Program Terbaru: Kongo Gumi: Perusahaan Tertua Dunia, Berdiri Sejak Era Nabi Muhammad
Kongo Gumi: Perusahaan Tertua Dunia, Berdiri Sejak Era Nabi Muhammad
Jakarta, CNBC Indonesia – Jepang memiliki sejumlah perusahaan berusia ratusan tahun, tetapi salah satu yang paling menonjol adalah Kongo Gumi. Perusahaan konstruksi berasal dari Osaka ini dikenal sebagai salah satu bisnis tertua di dunia, dengan sejarah yang berlangsung lebih dari 14 abad. Sejak berdiri, Kongo Gumi telah bertahan melalui berbagai perubahan zaman, menjadi simbol kekuatan abadi dari tradisi dan inovasi.
Sejarah Pendirian dan Peran pada Masa Awal Islam
Kongo Gumi didirikan oleh keluarga pengrajin kayu asal Korea yang datang ke Jepang untuk membangun kuil Shitenno-ji, salah satu tempat ibadah Buddha tertua di sana. Perusahaan ini berdiri pada 578 Masehi, atau lebih dari 1448 tahun lalu. Pendirian Kongo Gumi bertepatan dengan periode Asuka (592–710 M), ketika Buddhisme mulai mendominasi Jepang.
Diperkirakan Kongo Gumi sudah mulai beroperasi saat Nabi Muhammad SAW berusia tujuh atau delapan tahun. Artinya, perusahaan ini berdiri bersamaan dengan masa kecil Nabi Muhammad.
Sejumlah proyek penting dibangun selama masa perusahaan ini, termasuk kompleks kuil Hōryū-ji (607 M), Koyasan (816 M), serta Istana Osaka (1583 M). Masa ini juga meliputi kehidupan Nabi Muhammad SAW yang masih dalam usia anak-anak.
Faktor Kekuatan yang Memperkuat Kongo Gumi
Kelangsungan Kongo Gumi selama lebih dari 14 abad bukan kebetulan. Berbagai faktor seperti budaya, kepercayaan, reputasi, dan sistem bisnis yang kuat membantu perusahaan ini bertahan. Bisnis Kongo Gumi bergerak di sektor yang memiliki nilai spiritual dan identitas historis tinggi, sehingga permintaan konstruksi religius tetap stabil.
Perusahaan ini juga menjaga kualitas melalui teknik tradisional penyambungan kayu tanpa paku, yang telah diwariskan secara turun-temurun. Meski berjalan di bawah naungan keluarga, pengelolaan pemimpin dilakukan berdasarkan kompetensi, bukan hanya warisan.
Konglomerasi Pendukung dan Keberlanjutan Hingga Kini
Pada awal 2000-an, Kongo Gumi menghadapi tantangan finansial, tetapi mampu bertahan berkat dukungan Takamatsu Corp., konglomerasi konstruksi berbasis Osaka. Pada 2006, perusahaan ini resmi menjadi anak perusahaan sepenuhnya dimiliki oleh Takamatsu, namun tetap mempertahankan tradisi, kerajinan, serta spesialisasi pembangunan kuil.
Seiring waktu, Kongo Gumi masih mengayomi sekitar 100 miyadaiku, atau tukang kayu tradisional. Satu anggota keluarga tetap menjadi simbol pewarisan budaya dan keluarga. Perusahaan ini juga mampu beradaptasi dengan dinamika zaman, mulai dari era feodal hingga ekonomi modern.
