Penawaran melonjak – Pefindo sebut prospek obligasi pemerintah positif
Penawaran melonjak, Pefindo sebut prospek obligasi pemerintah positif
Jakarta – Suhindarto, kepala divisi riset Pefindo, menyatakan bahwa peluang obligasi pemerintah atau Surat Utang Negara (SUN) tetap menawarkan perspektif positif, meskipun dihadapkan pada tekanan dari situasi geopolitik global yang tidak menentu. Menurutnya, kebutuhan anggaran pemerintah yang tinggi memang memengaruhi tingkat imbal hasil (yield), namun pertumbuhan penawaran SUN dalam lelang April 2026 menunjukkan ketahanan pasar.
Kementerian Keuangan mencatatkan hasil lelang SUN mencapai Rp78,4 triliun pada 14 April 2026, naik 34 persen dibandingkan Rp58,22 triliun pada lelang 31 Maret 2026. Selain volume penawaran yang meningkat, kualitas permintaan juga tumbuh signifikan. Rasio penawaran terhadap permintaan untuk seri FR0107 dan FR0108 mencapai 1,8 hingga 2 kali, dibandingkan rasio yang hanya mendekati 1 kali sebelumnya.
“Tapi, all in all, sebenarnya prospeknya (SUN) masih relatif cukup baik, memang kebutuhan anggaran pemerintah yang tinggi ini akhirnya akan mendorong yield-nya cenderung relatif sedikit naik ke atas gitu ya,”
Analisis Suhindarto menekankan peran investor domestik yang tetap stabil dalam menopang penawaran SUN. Meski ada tekanan dari perang dagang internasional, keberadaan investor dalam negeri yang responsif diharapkan bisa membatasi kenaikan yield.
“Dengan kondisi investor di domestiknya sendiri yang masih relatif solid dan masih bisa menjawab penawaran yang ada gitu ya, diharapkan ini bisa menjadi bumper tersendiri gitu ya supaya yield-nya naiknya tidak terlalu banyak,”
Suhindarto menambahkan bahwa potensi yield SUN sebetulnya bisa turun di awal tahun, tetapi eskalasi konflik AS-Iran mempersempit ruang penurunan tersebut. Ia juga memperkirakan bank sentral AS, The Fed, hanya akan menurunkan suku bunga satu kali pada 2026, atau bahkan tidak melakukan perubahan sama sekali.
“Dengan kondisi tersebut, kemungkinan untuk kinerja SBN sendiri yield-nya tidak akan jauh berbeda dibandingkan dengan tahun lalu. Bahkan mungkin akan ada terjadi lonjakan sedikit ketika risiko perang ini mengalami kenaikan,”
Kenaikan penawaran SUN menjadi indikasi bahwa kepercayaan investor global terhadap Indonesia sedang membaik. Pemerintah, di sisi lain, terus berusaha mempertahankan stabilitas pasar melalui kebijakan yang tepat. Dengan volume dan kualitas penawaran yang meningkat, kondisi obligasi pemerintah dianggap masih layak dipertimbangkan oleh pelaku pasar.
