggantian dump truck diesel menjadi teknologi hibrida berdampak besar, mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 46 persen. Rasio penggunaan bahan bakar turun dari 68 liter per jam menjadi 36,70 liter per jam. Dalam lima bulan pertama, program ini menyumbang penghematan bahan bakar sekitar 1,22 juta liter dan mengurangi biaya operasional hingga Rp19,9 miliar.
Kedua, sistem pemantauan idle time berbasis data (itimer) berhasil mengurangi emisi langsung sektor produksi sebanyak 82.334 ton CO₂e. Metode ini memungkinkan kontrol yang lebih tepat terhadap penggunaan energi. Ketiga, program reklamasi lahan tambang menyerap karbon sebanyak 273.419 ton CO₂e, yang melebihi total pengurangan emisi dari operasional, menjadi pilar utama dekarbonisasi dalam Special Plan.
Kemitraan dengan Teknologi Listrik
Mengikuti keberhasilan inisiatif sebelumnya, MHU mempercepat adopsi kendaraan listrik dalam Special Plan. Di area Loa Kulu, Kutai Kartanegara, uji coba dump truck listrik SANY 445 EV sedang dilakukan. Kendaraan ini mampu mengurangi biaya operasional hingga 40 persen dibandingkan unit diesel konvensional, dengan kapasitas motor 460 kW dan baterai 400 kWh.
“Dengan teknologi ini, kami berharap mendorong efisiensi yang lebih luas dalam Special Plan,” ujar Kemal.
Ini menunjukkan bahwa perusahaan terus mengembangkan strategi berbasis teknologi untuk mendukung visi dekarbonisasi. Penerapan teknologi EV dalam Special Plan diharapkan berdampak signifikan dalam jangka panjang.
Transparansi Data dalam Special Plan
Penghargaan Green Achievement in Emission Reduction dan Ruby Achievement in Emission Transparency yang diterima MHU dalam The Best Corporate Transparency and Emission Reduction Awards 2026 menjadi bukti konsistensi dalam pelaporan emisi berdasarkan Special Plan. Perusahaan menggunakan standar ISO 14064-1 untuk memastikan data dapat diverifikasi secara independen.
Kemal menekankan bahwa transparansi menjadi bagian integral dari Special Plan. “Setiap langkah kami diukur dan dipertanggungjawabkan,” tuturnya. Sistem monitoring berbasis data yang dikembangkan MHU juga mendukung pelaporan emisi rutin melalui program Proper Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Kinerja ESG dan Kontribusi Global
Capaian MHU dalam Special Plan tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga mendukung peningkatan kinerja ESG di tingkat grup. Dalam Corporate Sustainability Assessment (CSA) 2025 oleh S&P Global, MMSGI mencatat skor 52/100 pada sektor Coal & Consumable Fuels, menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kemal menambahkan, Special Plan MHU menjadi contoh bagaimana transformasi lingkungan bisa menjadi bagian dari strategi bisnis. “Kami percaya bahwa keberlanjutan adalah kunci untuk menghadapi tekanan global dalam pertambangan,” ujarnya. Pendekatan ini diharapkan mendorong industri lain untuk mengikuti jejaknya.
Manfaat Jangka Panjang dari Special Plan
Dalam jangka panjang, implementasi Special Plan diharapkan memberikan manfaat lebih luas bagi lingkungan dan ekonomi. Penggunaan teknologi hibrida dan EV tidak hanya mengurangi emisi, tetapi juga menurunkan biaya operasional. Selain itu, reklamasi lahan tambang menjadi bagian dari strategi untuk mengembalikan ekosistem yang rusak.
Kemal Djamil Siregar berharap Special Plan MHU menjadi model yang bisa direplikasi oleh perusahaan pertambangan lain. “Kami fokus pada inovasi yang bisa mengukur dampaknya secara jelas,” katanya. Dengan konsistensi ini, MHU berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan di industri pertambangan nasional.
