Agenda Utama: BNPB: Cagar budaya perlu perlindungan berbasis mitigasi risiko bencana
BNPB: Cagar Budaya Perlu Diberi Perlindungan Berbasis Mitigasi Risiko Bencana
Di tengah tantangan geografis yang membuat Indonesia rentan terhadap bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menekankan pentingnya pendekatan proaktif dalam mengelola cagar budaya. Dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa warisan sejarah harus dilindungi dengan sistem ketahanan bencana yang berkelanjutan.
Kebutuhan Integrasi Perlindungan Situs Budaya
Indonesia, sebagai negara kaya akan budaya, berada di daerah yang rawan gempa, banjir, dan cuaca ekstrem. Abdul Muhari menyebutkan bahwa hingga 13 April 2026, sudah tercatat 748 kejadian bencana, dengan banjir dan cuaca ekstrem menjadi penyumbang terbesar. Situs-situs budaya pun tidak terlepas dari risiko tersebut.
“Cagar budaya rentan terkena kerusakan atau hilang akibat bencana maupun konflik. Data menunjukkan bahwa sejumlah besar kejadian bencana mengancam keberlanjutan situs sejarah,” ujar Abdul Muhari.
Pola Bencana dalam Manuskrip dan Artefak
Menurut Abdul Muhari, cagar budaya tidak hanya perlu perlindungan fisik, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan. Manuskrip dan artefak kuno, katanya, sering menyimpan informasi tentang pola bencana yang terjadi di masa lalu.
Strategi Penguatan Sistem Ketahanan
BNPB mengusulkan beberapa langkah untuk meningkatkan daya tahan cagar budaya, seperti pemetaan risiko berbasis data spasial melalui platform InaRISK, penguatan struktur bangunan, dan peningkatan kapasitas masyarakat sekitar. Strategi ini dijelaskan dalam seminar “Cagar Budaya yang Tangguh Bencana Berkelanjutan” di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Selasa (14/4), yang dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Pelajaran dari Pengalaman Negara Lain
Menurut Abdul Muhari, BNPB juga merujuk pada pengalaman Jepang setelah tsunami Tohoku 2011. Di sana, kolaborasi lintas sektor dan konsep build back better membantu memulihkan aset budaya dengan standar ketahanan yang lebih tinggi. Contoh ini menjadi inspirasi dalam upaya melindungi cagar budaya Indonesia.
