Yang Dibahas: Sekjen PBB serukan AS-Iran lanjutkan perundingan
Sekjen PBB Minta AS dan Iran Terus Berdiskusi
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, mengajak Amerika Serikat dan Iran untuk tidak menghentikan proses negosiasi, demikian diungkapkan oleh juru bicaranya pada hari Senin (13/4). Meskipun belum ada kesepakatan yang tercapai dalam perundingan yang diadakan di Islamabad dan dimediasi Pakistan, tahap diskusi tersebut menunjukkan komitmen serius kedua belah pihak serta menjadi tanda awal dari pemulihan dialog, kata Stephane Dujarric, juru bicara Sekjen PBB, dalam pernyataannya.
Dujarric menambahkan bahwa perbedaan yang mendalam antara kedua negara membuat kesepakatan tidak mungkin dicapai dalam satu hari. Ia menekankan pentingnya melanjutkan perundingan secara konstruktif agar keberhasilan mencapai penyelesaian bisa terwujud. “Setelah berminggu-minggu kehancuran dan penderitaan, jelas bahwa solusi militer tidak mampu menyelesaikan konflik ini,” ujarnya.
“Karena perbedaan yang sangat mengakar, kesepakatan tidak dapat dicapai dalam semalam, dan sekjen menyerukan agar perundingan dilanjutkan secara konstruktif agar kesepakatan dapat diraih,” imbuh jubir tersebut.
Dalam pernyataannya, Dujarric juga menyatakan bahwa gencatan senjata mutlak harus dipertahankan. Semua pelanggaran harus dihentikan, katanya. PBB menekankan bahwa semua pihak terlibat dalam konflik harus mematuhi kebebasan navigasi di Selat Hormuz sesuai dengan aturan hukum internasional.
Pelanggaran terhadap perdagangan maritim melalui Selat Hormuz telah menimbulkan dampak langsung yang melebihi wilayah sekitarnya. Ini memperparah kerentanan ekonomi global dan ketidakstabilan di berbagai sektor, ujar jubir tersebut. Selain itu, gangguan terhadap pasokan pupuk dan bahan bakar semakin memperburuk krisis pangan bagi jutaan orang yang rentan di seluruh dunia, menambah tekanan terhadap kenaikan biaya hidup akibat hambatan pada rantai pasokan, transportasi, dan bahan bakar, tambahnya.
