Key Discussion: Indonesia jadi negara paling kreatif menggunakan AI visual

Key Discussion: Indonesia Unggul dalam Kreativitas Visual Berbasis AI di Kawasan Asia Tenggara

Key Discussion – Google baru-baru ini merilis laporan pertama bertajuk Gemini Report: Southeast Asia 2026 melalui platform daring pada hari Selasa. Temuan menarik dalam laporan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia menempati posisi terdepan sebagai negara paling kreatif dalam memanfaatkan kecerdasan artifisial berbasis Gemini di seluruh kawasan Asia Tenggara. Pencapaian ini ditandai dengan produksi hampir sembilan juta gambar setiap harinya, sebuah angka yang sangat signifikan untuk ukuran pasar digital di wilayah ini. Key Discussion menjadi sorotan utama karena menyoroti bagaimana Indonesia berhasil memimpin dalam aspek kreativitas visual menggunakan teknologi AI terkini.

Laporan komprehensif ini menelaah pola adopsi dan pemanfaatan aplikasi Gemini di enam negara dengan basis pengguna terbesar di kawasan, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Data yang dikumpulkan memberikan gambaran jelas tentang bagaimana masyarakat di masing-masing negara berinteraksi dengan teknologi AI terbaru ini dalam kehidupan sehari-hari mereka. Key Discussion mengungkap bahwa Indonesia tidak hanya unggul dalam jumlah, tetapi juga dalam variasi penggunaan AI visual.

Peran Penting Perangkat Seluler dalam Kreativitas Digital

Salah satu faktor pendorong utama kreativitas visual masyarakat Indonesia adalah tingginya penggunaan perangkat seluler. Menurut data yang dihimpun, sebanyak 82 persen prompt atau perintah yang diberikan kepada Gemini di Indonesia berasal dari perangkat mobile. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sangat nyaman mengakses teknologi AI melalui smartphone mereka. Key Discussion mencatat bahwa preferensi terhadap akses mobile ini menjadi pembeda utama Indonesia dari negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

Selain itu, tren penggunaan input multimodal juga semakin meningkat. Satu dari dua perintah yang diberikan telah melibatkan masukan multimodal seperti suara atau gambar, tidak lagi hanya berupa teks saja. Hal ini mencerminkan perubahan cara masyarakat berinteraksi dengan teknologi, di mana mereka lebih suka memberikan instruksi secara visual atau verbal. Key Discussion menambahkan bahwa karakteristik ini menunjukkan adaptasi cepat masyarakat Indonesia terhadap inovasi teknologi.

“Di Indonesia, satu dari setiap tiga prompt bersifat murni kreatif. Masyarakat Indonesia menghasilkan sembilan juta gambar kustom setiap hari untuk mewujudkan ide-ide mereka, jumlah terbanyak di kawasan ini,” ujar Sapna Chadha, Vice President, Southeast Asia and South Asia Frontier Google.

Inovasi dalam Cara Memberikan Prompt

Keunikan lain yang dimiliki masyarakat Indonesia adalah cara mereka memberikan prompt kepada AI. Sebanyak 82 persen prompt Gemini di Indonesia berasal dari perangkat seluler, menunjukkan preferensi kuat terhadap akses mobile. Selain itu, hampir separuhnya menggunakan input suara atau gambar untuk menuangkan ide saat sedang bepergian, yang memungkinkan kreativitas terjadi di mana saja dan kapan saja. Key Discussion menyoroti bahwa fleksibilitas ini menjadi keunggulan kompetitif Indonesia dalam ekosistem AI global.

Menurut Google, kemudahan beraktivitas melalui perangkat seluler mendorong masyarakat Indonesia memanfaatkan Gemini untuk mengekspresikan ide-ide mereka melalui pembuatan gambar berbasis AI. Hal ini menciptakan ekosistem digital yang dinamis dan terus berkembang. Key Discussion juga mencatat bahwa tren ini diprediksi akan terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi AI yang semakin canggih dan mudah diakses.

Pertumbuhan Regional dan Kontribusi Teknologi

Secara regional, laporan tersebut juga mencatat sekitar 40 persen kueri yang diajukan pengguna Gemini di Asia Tenggara bertujuan menghasilkan karya baru, mulai dari gambar, musik, video hingga dokumen. Dalam setahun terakhir, pengguna di kawasan itu telah menghasilkan lima miliar gambar menggunakan model pembuat gambar Nano Banana, sebuah pencapaian yang luar biasa. Key Discussion menekankan bahwa Indonesia berkontribusi signifikan terhadap total produksi visual di kawasan ini.

Selain itu, hampir 1 juta lagu telah diciptakan di Asia Tenggara sejak Google memperkenalkan Lyria 3, model pembuat musik dari Gemini. Angka ini menunjukkan bahwa kreativitas tidak hanya terbatas pada visual, tetapi juga mencakup bidang audio dan musik. Key Discussion menambahkan bahwa diversifikasi penggunaan AI ini membuka peluang baru bagi industri kreatif Indonesia di kancah internasional.

Laporan tersebut juga menunjukkan adopsi Gemini di Asia Tenggara terus meningkat secara signifikan. Dalam setahun terakhir, jumlah pengguna aktif aplikasi Gemini di kawasan itu melonjak lebih dari dua kali lipat. Google menyebut pertumbuhan tersebut didukung oleh dominasi populasi muda yang melek teknologi serta kemampuan Gemini memahami bahasa-bahasa lokal di Asia Tenggara. Key Discussion menyimpulkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat inovasi AI di kawasan Asia Tenggara.

Kemampuan teknologi AI untuk memahami berbagai bahasa lokal menjadi faktor penting dalam meningkatkan adopsi di kawasan ini. Dengan dukungan populasi muda yang semakin melek teknologi, masa depan penggunaan AI di Asia Tenggara terlihat sangat cerah dan penuh potensi. Key Discussion menegaskan bahwa Indonesia siap memimpin transformasi digital di kawasan ini melalui kreativitas visual berbasis AI yang terus berkembang.