Key Strategy: Menteri Pariwisata puji nilai historis Bukittinggi dan Jam Gadang

Menteri Pariwisata puji nilai historis Bukittinggi dan Jam Gadang

Key Strategy – Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, menjadi sorotan dalam kunjungan resmi Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, yang berlangsung pada Rabu. Dalam wawancara dengan media, Menpar mengapresiasi kekayaan sejarah dan budaya kota ini serta monumen Jam Gadang, yang dinilai sebagai simbol penting dari peradaban masa lalu. “Kota Bukittinggi memiliki warisan historis yang luar biasa. Selain itu, Jam Gadang juga menjadi bukti kebanggaan sejarah yang sangat berharga,” ujarnya.

Kunjungan dan Pemantauan Pemugaran Jam Gadang

Menpar menegaskan bahwa Jam Gadang, yang dibangun sejak 1926, memiliki desain unik yang mencerminkan perpaduan budaya dari berbagai masa. “Bangunan ini menggabungkan elemen arsitektur Belanda, Jepang, dan juga adat Minangkabau. Hal itu membuatnya sangat menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan,” katanya. Selama kunjungan, Menpar juga memeriksa kondisi fisik monumen tersebut, termasuk bagian-bagian yang perlu perawatan lebih lanjut.

Menurut Menpar, pemerintah pusat berharap melalui kunjungan ini, Jam Gadang dapat menjadi pusat perhatian nasional bahkan internasional. “Kami akan mengundang Kota Bukittinggi untuk hadir dalam acara utama yang dirancang dalam rangka merayakan satu abad sejarah Jam Gadang, yang akan berlangsung pada Juni mendatang,” tambahnya. Ia juga menyebutkan bahwa upaya peningkatan daya tarik destinasi tersebut memerlukan kerja sama yang lebih intensif antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Visi untuk Mempromosikan Wisata Bukittinggi

Dalam kunjungan kerjanya, Menpar memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan destinasi wisata di Bukittinggi. “Kota ini memiliki potensi besar sebagai lokasi wisata sejarah yang unik. Kami ingin menyalurkan informasi dan inovasi untuk memperkuat keberadaannya di pasar global,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa strategi pemasarannya melibatkan pembuatan pola perjalanan (travel pattern) yang lebih efektif, serta paket wisata yang menarik bagi berbagai segmen.

Kemenpar juga menekankan pentingnya investasi dalam infrastruktur dasar, seperti jalan raya, fasilitas umum, dan sistem transportasi yang memudahkan akses wisatawan. “Tidak hanya itu, kami juga ingin memperkenalkan Bukittinggi melalui berbagai ajang promosi, termasuk pameran internasional. Jika ada anggaran daerah yang siap mengirimkan perwakilan untuk berpartisipasi dalam acara tersebut, kami akan mendukung sepenuhnya,” imbuh Menpar.

Kolaborasi dalam Pembangunan Pariwisata

Kunjungan Menpar tidak hanya menjadi momen penghargaan terhadap nilai sejarah, tetapi juga sebagai langkah awal kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. “Kami sangat antusias dengan keseriusan pemerintah kota dalam membangun destinasi wisata. Apalagi Bukittinggi memiliki ciri khas yang membedakannya dari kota-kota lain di Sumatera Barat,” tuturnya. Ia menyoroti keistimewaan Kota Bukittinggi sebagai pusat sejarah yang tidak hanya memperlihatkan peradaban lama, tetapi juga menggabungkan elemen modern yang memperkaya pengalaman wisata.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyambut baik kehadiran Menpar sebagai momentum strategis. “Terimakasih kepada Ibu Menpar yang memberikan dukungan penuh terhadap berbagai kegiatan kepariwisataan di Bukittinggi, terutama dalam persiapan acara ‘Satu Abad Jam Gadang’ yang akan digelar bulan depan,” ujarnya. Menurut Ramlan, kota ini berkomitmen untuk mengangkat sejarahnya sebagai pilar utama dalam pengembangan pariwisata nasional.

Ramlan menyampaikan bahwa pemerintah kota telah menyiapkan rencana besar untuk menampilkan kekayaan sejarah Bukittinggi kepada dunia. “Kami ingin menarik perhatian wisatawan internasional dengan memperkenalkan budaya lokal dan keunikan bangunan yang masih terjaga hingga saat ini,” kata Ramlan. Ia menambahkan bahwa pihaknya telah merancang berbagai program edukasi dan interaktif yang bisa menjadi daya tarik baru bagi pengunjung.

Penyelenggaraan Acara dan Dukungan Eksternal

Menpar juga menyoroti peran anggota DPRD RI, Irman Gusman, serta Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dalam mendukung pengembangan pariwisata. “Kehadiran mereka membuktikan bahwa seluruh stakeholder berkomitmen untuk menjadikan Bukittinggi sebagai destinasi yang lebih populer. Kami berharap kerja sama ini berkelanjutan, bahkan dalam beberapa tahun ke depan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Menpar berharap Jam Gadang tidak hanya dijaga kelestariannya, tetapi juga dimanfaatkan sebagai platform promosi budaya dan sejarah. “Kami ingin menyampaikan bahwa nilai historis ini bisa menjadi daya tarik utama bagi pengunjung dari luar negeri. Dengan pemugaran yang tepat, bangunan ini bisa menginspirasi wisatawan untuk mengeksplorasi lebih banyak warisan budaya di Indonesia,” tambahnya.

Menpar menegaskan bahwa pengembangan pariwisata tidak hanya bergantung pada struktur bangunan, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat setempat. “Kami akan berupaya membantu masyarakat Bukittinggi dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Dukungan keuangan dan teknis akan diberikan, termasuk pelatihan bagi para pengelola destinasi wisata,” katanya.

Wali Kota Bukittinggi menambahkan bahwa kehadiran Menpar memberikan semangat baru bagi pemerintah daerah. “Kami berharap kota ini bisa menjadi contoh keberhasilan dalam pengembangan pariwisata sejarah yang bisa diikuti oleh kota-kota lain di Indonesia,” ujar Ramlan. Ia juga menekankan bahwa program ‘Satu Abad Jam Gadang’ tidak hanya merayakan sejarah, tetapi juga membangun kemitraan dengan berbagai pihak untuk memperkuat posisi Bukittinggi dalam industri pariwisata.

Kunjungan Menpar ke Bukittinggi diharapkan menjadi bat