Agenda Utama: Pertamina nyatakan mampu olah minyak mentah dari Rusia
Pertamina Berkompetensi dalam Memproses Minyak Mentah Rusia
Jakarta – Dalam upayanya memperkuat keberlanjutan pasokan energi nasional, Indonesia terus menjajaki kerja sama dengan negara-negara produsen energi global, termasuk Rusia. Menurut Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun, kilang milik perusahaan tersebut memiliki kemampuan untuk mengubah minyak mentah dari Rusia menjadi berbagai produk energi. “Refinery Unit Pertamina mampu dan siap memproses crude Rusia menjadi produk olahan,” jelas Roberth saat dihubungi ANTARA dari ibu kota, Selasa.
Kerja sama ini berawal dari negosiasi yang dilakukan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev di Rusia, Selasa. Pihak Indonesia mengharapkan hasil yang menguntungkan dari kesepakatan tersebut, seperti peningkatan cadangan minyak mentah dan pengembangan teknologi energi. “Alhamdulillah, kita mendapat hasil yang cukup baik, di mana cadangan crude kita bisa diperluas, serta akses ke LPG juga tersedia,” ujar Bahlil.
“Pertamina pastinya mengikuti arahan dan kebijakan pemerintah terkait perdagangan minyak mentah, termasuk mengimpor dari Rusia,” tambah Roberth. Ia menekankan peran Pertamina dalam mendukung penyediaan energi domestik, mulai dari pengolahan hingga distribusi produk.
Gejolak pasar energi global yang terus berlangsung berdampak pada ketahanan pasokan energi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Untuk menjaga stabilitas, pemerintah aktif mencari solusi strategis, salah satunya melalui kerja sama dengan Rusia. Kemitraan ini menargetkan pengembangan kilang minyak, penguatan ekspor-impor, dan pemanfaatan teknologi terkini dalam sektor energi.
