Finansial

CIMB Niaga catat pertumbuhan kredit 6,7 persen, capai Rp242,6 triliun

IMG_20261008_222345

CIMB Niaga Bukukan Kredit Rp242,6 Triliun hingga Kuartal III 2026

Ayobantudonasi.com – PT Bank CIMB Niaga Tbk mencatat penyaluran kredit sebesar Rp242,6 triliun sampai akhir September 2026. Nilai tersebut meningkat 6,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, menunjukkan pertumbuhan bisnis yang tetap terjaga di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan.

Penguatan kredit terutama datang dari perbankan korporasi. Segmen ini tumbuh 15,1 persen secara tahunan dan menjadi kontributor utama kenaikan pembiayaan CIMB Niaga selama sembilan bulan pertama 2026. Pertumbuhan tersebut mencerminkan peran pembiayaan korporasi dalam menopang ekspansi kredit perseroan.

Di sisi lain, kredit perbankan komersial naik 6,4 persen secara tahunan. Pembiayaan untuk usaha menengah dan kecil juga bertambah 1,9 persen. Sementara itu, penyaluran kredit konsumer masih berada dalam kondisi yang relatif terjaga.

Efisiensi dan pertumbuhan bisnis menjadi perhatian

Presiden Direktur dan CEO CIMB Niaga Lani Darmawan menyampaikan bahwa perseroan terus menjaga stabilitas kinerja melalui pertumbuhan bisnis, pengendalian biaya, dan perbaikan efisiensi operasional.

“Di tengah dinamika ekonomi yang masih menantang, kami bersyukur dapat terus menjaga kinerja yang stabil, didukung oleh pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, pengelolaan biaya yang disiplin, serta fokus pada efisiensi operasional,” kata Lani.

Strategi tersebut penting bagi perbankan karena pertumbuhan kredit tidak hanya ditentukan oleh besarnya pembiayaan yang disalurkan. Kualitas aset, kemampuan debitur membayar kewajiban, kecukupan likuiditas, serta pengelolaan biaya juga menentukan ketahanan kinerja bank dalam jangka panjang.

CIMB Niaga mencatat total aset konsolidasian sebesar Rp384,8 triliun per 30 September 2026. Posisi ini tumbuh 4,2 persen dibandingkan akhir September tahun sebelumnya. Kenaikan aset berjalan seiring dengan ekspansi kredit dan pengelolaan penghimpunan dana dari nasabah.

Dana murah mencapai Rp197 triliun

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga CIMB Niaga mencapai Rp273,7 triliun. Komponen dana murah, yang terdiri dari giro dan tabungan atau current account and savings account (CASA), tumbuh 4,4 persen secara tahunan menjadi Rp197 triliun.

Rasio CASA berada pada level 72 persen dari total dana pihak ketiga. Porsi dana murah yang tinggi memberi ruang bagi bank untuk mengelola biaya dana secara lebih efisien, karena giro dan tabungan umumnya memiliki karakter biaya yang lebih rendah dibanding deposito.

Likuiditas perseroan juga tercermin melalui rasio kredit terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) sebesar 87,7 persen. Sementara itu, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) tercatat 23,7 persen. Kedua rasio tersebut menunjukkan ketersediaan fondasi pendanaan dan permodalan untuk mendukung aktivitas bisnis bank.

Laba tetap solid meski margin bunga mendapat tekanan

Untuk periode sembilan bulan pertama 2026, CIMB Niaga membukukan laba sebelum pajak konsolidasian sebesar Rp5,8 triliun. Pendapatan operasional sebelum pencadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) mencapai Rp8,2 triliun.

Pendapatan nonbunga tumbuh 7,8 persen secara tahunan. Pertumbuhan pada pos ini menjadi salah satu unsur penting karena pendapatan bank tidak semata-mata berasal dari bunga kredit, melainkan juga dari aktivitas dan layanan berbasis komisi.

Lani mengakui profitabilitas menghadapi tekanan dari margin bunga serta peningkatan pencadangan. Namun, perseroan tetap menilai kondisi keuangannya berada dalam posisi yang kuat.

“Meskipun profitabilitas menghadapi tantangan karena tekanan margin bunga dan peningkatan pencadangan sebagai bagian dari penerapan prinsip kehati-hatian dalam mengelola risiko kredit, kami tetap mampu menjaga kondisi keuangan yang solid,” terang Lani.

Pencadangan merupakan bagian dari manajemen risiko kredit. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi risiko pada pembiayaan yang telah disalurkan, sehingga bank dapat menjaga ketahanan neraca ketika kondisi ekonomi atau kemampuan bayar debitur mengalami perubahan.

Fokus selektif pada pertumbuhan berikutnya

Ke depan, CIMB Niaga akan menempatkan penguatan kualitas aset sebagai salah satu fokus utama. Perseroan juga menargetkan pertumbuhan kredit yang dilakukan secara selektif, sambil mengoptimalkan komposisi pendanaan dan memperluas pendapatan berbasis komisi secara berkelanjutan.

“Fokus kami adalah memperkuat kualitas aset, mendorong pertumbuhan kredit secara selektif, mengoptimalkan komposisi pendanaan, serta meningkatkan pendapatan berbasis komisi yang berkelanjutan, dengan tetap menjaga efisiensi biaya,” ujar Lani.

Pendekatan selektif berarti ekspansi pembiayaan perlu berjalan dengan tetap mempertimbangkan kualitas portofolio. Dengan demikian, pertumbuhan kredit dapat mendukung pendapatan tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko.

Unit Usaha Syariah turut memperkuat pendanaan

Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga juga mencatat perkembangan bisnis hingga 30 September 2026. Total pembiayaan UUS mencapai Rp49,4 triliun, sedangkan dana pihak ketiga yang dihimpun sebesar Rp52,5 triliun.

Pertumbuhan pembiayaan syariah didukung oleh pengelolaan komposisi portofolio dengan penekanan pada segmen bisnis yang memberikan imbal hasil lebih baik. Dari sisi pendanaan, CIMB Niaga memperkuat akuisisi nasabah, pengembangan produk, dan keterlibatan pelanggan untuk menambah porsi dana murah serta menjaga likuiditas.

“Bersama dengan kontribusi yang terus berkembang dari jaringan komunitas syariah, berbagai upaya tersebut turut meningkatkan porsi dana murah, sekaligus memperkuat posisi likuiditas dan ketahanan pendanaan Bank,” jelasnya.

Kinerja kredit, pendanaan, modal, dan unit syariah tersebut menjadi bagian dari fondasi CIMB Niaga dalam menjalankan strategi pertumbuhan hingga akhir 2026. Perseroan menempatkan keseimbangan antara ekspansi bisnis, efisiensi, likuiditas, dan kualitas aset sebagai elemen utama dalam menjaga kinerja berkelanjutan.

Frequently Asked Questions

What is CIMB Niaga catat pertumbuhan kredit 6 7?

CIMB Niaga catat pertumbuhan kredit 6 7 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does CIMB Niaga catat pertumbuhan kredit 6 7 matter?

CIMB Niaga catat pertumbuhan kredit 6 7 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.