BSKDN: Kompetisi tumbuhkan semangat inovasi daerah sejak dini
BSKDN: Kompetisi Mendorong Semangat Inovasi Daerah Sejak Dini
Kompetisi sebagai Katalisator Inovasi
Ayobantudonasi.com – BSKDN – Yusharto Huntoyungo, yang menjabat sebagai Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri di bawah Kementerian Dalam Negeri, menyampaikan pandangan bahwa iklim kompetisi memiliki peran krusial dalam menumbuhkan semangat inovasi sejak usia dini. Hal ini berlaku bagi berbagai lapisan masyarakat di seluruh Indonesia. Menurutnya, ketika masyarakat terlibat dalam kompetisi, mereka terdorong untuk berpikir kreatif dan menghadirkan solusi baru terhadap berbagai tantangan yang dihadapi.
Pemerintah Kabupaten Bantul menjadi contoh nyata dalam upaya membangun budaya inovasi di tingkat daerah. Melalui penyelenggaraan Bantul Innovation Award Tahun 2026, kabupaten tersebut menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong kreativitas masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga sarana untuk memperkuat ekosistem inovasi lokal.
Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bantul yang telah melaksanakan kegiatan ini. Kami akan terus mendorong kegiatan seperti ini karena menjadi bagian penting dari upaya membudayakan inovasi.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Yusharto dalam keterangannya di Jakarta pada hari Jumat. Ia hadir sebagai narasumber dalam proses penjurian Bantul Innovation Award Tahun 2026 yang berlangsung di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kehadirannya menandai dukungan pemerintah pusat terhadap inisiatif daerah dalam mengembangkan inovasi.
Inovasi Dimulai dari Lingkungan Pendidikan
Menurut Yusharto, penguatan budaya inovasi harus dimulai dari lingkungan pendidikan hingga masyarakat luas. Semakin dini inovasi dikenalkan kepada generasi muda, semakin besar peluang lahirnya inovator yang mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan pembangunan daerah. Hal ini sejalan dengan visi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat yang adaptif dan kreatif.
Yusharto berharap penyelenggaraan Bantul Innovation Award pada tahun mendatang dapat melibatkan lebih banyak kategori peserta. Kategori-kategori tersebut mencakup unit pelaksana teknis, sekolah, hingga kalangan pelajar. Pengalaman di sejumlah daerah menunjukkan bahwa pelibatan generasi muda mampu memunculkan berbagai gagasan kreatif yang berpotensi menjadi inovasi bermanfaat bagi masyarakat.
Dia mencontohkan bahwa dalam sejumlah forum inovasi tingkat provinsi, peserta berasal dari beragam kategori. Bahkan, siswa sekolah menengah pertama telah mampu menghasilkan berbagai temuan sederhana namun memiliki manfaat nyata bagi masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa usia bukan menjadi batasan dalam berinovasi.
Saya hadiri forum seperti ini di tingkat provinsi pesertanya itu 17 kategori, saking beragamnya dan karena mereka yang tahu persis kebutuhannya seperti apa, sampai dengan anak-anak SMP pun dilibatkan, ini bisa jadi cikal bakal anak-anak kita yang akan menjadi inovator ke depannya.
Inovasi Tidak Selalu Berbasis Digital
Selain membangun budaya inovasi, Yusharto juga mengingatkan bahwa inovasi tidak selalu identik dengan digitalisasi. Berdasarkan data BSKDN, jumlah inovasi non-digital justru masih lebih banyak dibandingkan inovasi digital. Berbagai inovasi tersebut dinilai mampu memberikan dampak langsung terhadap pelayanan publik maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ruang pengelolaan inovasi sangat luas dan tidak terbatas pada teknologi. Inovasi non-digital justru banyak yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat sehingga peluang bagi para inovator di daerah terbuka sangat lebar. Hal ini menunjukkan bahwa kreativitas dapat muncul dalam berbagai bentuk, tidak hanya melalui platform digital.
Ruang pengelolaan inovasi sangat luas. Inovasi non-digital justru banyak yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat sehingga peluang bagi para inovator di daerah terbuka sangat lebar.
Melalui Bantul Innovation Award, Yusharto berharap semakin banyak inovasi daerah yang lahir, berkembang, serta dapat direplikasi oleh daerah lain. Tujuannya adalah memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik secara berkelanjutan. Dengan demikian, inovasi menjadi bagian integral dari pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is BSKDN?
BSKDN is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does BSKDN matter?
BSKDN matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
