International Corner

Perusahaan rintisan RI promosi produk di China, inovasikan rumput laut

Birufinery Bawa Inovasi Biostimulan Rumput Laut Indonesia ke Ajang Global di China

Ayobantudonasi.com – Produk olahan rumput laut dari Indonesia mendapat perhatian dalam kompetisi kewirausahaan sosial internasional di Suzhou, Provinsi Jiangsu, China. Perusahaan rintisan Birufinery, yang mengembangkan biostimulan pertanian bernama BiruLift, masuk sebagai salah satu finalis Unlock Her Future 2026.

Biostimulan tersebut dirancang untuk membantu tanaman memanfaatkan nutrisi secara lebih efektif sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia. Bagi Birufinery, inovasi ini juga menjadi jalan untuk meningkatkan nilai tambah rumput laut Indonesia yang selama ini masih banyak dipasarkan sebagai bahan mentah.

Biostimulan sebagai pendukung nutrisi tanaman

CEO Birufinery Azalea Ayuningtyas menjelaskan bahwa fungsi biostimulan berbeda dengan pupuk. Jika pupuk menjadi sumber makanan bagi tanaman, biostimulan berperan dalam membantu tanaman menyerap serta mengolah nutrisi dengan lebih baik.

“Biostimulan itu istilahnya seperti vitamin sedangkan pupuk itu makanan untuk tanaman. Jadi misalnya kalau anak tidak bisa makan, kita kasih vitamin dulu supaya makanannya meningkat dan makanan dapat dicerna dengan baik, itu kira-kira tujuan biostimulan ini,” kata Azalea di Suzhou, Provinsi Jiangsu, Kamis (22/10).

Birufinery berdiri pada 2024 atas inisiatif Azalea bersama tiga rekannya. Salah seorang anggota tim berasal dari Nusa Tenggara Timur, wilayah yang menjadi sumber bahan baku BiruLift. Keterkaitan dengan daerah pesisir tersebut menjadi bagian penting dari model usaha perusahaan, karena rumput laut bukan hanya komoditas, melainkan penopang ekonomi bagi banyak keluarga.

Indonesia dikenal sebagai produsen rumput laut terbesar kedua di dunia. Namun, sekitar 80 persen hasil produksinya masih diperdagangkan dalam bentuk mentah. Padahal, sektor ini menopang kehidupan hampir satu juta warga pesisir dan lebih dari 267.000 rumah tangga. Pengolahan menjadi produk bernilai tambah seperti biostimulan membuka peluang agar manfaat ekonomi komoditas itu tidak berhenti pada penjualan bahan baku.

Menjawab tekanan terhadap kesuburan tanah

Penggunaan biostimulan dipandang relevan ketika kondisi tanah pertanian menghadapi beragam tekanan. Perubahan cuaca, El Niño, banjir, serta pemakaian pupuk kimia secara berlebihan dapat menurunkan kualitas dan kesuburan tanah. Dalam situasi tersebut, tanaman membutuhkan dukungan agar mampu merespons kondisi lingkungan dengan lebih baik.

“Terlebih Indonesia kan tanahnya subur, jadi dulu tidak diperlukan produk biostimulan, tapi karena El Niño, banjir atau bahkan terlalu banyak penggunaan pupuk kimia maka tanah menjadi stres dan mengurangi kesuburan dan membutuhkan biostimulan,” jelas Azalea.

Azalea menyebut penggunaan BiruLift berpotensi memangkas pemakaian pupuk kimia hingga 30 persen. Pengurangan ini dapat memberi dampak langsung terhadap ongkos produksi petani, terutama ketika biaya input pertanian menjadi salah satu tantangan utama dalam kegiatan budidaya.

Harga eceran produk tersebut ditetapkan Rp110.000 per liter. Untuk lahan seluas satu hektare, kebutuhan biostimulan mencapai sekitar lima liter. Pembelian dalam skala besar ditawarkan dengan harga Rp90.000 per liter. Birufinery tidak hanya membidik perusahaan besar, tetapi juga petani kecil yang dinilai sangat membutuhkan solusi untuk menjaga produktivitas lahannya.

