Latest Program: Praktik Integrasi “Eco+” Ningbo Ditampilkan dalam Forum SCO

Praktik Integrasi “Eco+” Ningbo Ditampilkan dalam Forum SCO

Latest Program – Ningbo, Tiongkok, (ANTARA/PRNewswire) – Forum Pembangunan Hijau dan Berkelanjutan Shanghai Cooperation Organization (SCO) diadakan di Ningbo, Zhejiang, pada 28 hingga 30 April. Acara ini memperkenalkan berbagai inisiatif nyata yang menunjukkan bagaimana kota ini menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Ningbo menonjolkan contoh konkret tentang integrasi manusia dengan alam, memperlihatkan potensi transisi hijau yang berkelanjutan.

Pemanfaatan Sumber Daya Ekologis untuk Perekonomian

Dalam forum ini, kota Ningbo memperlihatkan keberhasilan dalam mengubah lingkungan ekologis menjadi sumber daya industri. Salah satu contoh yang menarik adalah bekas tambang batu yang kini berubah menjadi sirkuit balap internasional. Pemanfaatan kawasan ini tidak hanya memulihkan lahan yang terbengkalai, tetapi juga memicu pertumbuhan sektor budaya dan pariwisata. Suara mesin balap dan kegiatan kreatif masyarakat memberikan dampak positif pada ekonomi lokal, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Masih ada contoh lain yang menunjukkan kreativitas Ningbo. Jalur pegunungan yang dulu dikenal sebagai “jalur kayu bakar” kini ditingkatkan menjadi jalur pendakian nasional. Keberhasilan ini membawa perubahan sosial dan ekonomi yang signifikan, membuat wilayah tersebut dikenal sebagai “Kampung Halaman Tongkat Jalan Olahraga Tiongkok” dan “Ibu Kota Senter Tiongkok.” Transformasi ini menegaskan bahwa kota bisa menjadi pusat keberlanjutan, baik dalam aspek budaya maupun industri.

Model Integrasi “Eco+” dan Kebijakan Terpadu

Ningbo menekankan pendekatan integrasi “Eco+” yang menggabungkan kebijakan lingkungan dengan pemanfaatan sumber daya secara cerdas. Dengan memperhatikan aspek ekologi sejak tahap perencanaan, kota ini memastikan bahwa pengembangan ekonomi tidak mengorbankan lingkungan. Contohnya, sistem tata ruang terpadu membantu menjaga kelestarian alam sambil mendorong pertumbuhan sektor industri.

Salah satu inisiatif yang mendapat perhatian adalah revitalisasi Meishan Bay di Beilun District. Dengan memanfaatkan “kunci emas” tata kelola ekologi, wilayah ini tidak hanya dipulihkan menjadi kawasan yang indah, tetapi juga menjadi lokasi kunjungan wisata tahunan yang mencapai lebih dari dua juta pengunjung. Pemanfaatan area yang sebelumnya kurang tergarap menunjukkan bagaimana ekologi bisa menjadi pendorong perekonomian.

Di sisi lain, kebijakan seperti “Bank Tanah dan Hutan” yang diinisiasi Ninghai County menjadi inovasi dalam menjaga sumber daya alam. Instrumen keuangan ini membantu mengubah nilai lahan kehutanan menjadi investasi produktif. Penerapan sistem ini tidak hanya menjaga ekologi, tetapi juga menciptakan kesejahteraan bersama melalui pemanfaatan yang optimal.

Transformasi Berbagai Wilayah dengan Pendekatan Terpadu

Beilun District, yang dikenal sebagai kota pesona keanekaragaman hayati, menunjukkan keberhasilan dalam mencatat lebih dari 500 spesies flora dan fauna. Pemanfaatan keanekaragaman hayati ini menjadi dasar untuk pengembangan pariwisata dan industri kreatif. Di Yinzhou, hamparan berkabut Dongqian Lake menjadi atraksi wisata edukasi yang memperkaya pengalaman pelancong.

Di Fenghua District, inisiatif “Studio Kemakmuran Bersama” menggabungkan teknologi seperti 5G dan IoT dengan pertanian untuk meningkatkan produktivitas. Model ini mengintegrasikan kerja sama antara desa, perusahaan, dan petani, menciptakan rantai nilai yang menguntungkan semua pihak. Di Yuyao, sistem pertanian ekologis Hemudu menghasilkan kura-kura bercangkang lunak di lahan water oat, memberikan keuntungan sekaligus menjaga ketahanan pangan.

Transformasi lingkungan juga terjadi di Zhenhai, tempat perusahaan Refining & Chemical membangun basis petrokimia “nol limbah” pertama di Tiongkok. Inisiatif ini diakui sebagai contoh nasional untuk pengembangan taman industri tanpa limbah. Sementara itu, Xiangshan County mengubah momentum Asian Games menjadi peluang untuk menghidupkan kembali pariwisata pesisir, sekaligus mengeksplorasi nilai ekologis laut.

Pengembangan Wilayah dan Kolaborasi Multipihak

Pengembangan kota Ningbo mencakup pembuatan jalur pendakian nasional sepanjang 500 kilometer di Ninghai County. Ini menunjukkan bagaimana daerah yang sebelumnya terlantar bisa menjadi pusat pariwisata dan olahraga. Pemerintah setempat juga mendorong pembentukan distrik dan kota ramah keanekaragaman hayati, seperti di Yinzhou dan Haishu, yang memicu munculnya sektor baru seperti wisata edukasi.

Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi fondasi utama pembangunan hijau yang stabil. Sistem tata kelola multipihak ini memastikan bahwa semua pihak berperan dalam menjaga keberlanjutan. Contohnya, kebijakan terpadu di Zhejiang membantu menciptakan model integrasi yang bisa direplikasi di berbagai belahan dunia.

Upaya Berkelanjutan dan Kontribusi Global

Pendekatan Ningbo dalam mengintegrasikan ekologi dengan perekonomian menunjukkan keberhasilan transisi hijau. Dengan mengubah “air jernih dan pegunungan hijau” menjadi kekuatan industri, kota ini memberikan solusi yang inovatif. Model “Ningbo” ini tidak hanya lokal, tetapi juga bisa menjadi referensi untuk kota-kota lain yang ingin mencapai pembangunan berkelanjutan.

Komitmen Ningbo terhadap keberlanjutan terlihat dari berbagai inisiatif yang terus dikembangkan. Dari pemanfaatan sumber daya pegunungan hingga laut, kota ini membuktikan bahwa ekologi bisa menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi. Kebijakan yang konsisten dan partisipatif memberikan manfaat ganda, baik bagi lingkungan maupun masyarakat.

SOURCE Ningbo International Communication Center