Visit Agenda: Pelatih: tampil tenang jadi kunci kemenangan Joshua dan Pangeran
Pelatih Tinju Indonesia: Kekalangan Kemenangan Bergantung pada Ketenangan
Visit Agenda – Di tengah persaingan ketat dalam Kejuaraan Tinju Asia U19 dan U23 2026 yang berlangsung di Hall Basket GBK, Jakarta, pelatih tinju Indonesia Husni Ray memberikan penjelasan mengenai faktor utama yang membawa dua atletnya, Joshua Toni Marties Lahin dan Pangeran Februzio Lani, meraih kemenangan pada babak penyisihan. Dalam wawancara dengan ANTARA, Selasa, Husni menegaskan bahwa keberhasilan keduanya tidak terlepas dari sikap tenang dan stabil saat bertanding.
“Kedua petinju yang menang bermain dengan sangat baik, rileks, dan mematuhi instruksi pelatih secara utuh,” ungkap Husni. Ia menambahkan bahwa pengendalian emosi serta konsentrasi tinggi selama pertandingan menjadi daya tarik utama yang membedakan mereka dari lawan-lawan di kelas masing-masing.
Pada pertandingan babak penyisihan, Joshua yang berlaga di kelas Men’s Light Weight (60kg) U19, menghadapi petinju Arab Saudi Nawaf Ghazwani. Dengan skor akhir 5-0, Joshua mampu menunjukkan dominasi tajam, dengan ringkasan skor 30:27, 30:26, 30:26, 30:27, dan 30:27. Sementara itu, Pangeran Februzio Lani, yang berada di kelas Men’s Bantam Weight (55kg) U19, berhasil mengalahkan petinju Yordania dengan hasil serupa, 5-0, dalam skor 30:27 lima kali berturut-turut.
Ketika ditanya mengenai persiapan untuk babak berikutnya, Husni menyebutkan bahwa atlet-atlet yang lolos ke perempat final akan mendapatkan bimbingan intensif dari pelatih kepala Kamanit Nareerakx, yang berasal dari Thailand. “Persiapan khusus akan dirancang oleh pelatih kepala untuk membantu para petinju memahami taktik yang lebih strategis dan adaptif terhadap lawan-lawan mereka,” jelas Husni. Ia menekankan bahwa kesiapan ini akan menjadi fondasi penting untuk pertandingan yang lebih berat di perempat final.
Joshua akan melawan petinju Singapura Dani Izacc Muhammad Faiz, sementara Pangeran ditantang oleh petinju Kazakhstan Elyor Rustamov. Kedua atlet tersebut diperkirakan akan menghadapi tantangan berat karena lawan-lawan mereka dikenal memiliki kualitas teknik dan mental yang tangguh. Husni juga memprediksi bahwa babak perempat final akan sangat menentukan, mengingat banyaknya pesaing kuat yang terlibat.
Kekuatan Mental dan Fisik dalam Pertandingan Kualifikasi
Kejuaraan Tinju Asia U19 dan U23 2026 menjadi ajang penting bagi para atlet muda dari berbagai negara Asia. Lebih dari 400 peserta dari 26 negara, termasuk Uzbekistan, Kazakhstan, Jepang, dan Filipina, telah mengikuti ajang ini. Mereka memiliki tradisi tinju yang kuat, sehingga membuat pertandingan menjadi sangat kompetitif. Untuk menghadapi kekalahan yang mungkin terjadi, para petinju harus siap memperbaiki strategi dan meningkatkan performa.
Joshua dan Pangeran menggambarkan contoh nyata bagaimana konsentrasi dan ketenangan bisa menjadi keunggulan dalam olahraga ini. Dalam beberapa pertandingan sebelumnya, mereka telah menunjukkan kemampuan mengelola tekanan dan tetap tenang di bawah sorotan. Hal ini tentu saja memperkuat kepercayaan diri mereka saat memasuki babak penyisihan.
Menurut Husni, ketenangan tersebut bukan hanya hasil dari latihan fisik, tetapi juga berasal dari pembinaan mental yang intensif. “Pelatihan tidak hanya fokus pada teknik dan daya tahan tubuh, tetapi juga pada cara berpikir dan sikap menghadapi tekanan,” terangnya. Dengan pendekatan ini, keduanya mampu mengambil keuntungan dari keadaan yang sulit, terutama ketika lawan mereka mencoba mengubah momentum.
Dalam pertandingan melawan Nawaf Ghazwani, Joshua menunjukkan dominasi yang konsisten sejak awal. Ia mampu mempertahankan ritme dan menjaga jarak dengan lawannya, sehingga memudahkan kemenangan 5-0. Sementara Pangeran, meskipun menghadapi lawan yang juga kuat, mampu mengimbangi tekanan melalui kecepatan serangan dan kontrol pertandingan yang cermat. Keduanya menjadi bukti bahwa kesiapan mental dan teknik bisa menjadi senjata ampuh dalam olahraga penuh dinamika ini.
Persiapan yang Terukur untuk Babak Berikutnya
Dalam beberapa hari terakhir sebelum babak penyisihan, para pelatih berusaha memberikan instruksi yang tepat untuk memastikan para atlet tetap stabil. Husni mengungkapkan bahwa seluruh tim telah melakukan persiapan intensif, termasuk simulasi pertandingan dan penyesuaian strategi sesuai dengan karakter masing-masing petinju.
Kemenangan Joshua dan Pangeran tidak hanya menunjukkan kemampuan individu, tetapi juga kerja sama yang baik antara atlet dan pelatih. Dalam wawancara, Husni menjelaskan bahwa para petinju harus selalu memperhatikan detail kecil, seperti posisi tubuh, pengaturan napas, dan penggunaan waktu pertandingan secara optimal. “Ini adalah elemen yang sering diabaikan, tetapi bisa membedakan antara kemenangan dan kekalahan,” katanya.
Ketika berbicara tentang persiapan lebih lanjut, Husni menyebutkan bahwa pelatih kepala Kamanit Nareerakx akan memberikan panduan khusus untuk perempat final. “Tujuan utama adalah memastikan mereka tidak terpancing emosi dan tetap fokus pada tujuan pertandingan,” jelasnya. Dengan strategi yang dirancang secara matang, keduanya diharapkan bisa menjaga performa konsisten hingga tahap lebih lanjut.
Kejuaraan Tinju Asia U19 dan U23 2026 di Jakarta diperkirakan akan berlangsung seru dan penuh drama. Banyak petinju berbakat dari negara-negara dengan tradisi tinju unggul, seperti Uzbekistan dan Kazakhstan, membuat pertandingan menjadi sulit diprediksi. Namun, Husni yakin bahwa kekuatan mental dan teknik yang dimiliki oleh dua atlet Indonesia akan menjadi pembeda di babak perempat final.
Dengan kemenangan mereka, Joshua dan Pangeran kini menghadapai tantangan baru di perempat final. Pertandingan melawan Dani Izacc Muhammad Faiz dan Elyor Rustamov akan menjadi ujian terbesar hingga saat ini. Husni mengatakan bahwa kedua atlet tersebut harus terus memperbaiki strategi, terutama dalam menghadapi lawan yang mungkin mengubah pendekatan pertandingan. “Kemenangan di babak penyisihan hanya awal, dan kami ingin mereka tetap optimis untuk menghadapi babak berikutnya,” pungkas Husni.
