Program Terbaru: China dan Rusia Veto Resolusi DK PBB Pengamanan Selat Hormuz: Bias Terhadap Iran
China dan Rusia Veto Resolusi DK PBB Pengamanan Selat Hormuz: Dinilai Bias terhadap Iran
Dewan Keamanan PBB kembali memperlihatkan ketegangan geopolitik saat Rusia dan China menghalangi pengesahan resolusi yang menawarkan perlindungan pelayaran komersial di Selat Hormuz. Tindakan ini dianggap sebagai bentuk kebijakan yang tidak adil terhadap Iran, dengan alasan bahwa resolusi tersebut dianggap memperkuat tekanan terhadap negara itu.
“Resolusi ini tidak adil terhadap Iran, karena saat draft dibahas, AS sedang merencanakan serangan terhadap masyarakat sipil Iran. Ini akan memberi pesan yang salah,” ujar Fu Cong, utusan China untuk PBB, seperti dilansir Reuters, Rabu (8/4).
Vasily Nebenzya, utusan Rusia di PBB, menawarkan alternatif resolusi yang mencakup langkah keamanan maritim di wilayah Timur Tengah. Ia menekankan bahwa resolusi alternatif ini bertujuan untuk menghindari eskalasi konflik sekaligus melindungi kepentingan global.
“Langkah mereka hari ini menghalangi Dewan Keamanan PBB disalahgunakan demi legitimasi agresi,” komentar Amir Saedi Iravani, utusan Iran untuk PBB.
Di sisi lain, Mike Waltz, utusan AS untuk PBB, mengecam keputusan Rusia dan China. Menurutnya, Iran justru menimbulkan ancaman terhadap ekonomi global, namun kedua negara tersebut justru membiarkan hal itu terjadi.
“Mereka berpihak pada rezim yang ingin menundukkan Negara Teluk, bahkan ketika itu berlaku brutal terhadap rakyat mereka sendiri,” kata Waltz.
Waltz menambahkan bahwa Iran seharusnya sadar akan kesalahan mereka dan segera membuka Selat Hormuz untuk menjaga kebebasan distribusi bahan pokok dan bantuan humaniter.
“Tapi sampai saat itu tiba, kita mengajak negara-negara untuk bergabung bersama kami mengamankan Selat Hormuz, melindunginya, dan memastikannya selalu terbuka untuk kegiatan perdagangan yang sah,” ucap Waltz.
France juga mengkritik keputusan tersebut. Jerome Bonnafont, utusan Prancis untuk PBB, mengatakan tujuan resolusi semata-mata untuk menjaga keamanan selat, tanpa melibatkan peningkatan konflik.
“Tujuannya itu semata-mata untuk upaya pertahanan dan keamanan selat, tanpa berlanjut ke peningkatan eskalasi,” ujar Bonnafont.
