Humaniora

Undip-ITS bawa pulang empat gelar juara dari KMHE 2026

IMG-20261004-WA0082

Undip dan ITS Raih Dua Gelar Masing-Masing di KMHE 2026

Ayobantudonasi.com – Kompetisi Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026 di Universitas Jember, Jawa Timur, menghasilkan dominasi Universitas Diponegoro (Undip) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Kedua perguruan tinggi tersebut masing-masing mengamankan dua posisi juara pertama dalam ajang yang berlangsung selama 1–4 Oktober 2026 dan ditutup pada Minggu malam.

Undip sukses pada kategori Prototype melalui dua tim Antawirya Rondhan. Antawirya Rondhan ICE menjadi pemenang kelas Motor Pembakaran Dalam (MPD) Bensin, sedangkan Antawirya Rondhan EV menempati posisi terbaik di kelas Motor Listrik. Capaian itu menegaskan kemampuan tim mahasiswa dalam mengembangkan kendaraan eksperimental dengan perhatian pada efisiensi penggunaan energi.

ITS juga membawa pulang dua gelar dari kategori Urban Concept. Nogogeni ITS Team tampil sebagai juara di kelas MPD Etanol sekaligus kelas Motor Listrik. Hasil tersebut membuat Undip dan ITS menjadi dua kampus dengan koleksi gelar terbanyak pada kompetisi tahun ini.

Delapan Kelas, Enam Kampus Juara

KMHE 2026 memperlombakan delapan kelas yang terbagi dalam dua kategori besar, yakni Prototype dan Urban Concept. Pada masing-masing kategori tersedia kelas MPD Bensin, MPD Diesel, MPD Etanol, serta Motor Listrik. Format tersebut memberi ruang bagi mahasiswa untuk menguji berbagai pendekatan teknologi kendaraan hemat energi, mulai dari mesin pembakaran hingga penggerak listrik.

Selain dua kemenangan Undip, kategori Prototype juga melahirkan dua juara lain. Apatte62 Brawijaya Team 2 dari Universitas Brawijaya meraih peringkat pertama kelas MPD Diesel. Sementara itu, kelas MPD Etanol dimenangi Semeru Team 1 dari Universitas Negeri Malang.

Di kategori Urban Concept, Garuda UNY Eco Team 1 dari Universitas Negeri Yogyakarta menjadi yang terbaik pada kelas MPD Bensin. Bengawan Team 2 dari Universitas Sebelas Maret kemudian merebut gelar juara kelas MPD Diesel.

Dengan pembagian hasil tersebut, enam perguruan tinggi tercatat sebagai peraih juara pertama di delapan kelas utama. Undip dan ITS masing-masing menyumbang dua gelar, sedangkan Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Sebelas Maret memperoleh satu gelar.

Persaingan Diikuti 64 Tim

Panitia mencatat 64 tim dari 42 perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia mengikuti KMHE 2026. Selama perlombaan, peserta menghadapi berbagai situasi teknis di lintasan, termasuk kendaraan yang tidak langsung menyala saat start hingga insiden kendaraan terguling.

Ketua Panitia KMHE 2026 Fendi Setyawan menilai dinamika tersebut menjadi bagian dari pengalaman kompetisi yang penting bagi para peserta. Ia menyampaikan apresiasi atas ketangguhan kontestan dalam menyelesaikan tantangan selama acara berlangsung.

“Kami semua telah menyaksikan betapa sangat seru dan luar biasanya para kontestan dalam berlaga. Ada yang saat start mesin mati, ada yang sempat sesama kendaraan terguling, dan banyak lagi tantangan yang dihadapi. Namun itulah dinamika, tantangan, dan keseruannya,” katanya saat penutupan di Auditorium Unej.

Perjalanan sebuah kendaraan hemat energi tidak hanya ditentukan oleh kecepatan. Peserta perlu menggabungkan rancangan kendaraan, pemilihan sumber tenaga, pengelolaan konsumsi energi, ketelitian pengoperasian, dan kesiapan tim saat menghadapi gangguan teknis. Karena itu, kompetisi seperti KMHE menjadi arena pembelajaran yang mencerminkan proses pengembangan teknologi di luar ruang kelas.

Ruang Riset untuk Tantangan Energi

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Beny Bandanadjaja menempatkan KMHE sebagai ruang riset mahasiswa untuk menjawab kebutuhan energi Indonesia pada masa mendatang. Dalam sambutan daringnya, ia menekankan bahwa pengalaman kompetisi dapat menjadi bekal ketika peserta memasuki dunia kerja dan industri.

“Proses seperti itu akan menjadi bekal ketika teman-teman mahasiswa sekalian masuk ke dunia kerja dan industri. Arena yang sudah disiapkan perguruan tinggi ini dapat dimaksimalkan untuk membagikan dan mengembangkan potensi para seluruh finalis,” katanya.

Rektor Universitas Jember Iwan Taruna juga menyoroti pentingnya efisiensi dalam perkembangan teknologi transportasi. Kemajuan kendaraan, kata dia, tidak cukup diukur dari kemampuan bergerak lebih cepat atau menghasilkan performa lebih tinggi. Teknologi transportasi juga memerlukan cara penggunaan energi yang lebih efisien.

Harapan tersebut memberi arti lebih luas pada karya yang ditampilkan para mahasiswa. Kendaraan yang masih berbentuk prototipe dan eksperimen dapat menjadi dasar pengembangan riset berikutnya. Gagasan yang diuji dalam kompetisi berpeluang terus dimatangkan melalui inovasi kampus, kolaborasi teknis, maupun pengembangan desain yang lebih relevan dengan kebutuhan transportasi Indonesia.

Penghargaan untuk Kreativitas dan Kerja Tim

Selain gelar utama di lintasan, KMHE 2026 memberikan penghargaan off-track untuk mengapresiasi unsur kerja sama, keselamatan, kreativitas, dan identitas tim. Selembayung Team 1 dari Universitas Riau menerima penghargaan Best Team Spirit.

Penghargaan Best K3 Practice diberikan kepada Malem Diwa Dalikha dari Universitas Syiah Kuala. SMES Polsri dari Politeknik Negeri Sriwijaya meraih Most Creative Teaser Video, sedangkan Gatotkaca Unisi dari Universitas Islam Indonesia mendapat penghargaan Most Interesting Livery.

Tim Jayabaya dari Universitas Nusantara PGRI Kediri melengkapi daftar penerima penghargaan melalui gelar Best Rookie Team of the Year. Penghargaan-penghargaan tersebut memperlihatkan bahwa KMHE tidak semata-mata menilai hasil akhir kendaraan, tetapi juga menghargai budaya keselamatan, komunikasi kreatif, kekompakan, dan semangat peserta baru.

Frequently Asked Questions

What is Undip ITS bawa pulang empat gelar?

Undip ITS bawa pulang empat gelar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Undip ITS bawa pulang empat gelar matter?

Undip ITS bawa pulang empat gelar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.