Bisnis

Menteri PPPA: Peran perempuan dalam perekonomian bangsa sangat besar

IMG_20261029_221516

Penguatan UMKM Perempuan Didorong Lewat Ekosistem Digital yang Inklusif

Ayobantudonasi.com – Perempuan memegang peranan penting dalam perputaran ekonomi Indonesia, terutama melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Di Yogyakarta, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Arifatul Choiri Fauzi menekankan bahwa besarnya kontribusi tersebut perlu diimbangi dengan akses yang lebih adil terhadap kesempatan usaha, teknologi, serta pendampingan.

Pesan itu disampaikan dalam peresmian Prima Go Digital Market Hub serta penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian PPPA, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Universitas Gadjah Mada. Kegiatan berlangsung di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM, Yogyakarta, pada Kamis.

Arifatul menyampaikan bahwa keterlibatan perempuan pada sektor UMKM sudah sangat dominan. Data yang ia sampaikan menunjukkan 64,5 persen pasar UMKM Indonesia dikelola perempuan. Angka ini menggambarkan bahwa aktivitas ekonomi keluarga dan masyarakat banyak ditopang oleh pelaku usaha perempuan, dari usaha skala rumahan hingga kegiatan ekonomi yang lebih luas.

“Menurut data, 64,5 persen pasar UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) Indonesia dikelola oleh perempuan. Tidak heran jika peran perempuan yang sangat besar dalam perekonomian bangsa kita,” kata Menteri PPPA.

Kontribusi Besar Belum Selalu Sejalan dengan Kesempatan

Meski perempuan telah mengambil bagian besar dalam pengelolaan UMKM, tantangan yang dihadapi masih beragam. Kontribusi ekonomi tersebut belum sepenuhnya diikuti peluang yang setara untuk memperluas usaha. Akses terhadap pengetahuan, jaringan, kemampuan digital, dan kesempatan pengembangan bisnis menjadi hal yang perlu terus diperkuat.

“Sayangnya, kontribusi yang sudah besar ini belum diikuti dengan kesempatan yang setara dalam mengembangkan usahanya,” katanya.

Karena itu, pemberdayaan pelaku usaha perempuan tidak cukup dilakukan dengan mengajak mereka membuka bisnis baru. Dukungan juga diperlukan agar usaha yang sudah berjalan dapat bertahan menghadapi perubahan, meningkatkan kualitas pengelolaan, menjangkau konsumen lebih luas, dan tumbuh ke tingkat berikutnya.

“Karena itu, tidak hanya cukup mengajak dan mendorong perempuan untuk memulai usaha. Kita juga harus memastikan bahwa perempuan bisa memulai usahanya, bisa bertahan, berkembang, dan tentunya kita ingin pengusaha perempuan bisa naik kelas,” kata Arifatul.

Prima Go diposisikan sebagai salah satu langkah kolaboratif untuk menjawab kebutuhan tersebut. Program ini diarahkan untuk mengembangkan potensi perempuan, meningkatkan keterampilan mereka, serta membantu mereka memperoleh manfaat dari perkembangan teknologi. Kolaborasi lintas pihak diharapkan dapat memperkuat layanan pemberdayaan perempuan sekaligus membantu pelaku usaha menghadapi hambatan yang masih ada.

Pasar Digital Membuka Ruang yang Lebih Luas

Perkembangan ekonomi digital memberi peluang penting bagi usaha kecil. Pasar kini tidak semata-mata ditentukan oleh lokasi fisik pelaku usaha. Teknologi dapat membantu produk dan layanan diperkenalkan kepada calon pembeli yang lebih luas, sementara kanal digital memberi ruang baru untuk promosi, komunikasi dengan pelanggan, dan pengelolaan bisnis.

Namun, terbukanya pasar melalui teknologi tidak otomatis membuat semua orang memiliki posisi awal yang sama. Pelaku usaha membutuhkan kemampuan untuk menggunakan perangkat digital, memahami cara mengelola penjualan, serta memiliki kepercayaan diri dalam mengambil keputusan usaha. Bagi perempuan yang menghadapi keterbatasan akses dan waktu, proses ini memerlukan dukungan yang lebih dekat.

Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menyampaikan bahwa ekonomi digital memang menjanjikan pasar yang melampaui batas wilayah. Di sisi lain, masih ada perempuan yang harus melewati hambatan berupa keterbatasan kesempatan, informasi, dan pengetahuan.

“Prima Go menghubungkan teknologi dengan pendampingan manusiawi. Prima Go hadir utamanya untuk perempuan kepala keluarga, yang memikul tanggung jawab ekonomi, sekaligus menjaga keberlangsungan kehidupan keluarganya,” katanya.

Fokus kepada perempuan kepala keluarga menjadi penting karena mereka sering menjalankan tanggung jawab ekonomi sekaligus mengurus keberlanjutan kehidupan keluarga. Pendampingan yang tepat dapat membantu mereka membangun kecakapan usaha tanpa mengabaikan kondisi dan kebutuhan yang berbeda-beda.

Pendampingan Bertahap untuk Kemandirian Usaha

Digitalisasi yang inklusif perlu melihat setiap pelaku usaha sebagai individu dengan titik awal yang tidak sama. Ada perempuan yang sudah memiliki usaha dan ingin memperluas pasar, sementara lainnya mungkin masih berada pada tahap membangun keterampilan dasar. Perbedaan kemampuan, pengalaman, dan tingkat kerentanan ini membutuhkan pendekatan yang tidak seragam.

“Spirit inilah yang semestinya menjiwai Prima Go. Melalui pendekatan ‘We to Women’, setiap peserta didampingi secara setara dan bertahap, hingga memiliki kecakapan serta kepercayaan diri untuk mengelola usahanya secara mandiri,” kata KGPAA Paku Alam X.

Pendekatan bertahap memberi arti bahwa teknologi bukan sekadar alat yang diperkenalkan, melainkan sarana yang perlu dipahami dan digunakan sesuai kebutuhan usaha. Ketika pendampingan berjalan bersama peningkatan kemampuan, perempuan pelaku UMKM berpeluang lebih siap mengelola perubahan pasar dan menentukan arah pengembangan bisnisnya.

Pemerintah Daerah DIY berharap Prima Go menjadi wadah untuk tumbuh bersama. Dalam ruang tersebut, teknologi diharapkan menghadirkan kesempatan, pengetahuan menjadi sumber penguatan, dan perempuan memiliki peluang yang setara untuk bergerak maju dengan martabatnya sendiri.

Penguatan ekonomi perempuan pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan satu usaha. Ketika pelaku UMKM perempuan mampu memulai, mempertahankan, dan mengembangkan usahanya, manfaatnya dapat terasa bagi keluarga, komunitas, serta ekosistem ekonomi yang lebih luas. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pihak terkait menjadi bagian penting agar peluang digital dapat dijangkau secara lebih merata.

Frequently Asked Questions

What is Menteri PPPA?

Menteri PPPA is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Menteri PPPA matter?

Menteri PPPA matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.