“Selain perusahaan besar, kami juga menargetkan petani kecil yang sesungguhnya paling membutuhkan biostimulan ini, tapi mereka harus diedukasi dan tentu biayanya mahal dan tidak mudah padahal makanya kami butuh pendanaan dari ‘Bicester Collection’,” ungkap Azalea.

Tantangan edukasi menjadi bagian penting dalam pengenalan produk pertanian baru. Petani perlu memahami perbedaan antara pupuk dan biostimulan, cara penggunaan yang tepat, serta manfaat jangka panjang dari pengurangan pupuk kimia. Karena itu, akses pembiayaan dan pendampingan dapat membantu usaha rintisan seperti Birufinery memperluas jangkauan inovasinya.

Manfaat bagi laut dan perempuan pesisir

Nilai inovasi Birufinery tidak berhenti pada sektor pertanian. Rumput laut memiliki kemampuan menyerap nitrogen dari perairan, sehingga budidaya dan pemanfaatannya berkaitan dengan upaya mengurangi eutrofikasi laut. Kondisi ini terjadi ketika kandungan nutrien, termasuk nitrogen, berlebihan di perairan. Salah satu penyebabnya berkaitan dengan penggunaan pupuk buatan yang berlebih.

Pengembangan rantai pasok rumput laut juga ditujukan untuk memberdayakan petani di Nusa Tenggara Timur, termasuk perempuan. Dengan terbukanya peluang usaha di daerah asal, perempuan pesisir diharapkan memiliki pilihan penghidupan tanpa harus menjadi pekerja migran di luar negeri.

Produk biostimulan rumput laut sebelumnya banyak dikembangkan dari rumput laut air dingin yang berasal dari Norwegia atau Kanada. Bahan baku tersebut dipanen setahun sekali, sehingga produknya cenderung berharga tinggi dan diposisikan sebagai produk premium. Ketersediaan rumput laut tropis Indonesia memberi dasar berbeda bagi pengembangan solusi yang lebih dekat dengan kebutuhan pertanian domestik.

Dua wakil Indonesia masuk jajaran pemenang

Unlock Her Future 2026 diselenggarakan oleh The Bicester Collection, jaringan ritel mewah dan pariwisata belanja asal Inggris. Perusahaan itu mengelola 12 destinasi shopping villages terbuka di London, Dublin, Paris, Brussels, Munich, Frankfurt, Milan, Madrid, Barcelona, Shanghai, Suzhou, dan New York.

Pada 2026, kompetisi tersebut diikuti 12 finalis dari Asia Timur dan Asia Tenggara. Para peserta bersaing memperoleh dukungan pembiayaan hingga 100.000 dolar AS, selain mentoring profesional, pelatihan kepemimpinan, akses pendidikan, jejaring bisnis internasional, dan eksposur media.

Tiga finalis asal Indonesia adalah Azalea Ayuningtyas melalui Birufinery, Celia Siura lewat Bumbi yang membuat popok dan pembalut kain, serta Jihan Alfiyyah Munajat melalui HerLens. HerLens memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membantu bidan melakukan pemeriksaan awal kanker serviks bagi perempuan di wilayah pedesaan.

Dalam acara puncak pada Jumat (23/10), Azalea Ayuningtyas dan Jihan Alfiyyah Munajat ditetapkan sebagai dua dari empat pemenang. Dua pemenang lainnya ialah Kyle Li dari China melalui 38 Fixers, yang melatih perempuan menjadi teknisi perbaikan rumah, serta Nhung Tran Huyen dari Vietnam melalui Tham Nhung Social Enterprise yang menyediakan dukungan kesehatan mental dan bantuan hukum bagi pekerja migran perempuan di lingkungan pabrik.

Juri juga memberikan penghargaan honourable mention kepada dua finalis lainnya, termasuk Jieun Lee dari Korea Selatan melalui Giboo, sebuah inisiatif kecerdasan buatan yang mempertemukan pendana filantropi dengan program-program sosial.

Frequently Asked Questions

What is Perusahaan rintisan RI promosi produk di China?

Perusahaan rintisan RI promosi produk di China is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Perusahaan rintisan RI promosi produk di China matter?

Perusahaan rintisan RI promosi produk di China matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.