Visit Agenda: Indonesia makin dipercaya FIP untuk buat turnamen padel internasional

Indonesia Makin Diakui FIP untuk Gelar Turnamen Padel Internasional

Visit Agenda – Jakarta menjadi pusat perhatian dalam dunia padel internasional setelah Federasi Padel Internasional (FIP) memberikan kepercayaan lebih besar kepada Perhimpunan Besar Padel Indonesia (PBPI). Wakil Ketua Umum PBPI, Mochtar Sarman, menyatakan bahwa negara ini kini menjadi pilihan utama untuk menghelat pertandingan berstandar global. Penyelenggaraan turnamen internasional di Tanah Air dinilai cukup baik oleh organisasi internasional tersebut.

“Tahun lalu (2025) kami sudah diizinkan menggelar dua kali turnamen, dan mereka sangat senang dengan hasil kerja yang kami tunjukkan. Karena itu, tahun ini (2026) kami diberi lebih banyak kepercayaan, yaitu enam ajang yang akan diadakan,” ujar Mochtar dalam acara konferensi pers FIP Bronze-Promises Jakarta 2026 di Jakarta, Senin.

Menurut Mochtar, peningkatan jumlah turnamen mencerminkan peningkatan kualitas penyelenggaraan di Indonesia. PBPI pun kembali menjadi tuan rumah ajang FIP Bronze di Jakarta, setelah sebelumnya sukses menggelar seri di Yogyakarta pada akhir Mei. Dalam skema 2026, PBPI diberi kesempatan menyelenggarakan enam turnamen yang tersebar di beberapa kota. Selain Jakarta, Yogyakarta, Banten, dan Bali juga menjadi lokasi penting.

Kepercayaan ini bukan hanya tentang jumlah ajang, tetapi juga berbagai inovasi yang diperkenalkan PBPI. Salah satu strategi baru adalah pembuatan turnamen FIP Promises khusus untuk pemain junior. “Ini memberikan peluang bagi atlet muda untuk berkompetisi secara lebih intensif,” tutur Mochtar. Selain itu, peningkatan frekuensi turnamen diharapkan mampu memperkaya pengalaman para pemain Indonesia ketika berhadapan dengan tim dari luar negeri.

Pertumbuhan Peserta Domestik Menjadi Tanda Harapan

Perkembangan padel di Indonesia kini terlihat dari peningkatan peserta lokal dalam setiap ajang. Mochtar menyebut, setelah turnamen Yogyakarta yang hanya dihadiri sekitar 120 peserta, jumlahnya kini meningkat menjadi lebih dari 300 orang untuk seri Jakarta. “Ini membuktikan minat masyarakat semakin tinggi terhadap olahraga ini,” tambahnya.

Kenaikan peserta lokal disambut baik karena menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat. PBPI berharap dengan penyelenggaraan turnamen resmi, lebih banyak pemain muda akan terinspirasi untuk terus menekuni padel. Hal ini juga didukung oleh konsep “padel tourism” yang digagas PBPI, yakni memperkuat hubungan antara olahraga dan sektor pariwisata. Kehadiran atlet internasional di Indonesia, kata Mochtar, diharapkan memberikan dampak positif pada industri wisata dan menciptakan pengalaman unik bagi delegasi asing.

Ajang FIP Bronze-Promises 2026 Berlangsung di Jakarta Selatan

FIP Bronze-Promises Jakarta 2026 akan digelar di Rana Grounds, Jakarta Selatan, pada 6-12 Juli mendatang. Acara ini diikuti oleh total 510 peserta dari 31 negara, dengan pembagian kategori yang lebih luas. Turnamen FIP Bronze menampung lebih dari 200 pemain putra dan putri dari berbagai belahan dunia, seperti Spanyol, Meksiko, Argentina, Kazakhstan, dan Indonesia.

Sebagai tambahan, turnamen FIP Promises akan melibatkan tiga kelompok usia, yaitu KU-14, KU-16, dan KU-18. Ketiga kategori ini dirancang untuk memberikan panggung bagi atlet muda yang berbakat. Dengan penyelenggaraan ini, PBPI berharap mampu memperkaya ekosistem padel nasional dan menyiapkan bakat-bakat masa depan yang siap berkiprah di panggung internasional.

Peluang Khusus untuk Pemain Junior

Pertandingan khusus untuk pemain junior menjadi bagian penting dari rencana FIP dan PBPI. Mochtar menjelaskan bahwa turnamen FIP Promises dirancang untuk memfasilitasi pengembangan atlet muda melalui pertandingan yang lebih intensif. “Ketiga kelompok usia ini akan membantu membangun fondasi yang kuat bagi pengembangan olahraga ini di Indonesia,” tambahnya.

Dengan semakin banyaknya turnamen, PBPI juga mengharapkan adanya kolaborasi yang lebih luas dengan negara-negara lain. Ini bisa menciptakan jaringan pemain dan penggemar yang lebih besar, serta meningkatkan visibilitas padel sebagai olahraga yang memiliki potensi tumbuh pesat. Peningkatan jumlah peserta internasional dan domestik menjadi indikator bahwa PBPI telah mampu menunjukkan kompetensi dalam mengelola event berstandar global.

Komitmen PBPI untuk Meningkatkan Kualitas Padel Nasional

Mochtar menegaskan bahwa PBPI terus berupaya memperbaiki infrastruktur dan kualitas penyelenggaraan turnamen. Dengan penyelenggaraan lebih dari satu ajang per tahun, PBPI berharap dapat memberikan pengalaman berkompetisi yang lebih baik kepada atlet nasional. “Ini bukan hanya untuk kepuasan atlet, tetapi juga untuk meningkatkan citra olahraga padel di Asia Tenggara,” kata Mochtar.

Di sisi lain, FIP menilai inisiatif PBPI dalam mengembangkan padel di Indonesia sangat berpotensi. Dengan makin banyaknya turnamen yang digelar, kualitas pertandingan dan lingkungan kompetitif di Tanah Air diharapkan semakin terasah. PBPI pun optimis bahwa kepercayaan ini akan menjadi dasar untuk lebih banyak kolaborasi di masa depan, termasuk peningkatan partisipasi dari negara-negara tetangga.

Komitmen PBPI untuk menghadirkan pertandingan berkualitas terus diperkuat dengan pelaksanaan turnamen di lokasi strategis seperti Jakarta Selatan. Lokasi yang memiliki fasilitas lengkap dan aksesibilitas tinggi dipilih untuk memastikan pengalaman optimal bagi semua peserta. Kehadiran para atlet internasional juga menjadi kesempatan bagi pemain lokal untuk belajar dan beradaptasi dengan level kompetisi yang lebih tinggi.

Dengan peningkatan jumlah turnamen dan partisipasi peserta, PBPI semakin dekat dengan tujuan mengembangkan padel menjadi olahraga nasional yang dikenal luas. Mochtar yakin, keberhasilan ini akan berdampak pada pertumbuhan olahraga, baik secara teknis maupun secara ekonomi. “Ini adalah langkah awal untuk menjadikan padel sebagai olahraga yang bisa mendatangkan manfaat luas bagi masyarakat Indonesia,” tutur Mochtar.