PLN NP perkuat ekosistem hidrogen hijau lewat berbagai inovasi

PLN NP Perkuat Ekosistem Hidrogen Hijau Melalui Terobosan Inovatif

Ayobantudonasi.com – Jakarta, Indonesia — PT PLN Nusantara Power atau yang dikenal sebagai PLN NP terus melakukan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem hidrogen hijau di Indonesia. Perusahaan ini tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga membangun infrastruktur yang mendukung rantai nilai hidrogen secara menyeluruh. Upaya ini mencakup aspek produksi, penyimpanan, distribusi, hingga pemanfaatan di berbagai sektor industri dan transportasi.

Ruly Firmansyah, Direktur Utama PT PLN Nusantara Power, menyampaikan bahwa pendekatan holistik menjadi fondasi penting dalam transformasi energi nasional. Dalam pernyataannya yang diterima di Jakarta pada hari Rabu, ia menjelaskan bahwa perusahaan sedang menyiapkan kerangka kerja yang komprehensif untuk mendukung masa depan energi bersih. Langkah ini sejalan dengan komitmen Indonesia menuju target Net Zero Emissions.

“PLN NP tidak hanya memproduksi hidrogen hijau, tetapi sedang membangun ekosistemnya secara menyeluruh, mulai dari produksi, penyimpanan, distribusi, hingga pemanfaatannya di sektor transportasi, pembangkit, dan industri,” ujar Ruly Firmansyah.

Peran GHP dalam Pengembangan Hidrogen Nasional

Green Hydrogen Plant (GHP) pertama yang diresmikan pada tahun 2023 di PLTGU Muara Karang menjadi tonggak sejarah dalam pengembangan hidrogen di Indonesia. Fasilitas ini membuktikan bahwa teknologi hidrogen hijau dapat diimplementasikan secara efektif di kondisi lokal. Dari satu fasilitas awal, PLN NP kini telah mengembangkan delapan unit GHP yang tersebar di berbagai lokasi strategis di Pulau Jawa.

Kapasitas produksi keseluruhan dari kedelapan GHP tersebut mencapai 94,63 ton hidrogen hijau per tahun. Lokasi-lokasi yang memiliki fasilitas GHP meliputi Muara Karang, Muara Tawar, Indramayu, Rembang, Tanjung Awar-awar, Gresik, Pacitan, dan Paiton. Penyebaran geografis ini menunjukkan komitmen PLN NP untuk memastikan ketersediaan hidrogen hijau di berbagai wilayah Indonesia.

Kontribusi dalam GHES 2026

PLN NP juga turut serta aktif dalam Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES) 2026 yang akan diselenggarakan pada tanggal 21 hingga 23 Juli 2026. Kehadiran perusahaan dalam ajang internasional ini bertujuan untuk memamerkan berbagai inovasi pengembangan hidrogen hijau. Tujuannya adalah mendukung ekosistem hidrogen nasional dari hulu hingga hilir secara lebih terintegrasi.

Selain menampilkan GHP, PLN NP menghadirkan sejumlah inovasi lainnya dalam pameran tersebut. Di antaranya adalah mock-up Hydrogen Refueling Station (HRS) Muara Tawar yang menunjukkan infrastruktur pengisian hidrogen. Kendaraan hidrogen juga menjadi sorotan utama, termasuk H-E Nusantara dan FCEV Cruiser yang telah dikembangkan oleh perusahaan.

Informasi mengenai pengembangan Hydrogen Fuel Cell Generator (HFCG) juga dipresentasikan kepada peserta. Selain itu, pemanfaatan hidrogen hijau di berbagai sektor industri dan transportasi menjadi fokus pembahasan dalam acara tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa PLN NP terus memperluas aplikasi hidrogen dalam kehidupan sehari-hari.

Inovasi Kendaraan H-E Nusantara

H-E Nusantara merupakan kendaraan listrik hibrida berbasis Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) yang merupakan hasil kolaborasi antara PLN NP dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Sebagai kendaraan hybrid pertama di Indonesia, teknologi ini menawarkan efisiensi yang tinggi. Kendaraan ini mampu menempuh jarak hingga 270 kilometer dalam satu kali pengisian.

Keunggulan lainnya adalah waktu pengisian hidrogen yang sangat singkat, hanya sekitar lima menit. Hal ini menjadikan H-E Nusantara solusi transportasi yang praktis dan ramah lingkungan. Pengembangan kendaraan ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kapasitas untuk menciptakan teknologi transportasi masa depan secara mandiri.

Momentum Menuju Net Zero Emissions

Ruly Firmansyah menekankan bahwa GHES 2026 menjadi momen krusial untuk menunjukkan kemajuan inovasi hidrogen Indonesia. Menurut dia, negara telah memasuki tahap implementasi nyata dalam pengembangan hidrogen hijau. Teknologi ini siap menjadi bagian penting dalam mewujudkan ketahanan energi nasional.

“GHES 2026 menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa inovasi hidrogen Indonesia telah memasuki tahap implementasi nyata dan siap menjadi bagian penting dalam mewujudkan ketahanan energi nasional serta target Net Zero Emissions,” kata Ruly.

Dengan berbagai langkah strategis yang telah diambil, PLN NP terus berkomitmen untuk memimpin transformasi energi di Indonesia. Ekosistem hidrogen hijau yang dibangun diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengurangan emisi karbon dan keberlanjutan lingkungan hidup di masa depan.